Gua Embultuk.
Destinasi wisata di Blitar sangatlah beragam. Selain kemegahan candi, panorama pantai, sejuknya pegunungan, hingga lezatnya kuliner, Blitar juga memiliki destinasi caving (penelusuran Gua) yang tak kalah menarik. Salah satu gua yang memiliki nama besar dan cukup legendaris di Blitar adalah Gua Embultuk. Mari ikuti ulasan DTrav berikut dalam menelusuri lorong Gua Umbultuk yang menakjubkan.
Table of Contents
Lokasi dan Rute
Gua Embultuk terletak di Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar. Gua ini berada sekitar 32 km ke arah selatan dari Kota Blitar. Terdapat beberapa rute yang dapat diikuti untuk menuju Gua Umbultuk.
Via Gawang
Untuk menuju Goa Embultuk, dari kota Blitar arahkan perjalanan ke Kademangan. Jembatan Kademangan silakan ambil kiri mengikuti papan petunjuk arah ke Pantai Tambak Rejo. Memasuki Dawuhan Kademangan jalanan mulai menanjak dan berkelok. Dari sini travelers sekalian akan mulai menjelajahi jalur pegunungan selatan. Sesampai perempatan Gawang silakan belok kanan ke arah Bakung atau Monumen Trisula. Lanjutkan perjalanan ke Tumpakkepuh untuk menuju Goa Umbultuk.
Via Pasiraman
Sampai perempatan Gawang, alur rute ini sama dengan rute sebelumnya. Dari perempatan Gawang, jangan belok ke kanan, tetapi lurus saja sejauh 4,5 km melewati Desa Pasiraman. Sesampai di pertigaan yang ada pos keamanannya, silakan belok ke kanan untuk menuju Desa Tumpakkepuh dan Goa Embultuk. Rute ini sebenarnya juga merupakan jalur alternatif menuju Pantai Pangi selain via JLS dan Gawang.
Belok kanan untuk menuju Goa Umbultuk
…
Dalam perjalanan ini, kami melintasi rute Pasiraman dengan pertimbangan bahwa jalannya tidak terlalu memutar. Namun, bagi travelers sekalian, silakan saja jika ingin mengikuti rute Gawang, dengan pertimbangan bahwa rute tersebut melintasi sejumlah spot menarik seperti Air Terjun Poleng, Air Terjun Tirtogaluh, Jurung Gua Luweng, Monumen Trisula, dan destinasi lainnya. Perjalanan menuju Embultuk kami tempuh kurang lebih selama 1 jam. Perjalanan kami dimulai pada pukul 08.00 dan tiba di lokasi gua pada pukul 09.00.
Tips
Sesampai di lokasi Gua Embultuk, kami tidak langsung menjelajah ke dalam gua. Terlebih dahulu kami bertemu pemandu yang nantinya akan menemani kami menelusuri gua. Tidak disarankan memasuki gua tanpa pemandu ya ges. 😉
Terkait informasi jasa pemandu, travelers sekalian bisa memperolehnya melalui website, akun sosial media yang bekerjasama dengan pemandu (pihak ketiga), atau langsung menghubungi pemandu.
Sebelum memasuki gua kami mendapatkan arahan dari pemandu dan melakukan persiapan. Kami mengenakan pelampung (life jacket) yang disediakan pemandu. Selanjutnya kami mengenakan perlengkapan mandiri seperti sepatu (wajib) dan head lamp. Tak lupa kami menyiapkan kebutuhan obat-obatan pribadi, makanan, minuman, baju ganti dan peralatan mandi. (Jika menggunakan jasa pihak ketiga, sejumlah keperluan di atas sudah masuk dalam paket).
Setelah 30 menit melakukan persiapan, pukul 09.30 kami mulai masuk ke dalam Gua.
Keindahan Gua Umbultuk
Gua Embultuk dikenal juga dengan nama Gua Umbultuk. Secara linguistik Jawa, Umbultuk berasal dari kata umbul (sumber air yang memancar) dan tuk (mata air). Umbultuk merupakan gua karst alam tipe gua basah yang dialiri sungai bawah tanah sepanjang jalurnya. Dari pintu gua, semakin ke dalam kontur tanahnya semakin naik.
Wot ogal-agil. Meniti tali untuk menjangkau lorong yang lebih dalam.
Penelusuran Gua Umbultuk ini kami lakukan di musim kemarau sehingga airnya jernih dan sedikit dangkal. Meskipun demikan, ada lorong gua yang tergenang cukup dalam sehingga kami harus meniti tali disepanjang dinding gua untuk melewatinya. Ada pula lorong gua yang langit-langitnya cukup rendah. Jika musim hujan dan debitnya tinggi, apakah lorong ini akan tertutup air ya?
Di dalam gua kondisinya gelap dan lembab. Melalui sorot cahaya head lamp, kita dapat menyaksikan beragam bentuk alam yang menakjubkan. Terdapat berbagai ornamen stalaktit (batuan menggantung) dan stalagmit (batuan berdiri) yang masih aktif berkembang. Sejumlah ornamen gua memiliki nama seperti batu bangau, batu kelir gong, batu sanggar tretes dan batu selendang. Di dalam gua terdapat sejumlah satwa yang bisa kita jumpai seperti ikan lele, ikan sidat, kelelawar dan kepiting kecil.
Stalaktit.
Batu selendang.
Perjalanan menyusuri perut gua kami lakukan dengan santai. Perjalanan tersebut memakan waktu 4 jam pulang pergi. Karena faktor kelelahan kami tidak memaksakan sampai titik tedalam gua. Kami menyudahi perjalanan sampai Batu Selendang kemudian kembali. Menurut penuturan pemandu gua, harusnya kurang 20 menit perjalanan kami akan sampai di titik terdalam gua tempat persembunyian pemberontak PKI.
Oiya Gua Embultuk memang dulunya pernah menjadi persembunyian PKI. Kawasan Blitar Selatan, termasuk jaringan gua seperti Gua Embultuk, pernah dimanfaatkan oleh sisa-sisa simpatisan PKI sebagai tempat persembunyian pasca-1965, sebelum akhirnya dibersihkan melalui Operasi Trisula oleh ABRI/TNI pada tahun 1968.
Setelah melalui penelusuran yang menakjubkan akhirnya kami sampai kembali di mulut gua sekitar pukul 13.30.
…
Penelusuran ke dalam perut Gua Embultuk benar-benar memberikan pengalaman yang tiada duanya. Rasa kagum dan takjub berbalut dengan desir adrenalin dari alam yang menantang. Gua ini cocok bagi kalian yang menyukai kedindahan sekaligus tantangan.
Writer: Riezta A. Herlambang




