Skip to content

Kelompok Arca Pijiombo, Jejak Masa Klasik di Perkebunan Pijiombo Blitar

Kelompok arca karangrejo

Sering didapati bahwa perkebunan-perkebunan tinggalan masa kolonial di Blitar menyimpan benda peninggalan sejarah masa klasik. Misalnya saja seperti Perkebunan Teh Sirah Kencong dan Perkebunan Gambar yang di areanya terdapat bangunan candi. Masih ada sejumlah perkebunan lain yang juga memiliki kekayaan serupa, tak terkecuali Perkebunan Pijiombo. Perkebunan Pijiombo secara administratif terletak di Desa Ngadirenggo, Kec. Wlingi. Pada area perkebunan ini terdapat sejumlah arca masa klasik. Untuk mudahnya kita sebut saja Situs Pijiombo ini dengan sebutan Kelompok Arca Pijiombo.

Letak

Telah disinggung sebelumnya bahwa Kelompok Arca Pijiombo ini terletak di Perkebunan Pijiombo, Desa Ngadirenggo, Kec. Wlingi, Kab. Blitar. Letaknya berada di belakang bangunan perkebunan, namun terlihat dari tepi jalan menuju Sirah Kencong via Tegalasri, sebelum melewati Puncak Kejora.

Kelompok Arca Pijiombo

Sejarah

Kelompok Arca Pijiombo telah tercatat dalam laporan Belanda tahun 1908. Pada laporan tersebut disebutkan bahwa pada Situs Pijiombo terdapat benda peninggalan berupa tembikar, arca dwarapala, arca naga, arca singa, tiga buah arca tak dikenal, jambangan berhias pahatan padma, dan kemuncak.

Kelompok Arca Pijiombo, Jejak Masa Klasik di Perkebunan Pijiombo Blitar 1

Keberadaan situs ini juga dilaporkan dalam Penelitian dan Pengkajian Kepurbakalaan di Sepanjang Sungai Lekso Kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar, Propinsi Jawa Timur tahun 1995. Dalam laporan tersebut dicantumkan dugaan bahwa benda cagar budaya di Perkebunan Pijiombo ini merupakan bagian dari Candi Sirahkencong. Selain karena letak geografis antara kedua situs berdekatan, pada masa kolonial Pijiombo juga merupakan tempat petinggi perkebunan.

Kondisi Situs Pijiombo

Kondisi Situs Pijiombo cukup terawat. Kelompok arca ini dikumpulkan pada sebuah bangunan kecil lengkap dengan atap peneduh. Akan tetapi, jika dicermati jenis dan jumlah benda cagar budaya yang tersimpan sudah tidak selengkap seperti pada catatan Belanda. Saat ini traveler sekalin hanya akan menjumpai sebuah arca tokoh (arca tak dikenal), arca singa, kemuncak, jambangan bermotif padma dan fragmen arca.

Situs pijiombo

Fragmen arca berbentuk ekor melingkar diduga merupakan fragmen dari arca naga, sebab dalam keterangan Belanda memang ekor arca naga tersebut dilipat masuk ke dalam. Arca singa pada Situs Pijiombo cukup ikonik sebab digambarkan dengan kedua tangannya diangkat ke atas.


Writer: Galy Hardyta

Sumber:

  • Rapporten Oudheidkundig Onderzoek tahun 1908
  • Penelitian dan Pengkajian Kepurbakalaan di Sepanjang Sungai Lekso Kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar, Propinsi Jawa Timur tahun 1995

Participant: Anggun, Galy

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan