Skip to content

Perjalanan Hayam Wuruk di Blitar II

Selain pada bulan April- Mei tahun 1361 Masehi, Hayam Wuruk kembali melakukan perjalanan ke Blitar pada tahun 1363. Pada kunjungannya tersebut Hayam Wuruk menuju Simping. Berikut uraian perjalanan Hayam Wuruk di Blitar pada tahun 1363 yang termuat dalam Kitab Negarakrtagama / Kakawin Desa Warnnana:

rikanganilastanah saka nrepeswara Warnnana, mahasahasi simping sang hyang dharma rakwa siralihen,

Artinya:

Pada tahun saka Anilastanah (1285 Saka / 1363 Masehi) Baginda Raja dikisahkan, Baginda Raja pergi ke Simping konon akan memindahkan candi

Berdasarkan uraian tersebut, Hayam Wuruk mengunjungi Blitar dalam rangka melakukan upacara penyempurnaan pembenahan Candi Simping yang telah dilakukan saat baginda melakukan perjalanan ke Blitar pada tahun 1361.

Candi Simping, Desa Sumberjati, Kademangan, Kab. Blitar.

. . .

Itu lah uraian tentang perjalanan Hayam Wuruk di Blitar. Berdasarkan catatan Negarakrtagama diketahui dengan pasti bahwa perjalanan Hayam Wuruk di Blitar terjadi pada tahun 1361 dan 1363 Masehi. Meskipun demikian, ada kemungkinan bahwa Hayam Wuruk juga melakukan perjalanan ke Blitar diluar tahun-tahun tersebut. Bisa jadi kunjungannya ke Blitar lebih sering dari pada yang tercatat. Hal tersebut di jelaskan dalam Negarakrtagama sebagai berikut:

Baryyan masa ri sampuning sisi ri kala sira mahasahas macangkrama, wanten thanya ngaran ri sima kiduling jala giri mangawetaning pura, ramyapan papunagyaning jagati kalani sawungika mogha tan pegat, mwang wewe pikatan ri candhi lima lot para paranira tusta lalana.

Yan tan mangka mareng phalah mareki jong hyang acala pati bhakti sadara, pantes yan panulus dhateng ri balitar mwang-i jimur-i silahritalengong,

Artinya:

Setiap tahun setelah musim dingin Baginda Raja keliling bercengkrama, ada desa bernama sima di sebelah selatan Jalagiri di timur istana, ramai karena ketetapan hati rakyat saat diadakan sabung ayam tak putus-putusnya, serta Wewe Pikatan di Candilima juga dikunjungi tamasya riang gembira.

Bila tidak demikian Baginda pergi ke Palah (Candi Penataran) memuja Hyang Acala Pati dengan bersujud, bisa juga terus ke Blitar dan Jimur mengunjungi bukit-bukit yang permai.

Candi Penataran/ Palah, Desa Penataran, Nglegok, Kab. Blitar

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *