Prasasti Tangkilan saat ini secara administratif terletak di Dusun Tangkilan, Desa Padangan, Kec. Kayen Kidul, Kab. Kediri. Kondisi prasasti ini masih utuh dan sudah memiliki atap pelindung dan berpagar. Pada bagian bawah prasasti ini terdapat pahatan padma yang serupa dengan padma pada Prasasti Pagiliran (Prasasti Jajar). Pada sekitar Prasasti Tangkilan juga dapat dijumpai sejumlah benda cagar budaya lainnya seperti: batu candi, fragmen arca dan lapik arca.
Table of Contents
Sejarah
Peninggalan Raja Bameswara
Prasasti Tangkilan
Fragmen arca dan lapik arca
Prasasti Tangkilan merupakan salah satu peninggalan tertulis dari masa kerajaan Kadhiri di bawah pemerintahan Sri Maharaja Sri Bameswara Sakalabuanatustikarana Sarwwaniwaryyawiryya Parakrama Digjayottunggadewa atau lebih dikenal dengan sebutan Raja Bameswara. Prasasti ini memuat angka tahun 1052 Saka, jika dikonversi ke dalam tahun masehi menjadi tahun 1130. Pada prasasti ini didapati lencana atau logo Raja Bameswara berupa Candrakapala yang digambarkan dengan tengkorak menggigit bulan.
Lancana Candrakapala
Candrakapala Prasasti Tangkilan
Raja-raja Kadhiri memang dikenal memiliki lencana yang berbeda-beda pada masing-masing masa pemerintahannya. Candra Kapala merupakan lencana khas Raja Bameswara. Lancana candrakapala ini selain pada Prasasti Tangkilan juga dapat dijumpai pada prasasti-prasasti Raja Bameswara lainnya seperti: Prasasti Padlegan I 1038 Saka (1117 M) di halaman Museum Penataran Blitar, Prasasti Panumbangan I 1042 Saka (1120 M) di Candi Plumbangan Blitar, Prasasti Gneng I (Brumbung I) 1050 Saka (1128 M) di Kantor Desa Brumbung Kediri, Prasasti Besole 1054 Saka (1132 M) di selatan Situs Besole Blitar, Prasasti Pagiliran (Prasasti Jajar) 1056 Saka (1134 M) di Blitar, dan Prasasti Bameswara 1057 Saka (1135 M) koleksi Museum Airlangga Kediri.
Rute
Untuk menuju Prasasti Tangkilan dari Kota Kediri silahkan menuju Kec. Pagu. Pasar Pagu terus ke utara sampai masuk Desa Padangan. Pertigaan SDN Padangan 3 belok ke kanan hingga mentok pada suatu pertigaan. Dari pertigaan tersebut belok kiri hingga menjumpai papan penunjuk lokasi prasasti. Posisi prasasti ini dikepung pemukiman, jadi jika kalian bingung mencari jalan masuk menuju lokasi prasasti silahkan bertanya pada warga setempat.
DTrav di Prasasti Tangkilan
Writer: Galy Hardyta
Sumber:
- Suhadi, M. dan K. Richadiana. 1996. Laporan Penelitian Epigrafi Di Wilayah Provinsi Jawa Timur. Pusat Penelitian Arkeologi Nasional. Jakarta
- Wibowo, B.S. 2001. Prasasti-Prasasti di Jawa Timur. BP3 Trowulan. Mojokerto
Participants: Aima, Ardi, Galy, Rendro, Ipan, Riris




