Skip to content

Kekunaan Mleri A.K.A Candi Mleri Blitar

Kekunaan Mleri terletak di kaki Gunung Pegat, tak jauh dari Candi Petapan di Puncak Pegat. Kekunaan ini secara administratif terletak di Desa Bagelenan, Kec. Srengat, Kab. Blitar. Rute menuju Kekunaan Mleri sebagai berikut: Kota Blitar ke barat ke arah Srengat – SMAN Srengat lurus hingga perempatan, kemudian belok kanan – ikuti jalan hingga bertemu Jl. Ronggowuni (jalan kecil) di kiri jalan – Belok ke arah Jl. Ronggowuni, Kekunaan Mleri Terletak di kanan jalan.

Disebut makam iya, disebut candi juga bisa. Kekunaan Mleri merupakan kumpulan benda-benda cagar budaya berupa reruntuhan candi yang berada diantara makam-makam lama. Kemungkinan keberadaan makam dan reruntuhan candi ini berasal dari masa yang berbeda. Bagian dari reruntuhan candi yang bisa dijumpai disini antara lain: sejumlah arca, sejumlah panil relief baik yang bersifat naratif maupun dekoratif, sejumlah antefik, jaladwara, kala, lingga, prasasti, dan yoni.

Panil-panil relief dan sejumlah arca

Kala Sudarsanahasta

Yoni

Berdasarkan bukti tertulis dari prasasti dan angka tahun, Kekunaan Mleri berasal dari masa Kerajaan Kadhiri. Pada Prasasti yang berada di kekunaan ini terdapat lancana bergambar Ganesa, sebagaimana diketahui bahwa lancana Ganesa merupakan ciri khas Raja Aryeswara dari Kadhiri. Lebih lanjut, di balik arca durga Kekunaan Mleri terdapat angka tahun 1102 Saka yang masuk dalam masa kekuasaan Kerajaan Kadhiri. Berdasarkan keberadaan Lingga dan Yoni, corak keagamaan dari Kekunaan Mleri adalah Hindu.

Prasasti

Angka Tahun 1102 Saka

Keberadaan Kekunaan atau Candi Mleri ini cukup menarik karena banyak dibumbui kisah-kisah legenda dan mitos. Berdasarkan legenda setempat, makam yang terdapat di Candi Mleri merupakan makam Ranggawuni atau dikenal pula sebagai Wisnuwardhana, Raja Singhasari ke tiga. Ranggawuni dimakamkan bersama salah satu istrinya dan beberapa abdinya. Makam Ranggawuni beserta istri berada dalam cungkup, sementara makam abdinya terletak di luar. Legenda Ranggawuni ini mengambil dasar dari catatan Kitab Nagarakratagama dan Pararaton, di mana disebutkan bahwa setelah wafat, Wisnuwardhana didharmakan di Jajagu dan Waleri. Jajagu identik dengan Candi Jago di Malang, sementara toponim Waleri dekat dengan Mleri. Meski legenda ini mungkin saja benar, namun bukan berarti makam yang berada di kekunaan ini adalah makam Wisnuwardhana, sebab pada masa itu raja-raja didharmakan dengan cara dicandikan. Kemungkinan makam-makam pada kekunaan ini merupakan produk budaya dari masa-masa selanjutnya.

Info: Beberapa panil relief dari Kekunaan Mleri telah dipindahkan ke Museum Penataran dan Museum Trowulan. Berikut beberapa panil relief yang masih terdokumentasi dalam perjalanan D’Trav tahun 2010.

Mitos yang tak kalah seru adalah mitos mengenai relief harimau putih. Menurut penuturan juru pelihara Kekunaan Mleri, harimau para relief tersebut dapat hidup pada malam malamm tertentu. Relief ini terdapat di sebelah kiri bangunan cungkup. Relief Harimau pada bebrapa candi biasanya berkaitan dengan kisah-kisah tantri atau pun bukbuksah gagangaking. Sayangnya kelanjutan panil relief harimau ini tidak ditemukan, sehingga belum dapat diketahui alur ceritanya.

Bagi kalian yang penasaran dengan Kekunaan Mleri, langsung saja cek ke TKP. Memang pagar kekunan ini biasanya terkunci, namun kalian bisa menghubungi juru pelihara untuk membukakannya. Juru Pelihara bertempat tinggal di barat kekunan. Semoga gak nyasar. Selamat bepetualang 😀


Writer: Galy Hardyta

Participaant: Anggun, Galy, Ali Moes, Ardi, Dea Atmaji, Ela, Ely, Hesti, Kunti, dan kawan-kawan

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *