Skip to content

Situs Reco Manten, Masih Bagian dari Situs Tulungrejo Tulungagung

Situs Reco Manten, Masih Bagian dari Situs Tulungrejo Tulungagung 2

Situs Reco Manten bersama dengan Situs Reco Guru secara umum disebut sebagai Situs Tulungrejo. Sebab keduanya secara administratif terletak di Desa Tulungrejo, Kec. Karangrejo, Tulungagung. Jarak antar kedua situs tersebut cukup dekat, kurang lebih 300 meter saja. Untuk Situs Reco Guru kami ulas dalam artikel tersendiri.

Rute

Situs Reco Manten berada tak jauh dari ruas Jalan Raya Jeli yang menghubungkan Karangrejo Tulungagung dengan Mojo Kediri.

Dari Tulungagung

Dari Tulungagung silakan menuju Ngujang. Pertigaan Lampu Merah Ngujang (Sebelum Jembatan Ngantru) belok ke kiri menuju ke arah Karangrejo. Perempatan Lampu Merah Karangrejo belok ke kanan ke arah Kediri (Ploso/ Mojo). Ikuti Jalan Raya Jeli. Pada pertigaan Kantor Desa Jeli akan dijumpai rambu petunjuk arah menuju Situs Tulungrejo. Ikuti arah yang ditunjukkan hingga tiba di lokasi situs.

Dari Blitar

Dari Blitar arahkan perjalanan ke Ngantru. Pertigaan Jembatan Ngantru belok ke kiri. Kemudian di Pertigaan Lampu Merah Ngujang belok kanan hingga menjumpai Perempatan Lampu Merah Karangrejo. Dari sini tinggal mengikuti rute yang sama dengan penjabaran rute Tulungagung di atas.

Dari Kediri

Dari Kediri silakan menuju Mojo kemudian menyeberangi jembatan Jeli untuk tiba di Tulungagung. Ikuti terus Jalan Raya Jeli hingga tiba di Pertigaan Kantor Desa Jeli. Dari pertigaan tersebut belok ke kanan mengikuti rambu petunjuk arah menuju Situs Tulungrejo.

Dari Trenggalek

Dari Trenggalek silakan menuju Kalangbret Tulungagung. Pertigaan Lampu Merah Puskesmas Kauman belok ke kiri mengikuti rambu petunjuk arah ke Jombang Kediri Surabaya. Ikuti jalan raya yang relatif lurus tersebut hingga tiba di Perempatan Lampu Merah Karangrejo. Dari sini lurus saja kemudian mengikuti rute yang sama dengan penjabaran rute Tulungagung di atas.

Situs Reco Manten

Yoni Nagaraja

Situs Reco Manten terdiri dari sebuah yoni Nagaraja (yoni yang ceratnya disangga naga bermahkota). Yoni tersebut berada di atas tumpukan bata kuno. Di sekitar lokasi Situs Reco Manten memang dapat dijumpai sebaran bata kuno yang masih terpendam.

situs reco manten

Yoni Reco Manten ukurannya sedikit lebih besar dari yoni Reco Guru. Ada yang unik dari yoni Nagaraja Reco Manten ini, di mana pada bagian sisi kirinya terdapat relief raksasa gana. Gana meupakan sosok raksasa yang sering digambarkan dalam candi candi dengan posisi jongkok sambil menyangga.

Situs Reco Manten, Masih Bagian dari Situs Tulungrejo Tulungagung 3

Yoni Situs Reco Manten tidak memiliki pahatan-pahatan yang detail seperti Yoni Reco Guru. Memang ada sejumlah motif belah ketupat pada pelipitnya, namun belah ketupat tersebut polos tanpa pahatan. Pada bagian atas yoni juga tidak terdapat lubang yang biasanya ada untuk menancapkan lingga. Oleh karena itu muncul dugaan bahwa yoni ini belum selesai dibuat. Ketiadaan lubang pada bagian atas yoni juga memunculkan dugaan bahwa yoni ini sebenarnya adalah lapik arca. Dahulu pada situs Reco Manten memang pernah ditemukan arca dewa dewi (masyarakat setempat menyebutnya arca pengantin/ reco manten).

Arca Pengantin (Reco Manten)

Situs Reco Manten, Masih Bagian dari Situs Tulungrejo Tulungagung 4

Arca Dewa Dewi, Arca Raja dan Ratu, Arca Pengantin atau bagaimanapun penyebutannya, arca ini memang menggambarkan sepasang tokoh pria dan wanita yang berdampingan. Tokoh wanita yang ada pada Arca Pengantin memegang cermin. Menurut Kempers, keberadaan cermin mengindikasikan bahwa tokoh wanita tersebut adalah Dewi Parwati, sakti Dewa Siwa. Di sisi lain, tokoh wanita pada Reco Manten memiliki penggambaran raut wajah dan asesoris yang mirip dengan Arca Perwujudan Suhita dari Situs Reco Guru.

Arca Pengantin asal Tulungagung ini kini disimpan di Museum Gajah Jakarta atau lebih dikenal dengan nama Museum Nasional. Arca ini disimpan dengan kode 5442.

Bangunan Pendharmaan

Keberadaan arca yang oleh beberapa ahli ditafsirkan sebagai Suhita pada Situs Reco Guru, memunculkan dugaan bahwa situs tersebut merupakan bangunan pendharmaan bagi Suhita yang disebut Singajaya. Berita mengenai tempat pendharmaan Suhita termuat dalam Kitab Pararaton sebagai berikut:

Bhre Parameswara mokta, sang mokta ring Wisnubhawana i saka naga gagagni sitangsu, dhinarmeng Singhajaya. Bhre Keling mokta dhinarmeng Apaapa. Bhre Prabhu Stri moktai saka nawarasagni sitangsu tunggaldhinarmeng Singhajaya.

Artinya:

Baginda Parameswara wafat, ia wafat di Wisnubhawana pada tahun saka Ular Golongan Api Bulan (1359), dicandikan di Singajaya. Baginda Keling wafat dicandikan di Apaapa. Sri Ratu Prabu Stri wafat pada tahun saka sembilan rasa api bulan (1369), dicandikan di Singajaya.

Letak Situs Reco Manten begitu dekat dengan Reco Guru, mungkinkah keduanya berkaitan? Sesuai berita yang dimuat dalam Pararaton di atas, Bhre Ratu Prabu Stri alias Ratu Suhita didharmakan di Singajaya bersama dengan suaminya yaitu Bhre Parameswara. Apakah arca pengantin di Situs Reco Manten merepresentasikan pasangan suami istri Bhre Parameswara dan Suhita yang didharmakan pada tempat yang sama?

Cerita Rakyat

Menurut cerita rakyat setempat, asal usul Reco Manten bermula dari dua sejoli yang ingin menikah namun memperoleh tentangan. Mereka nekat menikah dan akhirnya terkutuk menjadi arca pengantin.


Writer: Galy Hardyta

Sumber:

Participant: Galy, Hadi, Rendro, Hilmi, Nidu, Riris, Wulan

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan