Prasasti Kedungsingkil.
Isi sebuah prasasti dari masa klasik dapat mengandung unsur penanggalan, latar keagamaan, nama bangunan suci, ibu kota kerajaan, pejabat kerajaan, nama-nama wilayah, penataan wilayah, struktur birokrasi pemerintahan, dan atau alasan sosial-politik suatu prasasti diterbitkan. Oleh karena itu, prasasti merupakan salah satu sumber penting dalam merekonstruksi kembali peristiwa sejarah.
Di Desa Karangrejo, Boyolangu, terdapat sebuah peninggalan sejarah tertulis berupa prasasti yang secara umum dinamai Prasasti Kedungsingkil.
Table of Contents
Deskripsi Prasasti
Prasasti.
Prasasti Kedungsingkil terbuat dari batu andesit. Kondisi prasasti ini mengalami aus pada beberapa bagiannya, namun terdapat pula bagian dengan pahatan aksara yang masih jelas. Saat postingan ini diterbitkan, belum ada rilis hasil pembacaan mengenai isi prasasti ini.
Beberapa aksara dalam prasasti masih terlihat jelas.
Penamaan prasasti dapat merujuk pada keterangan dalam isi prasasti. Prasasti dapat dinamai berdasarkan nama raja atau pejabat yang meresmikan (contoh: Prasasti Bameswara di Museum Airlangga Kediri); nama tempat yang disebutkan (contoh: Prasasti Panumbangan di Candi Plumbangan Blitar; atau nama bangunan suci yang disebutkan (contoh: Prasasti Palah di Candi Penataran Blitar). Ada kriteria lain yang dapat digunakan untuk menamai prasasti, yaitu berdasarkan nama lokasi tempat prasasti tersebut berada atau ditemukan. Nama Prasasti Kedungsingkil sementara ini diambil dari nama lokasi tempatnya ditemukan, yaitu di Dusun Kedungsingkil.
Kondisi Prasasti Kedung Singkil.
Ulasan awal mengenai Prasasti Kedungsingkil yang dimuat dalam sejumlah portal online menyebutkan bahwa prasasti ini dalam keadaan diapit dua pohon. Saat DTrav mengunjungi situs ini, tampak bahwa pohon yang mengapitnya sudah ditebang, akan tetapi masih tersisa tunggaknya (sisa batang kayu dan akar yang masih tertinggal di dalam tanah). Prasasti ini terletak pada sebuah pekarangan berpagar yang terawat, namun prasastinya belum diberi peneduh.
Lokasi dan Rute
Prasasti Kedungsingkil secara administratif terletak di Dusun Kedungsingkil, Desa Karangrejo, Kec. Boyolangu, Tulungagung. Dalam judul postingan ini, DTrav memberi penekanan pada “Karangrejo, Boyolangu” untuk membedakan dengan ulasan lain mengenai situs-situs sejarah yang memiliki kaitan dengan nama Karangrejo di satuan wilayah lain seperti Situs Karangrejo, Kec. Karangrejo Tulungagung dan Arca Karangrejo Blitar.
Untuk menuju prasasti ini travelers sekalian dapat berpatokan pada Perempatan Pasar Boyolangu. Silakan melakukan perjalanan ke arah timur ke Sanggrahan. Perempatan Plang Candi Sanggrahan belok kiri ke arah utara. Selanjutnya tidak perlu mengikuti arah candi melainkan lanjutkan saja perjalanan mengikuti jalan raya hingga masuk di wilayah Desa Wajaklor. SDN 1 Wajaklor lurus sedikit hingga bertemu jembatan. Setelah jembatan belok ke kanan ke arah timur hingga pertigaan Kantor Desa Karangrejo Boyolangu. Dari pertigaan tersebut silakan belok kanan ke arah selatan. Sebelum jembatan silakan belok kanan lagi, kemudian ikuti jalan yang tersedia. Prasasti Kedungsingkil berada di kanan jalan.
Writer: Galy Hardyta
Participants: Galy, Deiki, Habib




