Skip to content

Gua Tritis, Peninggalan Sejarah di Lereng Gunung Budeg Tulungagung

Gunung Budeg merupakan bagian dari Pegunungan Wajak, yakni pegunungan kapur yang terletak di Tulungagung selatan. Dahulu di masa klasik Pegunungan Wajak merupakan pusat peribadatan kuno. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya situs cagar budaya masa Hindu Budha seperti: Situs Gua Pasir di lereng Gunung Podo, Candi Dadi di puncak Gunung Walikukun, dan situs Gua Selomangleng di Desa Sanggrahan. Tak terkecuali di lereng Gunung Budeg, di sini terdapat pula situs peninggalan sejarah yang dikenal dengan nama Gua Tritis.

 Gunung Budeg

Gua Tritis merupakan ceruk alami di bawah tebing gunung yang dimanfaatkan sebagai tempat peribadatan di masa klasik silam. Pada ceruk gua dibangun pagar bata yang mengelilingi arca Dewi dan fragmen arca. Gua dan struktur pagar tersebut menghadap ke barat. Pintu pagar tidak berada di tengah melainkan berada di sisi kanan. Di depan pagar terdapat batur, masing-masing berada di sisi kanan dan kiri.

Area Gua Tritis sebenarnya cukup luas. Selain gua sebagai bangunan utama, masih terdapat sejumlah bangunan pendukung lainnya seperti talud yang disusun dari bata, altar batu yang dilubangi (oleh masyarakat setempat dinamai Sumur Bandung), dan sendang (kolam air yang dibuat pada batu).

Untuk menuju Gua Tritis, arkeotraveler sekalian dapat mengambil jalur Tulungagung – Boyolangu. Museum Wajakensis masih ke selatan sampai memasuki Desa Tanggung, Kec. Campurdarat. Perempatan di selatan SDN 1 Tanggung belok ke kiri mengikuti jalan desa hingga menjumpai parkiran pendakian Gunung Budeg via Gua Tritis.

Di parkiran Gua Tritis kalian akan dikenai retribusi sebesar Rp. 2000,- per orang dan masih ada biaya parkir kendaraan. Dari parkiran, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki mendaki lereng Gunung Budeg. Gunung ini memiliki ketinggian sekitar 585 m dpl. Meski Gua Tritis tidak berada di puncak, namun kalian harus mempersiapkan fisik dan perbekalan yang cukup. Sebab gunung ini lumayan terjal dan jalurnya menanjak. Jika musim kemaru keadaanya juga cukup gersang. Dibutuhkan perjuangan untuk mencapai situs Gua Tritis, dan ini lah yang akan membuat perjalanan kalian semakin berkesan.


Writer: Galy Hardyta

Participant: Anggun, Galy

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *