Skip to content

Wisata Sumber Ubalan Kediri

Wisata Sumber Ubalan Kediri 2Wisata Sumber Ubalan

Wisata Sumber Ubalan merupakan sebuah obyek wisata mata air yang terletak di Desa Kalasan, Kecamatan Plosoklaten, Kab Kediri. Letaknya sekitar 19 Km di timur Kota Kediri.

Rute

Dari arah Kediri

Dari Kediri silahkan menuju ke arah Wates kemudian lanjutkan perjalanan ke arah Plosoklaten, nanti akan dijumpai tugu penunjuk Wisata Ubalan yang cukup mentereng.

Dari arah Surabaya

Dari arah Surabaya bisa melalui Pare kemudian menyusuri Jalan Raya Plosoklaten-Wates.

Dari arah Blitar

Dari arah selatan, dari Blitar dapat menyusuri Jalan Raya Ponggok kemudian ke arah Wates. Kecamatan Wates Kediri terus ke utara sampai nanti tiba di Desa Kalasan.

Sejarah Pengelolaan

Wisata Sumber Ubalan Kediri 3

Prasasti pembangunan saluran air Sumber Ubalan

Sumber Ubalan pertama kali dikelola pada tahun 1891, tepatnya pada tanggal 15 Agustus sesuai dengan bunyi prasasti yang saat ini masih ada di dekat sumber. Peletakan batu pertama untuk pembuatan saluran air dilakukan oleh seorang Administrator Kalasan berkebangsaan Belanda bernama Boon. Kini Sumber Ubalan telah menjelma menjadi kawasan wisata yang menarik.

Tiket dan Fasilitas

Wisata Sumber Ubalan Kediri 4

Aneka fasilitas Wisata Sumber Ubalan

Tiket masuk Wisata Sumber Ubalan sebesar Rp. 4.000,- untuk dewasa pada weekday, dan sebesar Rp. 5.000,- untuk dewasa pada weekend. Besaran tiket ini dapat beruah sewaktu-waktu seusai kebijakan pengelola. Tiket masuk tersebut belum termasuk retribusi parkir kendaraan. Dengan tiket yang tergolong murah, fasilitas yang dapat kalian nikmati di Ubalan cukup lengkap. Ada kolam renang, bumi perkemahan, kafetaria, area pemancingan, panggung hiburan, gedung pertemuan, taman bermain anak, mushola, dan toilet. Komplit kan? 😀

Daya Tarik

Wisata Sumber Ubalan Kediri 5

Sign Board Wisata Sumber Ubalan

Sesuai dengan namanya, Wisata Sumber Ubalan menawarkan kejernihan Sumber Ubalan sebagai daya tarik utamanya. Sumber air tersebut dikelilingi oleh hutan lindung seluas 10 Ha. Keberadaan hutan lindung tersebut tidak dapat dipisahkan dari Wisata Ubalan dan menjadi daya tarik tersendiri. Berbagai jenis pohon tumbuh dengan liar dan menjadikan suasana alami di sekitar sumber semakin hidup.

Wisata Sumber Ubalan Kediri 6

Gerbang menuju mata air Ubalan

Wisata Sumber Ubalan Kediri 7

Saluran air dari sumber Ubalan

Sumber Ubalan ini terletak di ujung timur kawasan wisata. Untuk menuju ke sana sudah tersedia jalan beton yang landai. Jalan tersebut melintang menembus hutan dan sejajar dengan kanal air yang menghubungkan sumber dan kolam renang. Suasana hutan yang alami akan menemani perjalanan travelers sekalian hingga sampai di lokasi sumber.

Legenda Sendang Kalasan

Sumber Ubalan begitu jernih. Siapa saja pasti tak bisa menahan hasrat untuk berenang di sumber tersebut. Namun sayang, berenang di area ini tidak diperkenankan karena berbahaya. Kalau main-main air sedikit boleh lah hehehe… 😀 Hal ini mungkin berkaitan dengan legenda Gendam Semaradana yang menyeburkan diri ke mata air ini, namun tidak kunjung kembali sehingga dianggap telah hilang dan menjelma menjadi makhluk halus penunggu mata air. Dalam Babad Kadhiri disinggung mengenai keberadaan Sumber Ubalan yang dulu disebut sebagai Sendang Kalasan. Sendang Kalasan ini tak bisa dilepaskan dari Legenda Adipati Panjer dan Gendam Smaradana.

Wisata Sumber Ubalan Kediri 8

Sendang Kalasan atau Sumber Ubalan

Alkisah, kala Kiyai Adipati Panjer mengadakan sabung ayam di Kadipaten Panjer, ikutlah seorang pemuda tampan bernama Gendam Semaradana. Ketampanannya tersohor di seluruh Daha. Gendam Smaradana menggoda dan memikat istri Adipati Panjer. Sang Adipati yang mengetahuinya murka dan mencoba membunuh Gendam. Serangan Adipati berhasil dihindari dan justru Gendam berhasil melukai sang Adipati. Karena terluka Adipati mencoba menuju mata air (belik) miliknya yang dapat menyembuhkan luka. Belum sempat menyembuhkan luka, ternyata Gendam sudah menyusul dan menantang Adipati untuk kembali berduel. Sang Adipati bangkit, namun tak lama kemudian tersungkur dan meninggal.

Mengetahui Adipati Panjer meninggal, Gendam dikepung warga. Gendam lari ke rumahnya namun masih terus dikejar. Ia kembali berlari sampai tiba di Desa Kalasan, kemudian menceburkan diri ke Sendang Kalasan. Warga mencari dan menunggu Gendam ke luar sendang, namun Gendam tidak kunjung keluar. Warga percaya bahwa Gendam telah berubah menjadi siluman penunggu Sendang Kalasan.

Sepeninggal Kiyai Adipati Panjer, Gendam Smaradana diarcakan oleh cucu Adipati. Arca tersebut adalah arca yang berada di Desa Panjer, yang saat ini dikenal sebagai Situs Panjer.


Sember:

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan