Skip to content

Gua Pasir Tulungagung, Karsyan dan Kisah Arjunawiwaha

Gua Pasir merupakan situs bersejarah yang terletak di lereng utara Gunung Podo. Secara administratif masuk dalam wilayah Desa Junjung, Kec. Sumbergepol, Tulungagung. Tinggaalan-tinggalan bersejarah yang dapat dijumpai pada area Situs Gua Pasir ini cukup beragam, diantaranya struktur bangunan dari bata, sejumlah arca lepas, beragam relief yang dipahat pada batu, dan gua. Selain itu ada beberapa struktur bangunan bersejarah yang masih terpendam. Pada ekskavasi tahun 2013, para arkeolog berhasil menampakkan struktur tangga yang memiliki dorpel.

Struktur gua yang merupakan bagian utama dari Situs Gua Pasir terletak pada ketinggian 200 mdpl. Gua ini merupakan ceruk yang dibuat pada sebuah tebing batu. Bentuk ceruknya persegi panjang dengan ukuran 260 x 175 cm dan kedalaman 218 cm. Sepintas bentuknya mirip dengan Gua Selomangleg di Desa Sanggrahan, Kec. Campurdarat, Tulungagung. Seperti pada Gua Selomangleng, pada dinding dalam Gua Pasir juga terdapat relief Arjunawiwaha.

Arca lepas di Situs Gua Pasir

Relief pada batu

Dwarapala

Struktur tangga

Kisah Arjunawiwaha digubah di Jawa Kuno oleh Mpu Kanwa sekitar tahun 1035, pada masa pemerintahan Raja Airlangga. Karya ini terinspirasi dari kisah Mahabarata, namun jalan ceritanya diduga didasarkan pada perjalanan hidup Raja Airlangga. Kisah Arjunawiwaha dibagi menjadi tiga bagian yakni pertapaan Arjuna dan ujian dari dewa; pertarungan Arjuna melawan raksasa Niwatakawaca; dan diangkatnya Arjuna ke kahyangan untuk menerima hadiah atas kemenangannya melawan Niwatakawaca. Pada Gua Pasir kisah yang terpahatkan hanya pada bagian pertapaan Arjuna dan ujian dari dewa. Kisah ini pun juga belum selesai dipahat, yang jelas terlihat adalah relief pada dinding kanan kiri yang menggambarkan punakawan tengah digoda bidadari, sedangkan pada dinding belakang relief Arjuna hanya tampak samar.

Relief Gua Pasir

Ditilik dari cerita reliefnya yang sarat dengan unsur pertapaan dan letak situs yang terpencil dilereng gunung, beberapa sejarawan seperti Drs. M Dwi Cahyono, M.Hum berpendapat bahwa fungsi Gua Pasir adalah sebagai karsyan. Karsyan (Ka-rsi-an) adalah tempat yang diperuntukan bagi petapa (rsi) dan orang-orang yang mengundurkan diri dari keramaian dunia dengan tujuan mendekatkan diri dengan dewa tertinggi.

Karsyan Gua Pasir ini diduga berasal dari masa Kerajaan Majapahit. Berdasarkan catatan penelitian N.J. Krom dan Verbeek di Situs Gua pasir pernah ditemukan arca batu yang sandarannya dipahatkan konogram saka 1325 (1403 M) dan 1224 S (1302 M) tahun 1302-1403 M, juga pernah ditemukan kronogram yang bertarikh Saka 1228 (1306 M), tahun-tahun tersebut berada pada masa Majapahit.


Writer: Galy Hardyta

Photographer: Enny

Sumber:

  • Kinney, A.R., Marijke J.K., and Lidya K. 2003. Worshiping Siva and Buddha: The Temple Art of East Java. University of Hawai’i Press
  • Situs Karsyan Goa Pasir http://www.tulungagung.go.id/index.php/obyek-wisata/400-situs-karsyan-goa-pasir

Participant: Enny, Galy, Yesi

2 Comments

  1. […] gua yang merupakan bagian utama dari Situs Gua Pasir terletak pada ketinggian 200 mdpl. Gua ini merupakan ceruk yang dibuat pada sebuah tebing batu. […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *