Skip to content

Prasasti Maguhan, Tanda Sejarah di Desa Satriyan Blitar

Prasasti Maguhan atau disebut juga dengan Makam Mbah Magutho terletak di Desa Satriyan, Kanigoro, Kab. Blitar. Prasasti ini telah bertansformasi menjadi maesan (nisan) makam Mbah Maguto. Namun justru karena itu kondisi prasasti ini jadi terawat. Di sekeliling prasasti telah didirikan bangunan pelindung yang juga berfungsi untuk palenggahan para peziarah.

Untuk mencapai lokasi prasasti cukup mudah. Berpathokan dari bundaran simpang empat Kanigoro, silahkan menuju keselatan ( Jl.Manukwari) ke arah Lodoyo/ Sutojayan. Setalah melewati papan reklame di selatan jembatan Lodagung, ada jalan ke kiri bergapura, belok ke kiri. Ikuti saja jalan tersebut hingga menemukan cungkup makam Mbah Maguto yang berada di kiri jalan.

Prasasti Maguhan ini terbuat dari batu, memiliki tiga baris aksara berbahasa Jawa Kuno yang ditulis degan aksara kuadrat. Aksara kuadrat ini tergolong unik karena pahatan tulisannya dibuat timbul. Aksara kuadrat mulai digunakan pada masa Kerajaan Kadhiri. Pembacaan prasasti ini oleh peneliti Arlo Griffiths ini menyebutkan tahun Saka 1074 bañu gunu? sunya? vva?. Angka tahun tersebut setara dengan tahun 1152 Masehi masuk dalam masa pemerintahan Raja Jayabaya dari Kadhiri.

Bagi kalian para traveler pecinta sejarah dan pecinta spiritual. Makam Mbah Magutho di Satriyan ini merupakan lokasi yang pas untuk berziarah sekaligus belajar sejarah. Utamanya berkenaan dengan aksaranya yang unik.


Writer: Zidny

Participant: Zid, Cicil, Hesti, Mila, Nika, Pita, Puji, Rita, Shara, Vendy.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *