Skip to content

Inskripsi Jawa Kuno di Makam Syeh Sentono Dhowo Blitar (Situs Sentono Dowo)

Bagi para travelers yang gemar berziarah ke makam-makam aulia mungkin sudah tidak asing dengan Makam Syeh Sentono Dhowo. Makam aulia ini letaknya tak seberapa jauh dari Kawasan Wisata Candi Penataran dan Petilasan Syeh Subakir. Berdasarkan cerita tutur Syeh Sentono Dowo merupakan rekan Syeh Subakir dalam menyebarkan Islam di tanah Jawa.

Pada Makam Syeh Sentono Dhowo ini ternyata terdapat sejumlah tinggalan dari masa klasik Hindu Budha. Yang paling menarik adalah sebuah inskripsi/ prasasti yang saat ini dijadikan nisan Makam Syeh Sentono Dowo. Seperti apa kesejarahan dari inskripsi tersebut? Ikuti ulasan DTrav berikut.

Lokasi dan Rute

Makam Syeh Sentono Dowo secara administratif terletak di Desa Penataran, Kec. Nglegok, Kab. Blitar. Letak makam aulia ini tak seberapa jauh dari Kawasan Wisata Candi Penataran dan Petilasan Syeh Subakir. Rutenya sebagai berikut: Patung Koi Penataran ke utara ke arah Masjid Syeh Subakir. Lanjutkan perjalanan menuju gerbang ke luar Kawasan Wisata Penataran. Setelah tikungan akan dijumpai pertigaan. Silakan belok ke kanan. Makam Syeh Sentono Dhowo terletak di kanan jalan.

Deskripsi SitusInskripsi Jawa Kuno di Makam Syeh Sentono Dhowo Blitar (Situs Sentono Dowo) 17

Makam Syeh Sentono Dhowo terdiri dari tiga makam utama yakni makam tokoh Syeh Badruddin, Syeh Badrus Zaman dan Syeh Badrul Alim. Selain ketiga makam utama ini terdapat beberapa makam umum masyarakat yang ikut mengembangkan pembangunan area Makam Sentono Dhowo. Pada kompleks makam ini terdapat pula bangunan Paseban dan Masjid.

Inskripsi Jawa Kuno di Makam Syeh Sentono Dhowo Blitar (Situs Sentono Dowo) 18

Makam Syeh Badruddin atau Syeh Sentono Dowo sangat istimewa karena nisannya merupakan sebuah prasasti batu yang ditulis dengan aksara dan bahasa Jawa kuno. Prasasti ini memiliki tinggi 63 cm, lebar, 37 cm dan tebal 12 cm. Di utara makam terdapat tiga buah batu andesit. Dua dari tiga batu andesit tersebut memiliki pelipit-pelipit. Selain itu terdapat pula fragmen batu bata kuno. Menurut keterangan juru pelihara makam, ada dua batu berpelipit lain yang hilang dicuri.

Inskripsi Jawa Kuno di Makam Syeh Sentono Dhowo Blitar (Situs Sentono Dowo) 19

Inskripsi Jawa Kuno di Makam Syeh Sentono Dhowo Blitar (Situs Sentono Dowo) 20

Inskripsi Jawa Kuno di Makam Syeh Sentono Dhowo Blitar (Situs Sentono Dowo) 21

Di luar kompleks makam utama juga ditemukan sejumlah balok batu andesit dan juga umpak. Benda benda tersebut ditemukan saat pengelola makam menggali tanah. Kemungkinan masih ada benda cagar budaya yang terpendam (situs) di area makam ini.

Inskripsi Jawa Kuno di Makam Syeh Sentono Dhowo Blitar (Situs Sentono Dowo) 22

Sejarah

Isi Prasasti Sentono Dowo adalah dua buah angka tahun. Angka tahun pertama ditulis dalam angka, sedangkan angka tahun kedua ditulis dalam bentuk sengkalan. Berikut isi Inskripsi Sentono Dhowo hasil pembacaan Arlo Griffith:

1130

dhībhūta bhava

krtḁ lan

Kalimat pada baris kedua merupakan sengkalan. Kalimat tersebut dapat ditafsirkan menjadi angka tahun dengan dibaca dari belakang. Kata bhava memiliki nilai 11, bhūta memiliki nilai 5 dan dhī memiliki nilai 7 atau 8. Jika dirangkai dan dibaca dari belakang, kalimat dhībhūta bhava memuat angka tahun 1157/ 1158 Saka atau setara dengan tahun 1235/1236 Masehi. Kalimat dhībhūta bhava sendiri jika ditafsirkan memiliki makna “keberadaan (hanya di dalam) pikiran”.

Frasa ketiga yakni krtḁ lan belum dapat dipahami. Dalam terjemahan literal krtḁ lan memiliki arti “dan dibuat”

Secara keseluruhan Inskripsi Sentono Dhowo memuat dua buah angka tahun yaitu 1130 Saka yang setara dengan 1208 Masehi dan 1157/1158 Saka yang setara dengan 1235/1236 Masehi. Kemungkinan angka tahun 1235/1236 Masehi merupakan tahun pembuatan prasasti, sedangkan tahun 1208 Masehi merupakan tahun yang menandai sebuah peristiwa tertentu yang diabadikan dalam prasasti. Jika benar prasasti ini dibuat pada tahun 1235/1236 Masehi, berarti prasasti ini dibuat pada era Kerajaan Singhasari periode pemerintahan Ken Arok (versi Pararaton), Anusapati (versi Nagarakrtagama). Sementara itu angka tahun 1208 Masehi berada dalam rentang waktu berkuasanya Kerajaan Kadhiri periode pemerintahan Raja Krtajaya. Jadi kemungkinan Prasasti Sentono Dhowo ini dibuat pada era Kerajaan Singhasari sebagai penanda sebuah peristiwa yang terjadi pada era Kerajaan Kadhiri.

Riwayat Pelestarian

Inskripsi Jawa Kuno di Makam Syeh Sentono Dhowo Blitar (Situs Sentono Dowo) 23

Keberadaan Inskripsi Sentono Dhowo pernah dilaporkan dalam OV 1928, dan disebut dengan nama Sentonodowo. Angka tahun yang dilaporkan hanya 1130 Saka, sedangkan sengkalan di bawah angka tahun tidak disinggung.

Berdasarkan penuturan salah seorang masyarakat setempat, batu inskripsi yang saat ini menjadi nisan makam Syeh Sentono Dhowo baru ditemukan pada tahun 2001 dalam keadaan tertimbun. Masih dalam penuturan beliau, dahulu makam Syeh Sentono Dhowo hanya sebuah gundukan memanjang di bawah sebuah pohon di tengah sawah. Apakah dalam rentang waktu setelah 1928 hingga tahun 2001 inskripsi ini pernah hilang tertimbun?

Dalam laporan mengenai Inskripsi Syeh Sentono Dhowo pada tahun 2013, Arlo Grriffiths berkomentar bahwa inskripsi ini tidak ditemukan dalam laporan Nakada (1982) tentang inskripsi di Jawa. Apakah ini berarti bahwa Inskripsi Sentonodowo memang sempat hilang tertimbun? Bagaimana menurut kalian? Jika kalian memiliki informasi mengenai kejadian tersebut silakan tinggalkan pesan pada kolom komentar di bawah. 😀

Pada tahun 2001 makam ini mulai dibangun secara bertahap. Akhirnya pada tahun 2013 kawasan makam ini diresmikan oleh Bapak Herry Noegroho selaku Bupati Blitar pada periode tersebut.

Inskripsi Jawa Kuno di Makam Syeh Sentono Dhowo Blitar (Situs Sentono Dowo) 24


Writer: Galy Hardyta

Sumber:

  • Oudheidkundig Verslag 1928
  • Three Chronogram Inskriptions form Blitar Regency

Narasumber:

  • Bapak Vendi dan Juru Pelihara Makam

Participants: Galy, Hadi, Kcing

2 Comments

  1. Anita Irawati Anita Irawati

    Assalamualaikum, izin bertanya kira-kira kenapa prasasti yang ditemukan tersebut dijadikan nisan makam syekh Badruddin, adakah alasan tertentu? Mohon infonya terimakasih

  2. Untuk alasan tersebut kami juga belum menemukan jawabannya, namun berdasarkan penuturan juru pelihara sentono dowo, beliau juga sepakat bahwa nisat tersebut adalah prasasti beraksara bukan Arab.

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!