Skip to content

Koleksi Asal Blitar di Museum Majapahit (Trowulan)

Hello arkeotraveler.. Ternyata koleksi benda cagar budaya asal Blitar tidak hanya tersimpan di Museum Penataran saja lho. 😀 Beberapa peninggalan asal Blitar juga menjadi Koleksi dari Museum Majapahit di Trowulan, Mojokerto. Museum Majapahit atau Pusat Informasi Majapahit dirintis oleh R. A. A. Kromodjojo Adinegoro dan Ir. Henry Maclaine Pont pada tahun 1924. Pada tahun 1942 museum sempat ditutup karena pendudukan Jepang, pengelolaanya berpindah-pindah tangan, dan terakhir dikelola oleh Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala (sekarang BPCB) Jawa Timur. Semenjak itu museum ini tidak hanya mengelola peninggalan asal Kerajaan Majapahit saja, tetapi seluruh peninggalan kuno di wilayah Jawa Timur. Inilah yang melatar belakangi adanya koleksi dari luar Mojokerto di museum ini, termasuk koleksi asal Blitar.

Sayangnya sebagian koleksi tidak dilengkapi keterangan, sehingga sedikit menyulitkan pengunjung untuk mengetahui asal dari koleksi tersebut. Sebenarnya ada cara untuk mengetahui asal koleksi yakni dengan membaca kode yang dituliskan pada koleksi. Kode tersebut meliputi nomor/bahan/asal/tahun/PIM. Untuk koleksi asal Blitar dapat diketahui dari kode BLT pada kolom asal.

3071 (nomor )/ TR (terakota)/ BLT (Bltar)/ 2010 (tahun temuan)/ PIM

Berikut beberapa koleksi asal Blitar yang tersimpan di Museum Majapahit. Beberap di antaranya merupakan koleksi penting yang berkaitan dengan runtuhnya Kerajaan Majapahit.

Arca Kinari dan arca Tokoh. Arca ini terbuat dari bahan tanah liat (terakota). Ditemukan pada tahun 2010 di Dusun Sumberbuntung, Desa Kalipucung, Sanankulon, Kab. Blitar. Dulu sempt dikenal sebagai Arca Sumberbuntung.

Gana dan Arca Kinari. Arca ini juga bagian dari Arca Sumberbuntung, Situs Sumberbuntung.

Relief yang berasal dari Kekunaan Mleri, Desa Bagelenan, Srengat, Kab. Blitar

Relief yang berasal dari Kekunaan Mleri, Desa Bagelenan, Srengat, Kab. Blitar

Relief dua kuda berebut bola. Merupakan penggambaran perebutan kekuasaan antar keluarga raja-raja Majapahit. Berasal dari Candi Sawentar Kidul (Sawentar II), Kab. Blitar.

Relief Nagaraja Anahut Surya. Relief ini merupakan sengkalan yang menunjukkan tahun 1318 Ç (1396 M). Sangat dekat pertaliannya dengan awal terjadinya peristiwa Paregreg (perebutan kekuasaan antar keluarga raja-raja Majapahit pada masa Wikramawardhana) yang menurut Pararaton mulai tahun 1323 Ç. Atau kemungkinan lain, angka tahun itu justru menunjuk tahun dimulainya peristiwa Paregreg. Kemungkinan tahun yang disebut oleh penulis Pararaton kurang tepat, mengingat penulisan Pararaton jauh setelah peristiwa itu berlangsung (sekitar abad XVII M), sedangkan relief ini berasal dari tahun 1358 Ç (1436 M). Apabila diamati dari makna penggambaran naga yang mengenakan mahkota, sangat mungkin hal itu merupakan simbolisasi seorang raja yang marah, dan digambarkan sedang berusaha menelan matahari. Matahari yang dicaplok naga raja tersebut merupakan simbolisasi dari kekuasaan Kerajaan Majapahit yang sedang dicabik-cabik untuk diruntuhkan. Sebab matahari yang digambarkan pada panil itu adalah “Surya Majapahit” yang merupakan lambang kebesaran Kerajaan Majapahit. Dengan demikian penggambaran “Nagaraja anahut Surya” adalah untuk menggambarkan adanya upaya-upaya untuk meruntuhkan kekuasaan Majapahit melalui perebutan tahta oleh Bhre Wirabhumi. Relief Nagaraja Anahut Surya berasal dari Candi Sawentar Kidul (Sawentar II), Kab. Blitar.

Relief Ganeca Inapit Mong Anahut Surya. Relief ini merupakan sengkalan yang menunjukkan tahun 1328 Ç (1406 M). Tahun 1328 Ç sama dengan tahun berakhirnya Paregreg yaitu saat terbunuhnya Bhre Wirabhumi. Selain sebagai dewa ilmu pengetahuan Ganeça juga sebagai dewa perang. Ganeça yang digambarkan dalam relief tersebut kemungkinan sebagai dewa perang, sebab tampak sekali Ganeça tersebut sangat atraktif sedang menggigit matahari dan siap mengayunkan kapaknya. Relief Ganeca Inapit Mong Anahut Surya berasal dari Candi Sawentar Kidul (Sawentar II), Kab. Blitar.

Itulah beberapa koleksi asal Blitar yang tersimpan di Museum Majapahit. Mungkin saja masih ada koleksi-koleksi lain yang luput dari dokumentasi D’Trav. Selain di Museum Penataran dan Museum Majapahit, koleksi asal Blitar juga bisa dijumpai di Museum Nasional Jakarta.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *