Skip to content

Air Terjun Tirto Wening Blitar, Adventure yang Sebenarnya

Air Terjun Tirto Wening terletak di area Perhutani petak 38, RPH Ampel Gading, BKPH Wlingi. Satuan administratif paling dekat dengan air terjun ini adalah Desa Sumberurip, Kecamatan Doko, Kab. Blitar. Masyarakat setempat lebih megenal area tersebut dengan sebutan Telogogentong.

Rute menuju Air Terjun Tirto Wening dari Kota Blitar adalah sebagai berikut: Blitar – Wlingi – Kawedanan Wlingi lurus sampai menjumpai petunjuk arah menuju Doko, belok ke kiri – gapura masuk Desa Plumbangan belok ke kiri, ikuti jalan besar menuju Sumberurip – belok ke kanan saat menjumpai pertigaan beringin dengan papan petunjuk arah Sumberurip –  selanjutnya akan dijumpai lagi pertigaan dengan pohon ditengahnya, kali ini lurus saja sampai jalan makadam – ikuti jalan makadam sampai pemukiman terakhir, jika bingung silahkan bertanya kepada masyarakat setempat dengan kata kunci Telogogentong – sesampai pemukiman terakhir perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju air terjun.

Mari kita ulas kondisi akses menuju Tirto Wening secara lebih mendetail. Dari Blitar hingga Sumberurip akses jalannya berupa jalan beraspal, baru setelah mulai memasuki area perkebunan akses jalannya berganti dengan jalan makadam. Setelah benar-benar masuk di area kebun teh, dibeberapa titik akan dijumpai jalan pintasan. Cirinya adalah percabangan dengan dua jenis jalan yang berbeda, yakni jalan tanah dan makadam. Ambil jalan tanah agar lebih mulus. Namun jika di musim peghujan sebaiknya tetap megikuti jalan makadam saja karena jalan tanah akan lebih licin dan becek. Selama perjalanan melintasi kebun teh akan dijumpai pemandangan yang cukup menarik, yakni pabrik susu di Sirahkencong yang tampak dari kejauhan.

Sesampai di pemukiman terakhir alangkah baiknya jika para traveler sekalian meminta izin kepada masyarakat setempat, setelah diizinkan silahkan melanjutkan perjalanan ke air terjun dengan berjalan kaki. Saat musim penghujan atau kabut gunung sedang turun, biasanya masyarakat setempat tidak mengizinkan kalian untuk melanjutkan perjalanan karena faktor keselamatan. Jadi bijak dan cerdiklah dalam melihat keadaan cuaca sebelum menyambangi Tirto Wening.

Perjalanan yang akan ditempuh dari pemukiman terakhir hingga air terjun memakan waktu sekitar 30 – 40an menit. Jalur yang akan dilalui adalah jalur naik turun khas pegunungan, dengan vegetasi yang beragam mulai dari tanaman perkebunan hingga vegetasi hutan. Diperlukan kewaspadaan saat melakuan tracking menuju air terjun, karena bila tak sengaja menginjak struktur tanah yang rapuh dapat mengakibatkan longor kecil. Dalam perjalanan DTrav, salah satu dari kami sempat tertimpa batu longsoran. Jadi berdasarkan pengalaman ini, kami himbau agar para traveler sekalian lebih waspada.

Setelah melalui perjalanan yang penuh adveture kalian akan tiba di air terjun Tirto Wening. Air terjunnya terletak di antara tebing gunung. Tinggi banget dan hawanya dingin. Selamat menikmati. 😛

Di balik keindahan Air terjun Tirtowening Blitar, adventure nya sangat terasa.

Ada beberapa kearifan lokal yang harus dipatuhi saat menyambangi air terjun ini, dimana kita dihimbau agar tidak berteriak-teriak dan tidak berkata-kata kotor. Selain menjaga perilaku dihimbau pula untuk tetap menjaga kebersihan agar tempat ini tetap lestari.

Bagaimana? Indah bukan air terjunnya? Sepadan degan serunya perjalanan yang harus ditempuh. 😀


Writer: Anggun

Editor: Galy Hardyta

Photographer: Ali Moes, Ardi, Hesti, Pita

Participant: Banyak banget

2 Comments

  1. Boleh ane repost di blog ane gan?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *