Skip to content

Situs Butun Blitar, Mungkinkah Karsyan Kuno yang Dimuat dalam Nagarakrtagama?

Lwir ning dharma ipas karsyan i sumpud rupit mwang pilan len tekang pucangan jagaddita pawitra mwang butun tan kasah, kapwa teka hana pratista sabha len lingga pranalapupul, mpungku sthapaka sang mahaguru paneguh ni sarat kotama.

Artinya:

Mengenai dharma ipas karsyan adalah Sumpud, Rupid, dan Pilan, lainnya lagi adalah Pucangan, Jagaddita, Pawitra dan Butun tak ketinggalan. Di sana terdapat pratista sabha dan lingga pranala lengkap. Pemimpin yang terkemuka disebut Sang Mahaguru, ialah pelindung dunia yang utama.

Dalam uraian Nagarakrtagama di atas disinggung mengenai tujuh karsyan yang ada di masa Majapahit. Sejauh ini dari nama nama tersebut yang masih dapat kita kenali adalah Pucangan di Jombang dan Pawitra (Gunung Penanggungan). Pada daftar terakhir, disebutlah suatu karsyan bernama Butun. Di Kab. Blitar, tepatnya di Kecamatan Gandusari terdapat sebuah desa yang bernama Butun.

Di Desa Butun terdapat Situs Butun/ Situs Balong yang diekskavasi pada tahun 1986 namun dipendam kembali. Selain itu terdapat pula sejumlah umpak dan batu candi yang masih dapat kita saksikan sampai saat ini. Yang menarik lagi, letak Desa Butun ini tak terlalu jauh dengan Desa Gadungan dan Desa Sukosewu yang memiliki banyak sekali sebaran situs. Mungkinkah Karsyan Butun yang disebut dalam Nagarakrtagama tersebut ada di Desa Butun ini? Menarik untuk dikaji 😀

Situs Butun, Dokumentasi Balai Arkeologi Yogyakarta, 1986 dalam: tatkalam.blogspot.com

Watu Dakon di Dusun Balong, laporan warga setempat dalam diskusi di forum facebook D’Travellers Blitar

Umpak-umpak di Desa Butun

Karsyan adalah tempat bersemayamnya para rsi yang hidup menyepi, menarik diri dari dunia ramai. Dalam satu karsyan terdapat pratista sabha dan juga lingga pranala. Pratista sabha adalah kumpulan dari bangunan suci dan juga arca yang biasanya terletak di tempat terbuka, satu tempat yang disucikan seperti di bawah pohon besar atau di ketinggian bukit-bukit lereng gunung. Memang di lereng gunung Gedang Desa Gadungan (8 km dari Butun) terdapat sebaran struktur bangunan kuno dari masa Majapahit. Sementara itu, lingga pranala adalah tempat suci untuk memuliakan lingga sebagai lambang Siwa dan pranala/ yoni sebagai lambang Parwati.


Writer: Galy Hardyta

Sumber:

  • Munandar A. A., W. R. Wahyudi. 1995. Candi Dadi Sebagai Bangunan Karsyan: Re-Interpretasi Fungsional. Fakultas Sastra. Universitas Indonesia. Jakarta.
  • tatkalam.blogspot.com
  • Foto kiriman Cah Ndableg Areq Mberjambe 

Participant: Adon, Galy, Andrik

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *