Skip to content

Wisata Kota Blitar

tugu bung karnoWisata Kota Blitar.

Kota Blitar terletak di jantung Blitar Raya, di mana seluruh batas wilayahnya dikelilingi oleh Kabupaten Blitar. Wilayah ini merupakan satuan pemeritahan yang berdiri sendiri, terpisah dari pemerintahan Kabupaten Blitar. Dengan luas wilayah yang lebih sempit, pembangunan di Kota Blitar bisa dikatakan lebih terfokus. Lalu bagaimana dengan sektor pariwisatanya? Mari kita intip apa saja yang menjadi wisata Kota Blitar.

Makam Bung Karno

komplek makam bung karno blitarBertandang ke Kota Blitar, tidak afdhol rasanya jika tidak mampir di Makam Bung Karno. Yup, karena inilah icon wisata Kota Blitar. Makam Bung Karno terletak di Jl. Ir. Soekarno, Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sanan Wetan. Komplek makam Bung karno menempati lahan seluas 4852 meter persegi. Komplek tersebut terdiri dari bangunan utama (Cungkup Makam Bung Karno), bangunan pendukung, dan bangunan pelangkap. Pada bangunan cungkup itulah Ir. Soekarno (proklamator kemerdekaan Indonesia) disemayamkan bersama kedua orang tuanya, R. Soekeni Sosrodiharjo dan Ida Aju Njoman Rai.

Sejarahnya, lahan yang saat ini menjadi Makam Bung Karno ini dulunya adalah Taman Makam Pahlawan Karang Mulyo. Namun pada kurun waktu selanjutnya Taman Makam Pahlawan Karang Mulyo dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan Raden Wijaya, sehingga Taman Makam Pahlawan  Karang Mulyo menjadi Makam Bung Karno. Peletakan batu pertama pembangunan Makam Bung Karno dilakukan pada tanggal 21 Juni 1978, bertepatan dengan sewindu wafatnya Bung Karno, sedangkan peresmiannya dilaksanakan oleh  Presiden Soeharto pada tanggal 21 Juni 1979.

komplek makam bung karno bendogeritTata ruang Makam Bung Karno syarat akan falsafah-falsafah Jawa. Jika pengunjung mengamati, dari Gapura ke arah makam akan tampak tiga tingkatan lantai. Tingkat lantai pertama, merupakan pelataran atau plaza. Tingkat lantai kedua adalah teras yang mengelilingi Cungkup. Tingkat lantai ketiga adalah lantai Cungkup itu sendiri. Tiga tingkatan ini melambangkan dari kehidupan manusia yang bermula dari Alam Purwo ialah sewaktu manusia masih dalam kandungan, kemudian memasuki Alam Madyo tatkala manusia lahir dan mengalami hidup di dunia dan berakhir dengan Alam Wasono sewaktu manusia sudah meninggalkan dunia yang fana.

komplek makam bung karno upt perpustakaan bung karnoPada tahun 2004 dengan mempertimbangkan aspek historis, ideology, dan empiris, diresmikanlah Perpustakaan Bung Karno. Perpustakaan Bung Karno merupakan UPT Perpustakaan Nasional yang berkedudukan di Kota Blitar. Keberadaan perpustakaan ini semakin melengkapi Kawasan Wisata Makam Bung Karno. Tidak hanya bersifat sebagai obyek wisata religi saja, namun dengan adanya perpustakaan, pengunjung bisa lebih mengenali sejarah Bung Karno, ideologi-ideoliginya, serta gagasan-gagasan beliau.

Istana Gebang

istana gebang blitar kotaMasih dalam tema Bung Karno, satu lagi obyek Wisata kota Blitar yang memiliki kaitan erat dengan Sang Proklamator adalah Istana Gebang. Komplek bangunan ini terletak di Jl. Sultan Agung nomor 57 – 59 dan 61, Kampung Gebang, Kelurahan/ Kecamatan Sananwetan. Bangunan ini merupakan kediaman keluarga Bung Karno (orang tua dan kakak beliau). Bangunan ini mulai ditempati antara tahun 1917 – 1919, dibeli dari seorang bekebangsaan Belanda, CH. Portier.

istana gebang dalamDikisahkan bahwa Istana Gebang memiliki kaitan erat dengan masa mudanya Bung Karno. Ketika mengenyam pendidikan di HBS Surabaya dan Studi di THS Bandung, Bung Karno sering berkunjung ke Istana Gebang disaat liburan. Demukian pula dimasa memimpin pergerakan kemerdekaan, Bung Karno tetap sering berada di Blitar. Baru pada masa pembuangan, Bung Karno terpisah dengan rumah dan keluarganya. Pada Masa Pendudukan Jepang, Bung Karno dapat berkunjung ke rumah meski tidak terlampau sering. Ayah dan Ibu Bung Karno sempat di boyong ke Jakarta pada tahun 1944, namun pada 8 Mei 1945 Ayah Bung Karno wafat dan dimakamkan di pemakaman Karet. Sepeninggal suaminya, ibunda Bung Karno diboyong pulang ke Blitar oleh Kakak Bung Karno. Dengan maksud bersilturahmi kepada Ibu dan keluraga, Bung Karno  senantiasa mengunjungi Istana Gebang bahkan setelah menjabat sebagai Presiden. Kunjungan Bung Karno ke Istana Gebang terus berlanjut, kali ini untuk berziarah ke makam Ibu Beliau yang wafat pada 13 September 1958. Tahun 1964 tercatat sebagai tahun terakhir kunjungan Bung Karno ke Istana Gebang, sebelum beliau wafat pada tahun 1970.

istana gebang mobilKediaman keluarga Bung Karno ini dinamai Istana Gebang, merujuk pada nama-nama tempat yan berkaitan dengan kegiatan Presiden Republik Indonesia yang pertama seperti istana Merdeka, Istana Bogor, Istana Batutulis, Istana Cipanas, Istana Gedung Agung Yogyakarta dan istana-istana lainnya. Dalam versi setempat, Istana Gebang juga disebut Rumah Bu Wardojo. Karena penghuni rumah ini selepas orang tua Bung Karno adalah kakak beliau yang bernama Soekarmini, atau lebih dikenal sebagai Bu Wardojo.

Istana Gebang menempati lahan seluas 15.000 meter persegi, terdiri dari 10 bangunan yaitu, rumah induk, bangunan belakang, 2 rumah keluarga, 1 paviliun, balai kesenian, dapur belakang, rumah pembantu, bekas kandang kuda, dan lumbung.

Agrowisata Karangsari

agrowisata belimbing karangsari blitar kotaMeski sebagian besar wilayahnya didominasi oleh bangunan perkotaan, namun Kota Blitar memiliki obyek wisata agro, yakni Kawasan Agrowisata Karangsari. Komoditi dari Agrowisata Karangsari adalah belimbing Karangsari Merah yang merupakan varietas belimbing asli milik Kota Blitar. Agrowisata ini terletak di Jl. Jeruk, Kelurahan Karangsari, Kec. Sukorejo. Kawasan agrowisata ini mulai dirintis pada tahun 2007. Memiliki kurang lebih 2659 pohon pada lahan seluas 5 Ha.

agrowisata karangsari blitar kota

agrowisata belimbing blitar kotaDengan tiket masuk sebesar Rp. 10.000,- pengunjung dapat berkeliling kebun belimbing sembari dipandu oleh guide. Fasilitas yang didapat adalah satu gelas minuman sari belimbing, dan petik satu buah belimbing untuk dinikmati di tempat. Bagi pengunjung yang ingin membawa pulang lebih dari satu belimbing diperkenankan untuk memetik sendiri dan nantinya hasil petik tersebut ditimbang untuk ditentukan harganya.

Aloon-aloon Kota Blitar

aloon aloon blitar kota ringin kurungTerletak di jantungnya Kota Blitar, tepat di tepi Jalan Merdeka yang merupakan ruas jalan utama Kota Blitar. Di sebelah selatan aloon-aloon merupakan Kantor Walikota, dan di baratnya merupakan Masjid Jami’ Kota Blitar. Atas dasar kedekatannya dengan kedua tempat tersebut, aloon-aloon Blitar sering dijadikan sebagai pusat acara-acara pemerintahan dan keagamaan di Blitar. Agenda-agenda seperti bazar Blitar Djadoel memilih tempat ini sebagai pusat penyelenggraannya, bahkan pawai-pawai budaya sekelas Grebek Pancasila juga di mulai dari sini.

Pada hari-hari biasa aloon-aloon Kota Blitar ramai dikunjungi masyarakat, baik untuk sekedar bercengkrama maupun untuk berolahraga. Di sisi timur aloon-aloon memang tersedia beberapa perangkat olahraga ringan, oleh sebab itu aloon-aloon ramai dikunjungi untuk berolahraga.

Blitar Green Park

blitar green parkBlitar Green Park (BGP) merupakan taman terbuka hijau yang terletak pinggiran Kota Blitar, tepatnya di area persawahan Kelurahan Bandogerit, Kecamatan Sananwetan. Kawasan ini ramai dikunjungi setiap pagi dan sore hari sebagai tempat bercengkrama maupun berolahraga. Di kawasan ini disediakan berbagai saranan pendukung seperti jogging track, gazebo, taman bermain sederhana, dan toilet. Lokasi Blitar Green Park cukup strategis karena tidak jauh dari Kawasan Wisata Makam Bung Karno. Oleh karenanya, Blitar Green Park cocok dikunjungi oleh wisatawan yang kebetulan menginap di sekitar Makam Bung Karno, dan ingin menikmati segarnya udara pagi di Blitar pada keesokan harinya.

Di utara Blitar Green Park terdapat sirkuit roadrace. Sirkuit tersebut sering digunakan sebagai tempat berlatih para atlit balap Blitar.

Kebon Rrojo

kebonrojo blitar kotaKebon Rojo layak mendapat predikat sebagai paru-paru Kota Blitar. Hutan kota yang satu ini berada di salah satu titik keramaian Kota Blitar, tepatnya di Jl. Diponegoro, ruas jalan yang menghubungkan Makam Bung Karno dengan Istana Gebang.

kebonrojo blitar

kebonrojo taman blitar kotaKeberadaan Kebon Rojo sudah dikenal sejak zaman pendudukan Hindia Belanda, dan hingga saat ini keberadaanya terus dilestarikan. Dari tahun ke tahun fasilitas penunjang di area seluas 1903 Ha ini terus ditambah. Tak hanya pohon-pohon langka, kini para pengunjung juga bisa menyaksikan beberapa satwa eksotis yang dipelihara di sini. Wahana-wahana penunjang wisata seperti flaying fox juga di kembangkan.

Makam Adipati Aryo Blitar

adipati aryo blitarSelain Makam Bung Karno, Kota Blitar juga memiliki tujuan wisata religi lainnya, yakni makam Adipati Aryo Blitar. Beliau putra ke tiga dari Pakubuwono I dengan Permaisuri. Nama asli beliau adalah G. Sudomo dan memiliki gelar K.G.P.Ad. Balitar. Gelar lainnya adalah Adipati Nilosuwarno (Adipati Haryo Blitar Ke 1). Saat ini makam beliau menjadi kawasan wisata religi yang terletak di Kelurahan Blitar, Kecamatan Sukorejo. Kawasan ini ramai dikunjungi pada malam Jumat Legi atau bulan Suro. Kebanyakan wisatawan yang berkunjung bertujuan untuk berziarah ke makam beliau.

adipati aryo blitar petilasan

adipati aryo blitar makamDi samping pintu cungkup, pengunjung dapat menyaksikan genealogi dari Adipati Aryo Blitar. Genealogi tersebut menjelaskan mengenai silsilah dari Sang Adipati yang merupakan keturunan dari Pakubuwono, Raja Surakarta. Genealogi tersebut dapat meluruskan mitos absurd yang meyatakan bahwa Aryo Blitar sezaman dengan pemeritahan awal Majapahit.

Monumen Palagan Ngadirejo

monumen palagan ngadirejoMonumen atau Tetenger Palagan Ngadirejo ini terletak di pinggiran Kota Blitar, tepatnya di Jl. D.I. Panjaitan, Kelurahan Ngadirejo, Kecamatan Kepajenkidul. Tetenger ini diresmikan oleh Menkeu Prof. Dr. J.B. Sumarlin pada 12 Desember 1992. Tetenger ini didirikan untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur dalam pertempuran melawan tentara Kerajaan Belanda di bawah kesatuan Prinses Irene Brigade, pada 15 April 1949.

Monumen Peta

Monumen PETA terletak di depan Makam Pahlawan Raden Widjaja (Wijaya). Keberadaan keduanya memang tak bisa dipisahkan karena sama-sama memiliki kaitan dengan peristiwa Pemberontakan PETA. Peristiwa Pemberontakan PETA di Blitar berlangsung pada 14 Februari 1945 di pimpin oleh Soedanco Soeprijadi (Supriyadi). PETA singkatan dari Pembela Tanah Air sebenarnya merupakan serdadu bentukan Pemerintah Kolonial Jepang. Namun karena melihat perlakuan penjajah yang begitu kejam terhadap kaum pribumi, para serdadu ini angkat senjata melawan tuannya. Sayangnya karena kalah dalam jumlah dan perlengkapan, pemberontakan ini segera dapat dipadamkan.

monumen peta blitar kotaMonumen PETA diresmikan pada 14 Februari 1998 oleh Gubernur Jawa Timur, M Basofi Soederman. Monumen ini mengalami beberapa kali renovasi. Pada tahun 2007, ditambahkan enam patung baru untuk mendampingi Patung Supriyadi yang selama ini berdiri sendiri. Ke enam patung tersebut menggambarkan Chudanco dr. Suryo Ismail, Shodanco Soeprjono, Budanco Soedarmo, Shoedanco Moeradi, Budanco Halir Mangkoe Dijaya, dan Budancho Soenanto yang bahu-membahu bersama Supriyadi melawan penjajah Jepang.

Monumen TGP

monumen tgp kota blitarKalau ditanya, warga Blitar pasti sudah tidak asing lagi dengan Jalan TGP. Tapi kalau ditanya mengenai keberadaan Monumen TGP, bisa dibilang jarang yang tau. Monumen kecil ini nyempil di pojokan tikungan TGP. Monumen TGP merupakan eks markas komando Tentara Genie Pelajar Brig. 17, yang berperan penting dalam perjuangan melawan penjajah dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Pages: 1 2

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *