Skip to content

Menelusuri Peninggalan Sejarah di Desa Gadungan Gandusari Blitar

Desa Gadungan berada di wilayah Kecamatan Gandusari, Kab. Blitar. Desa ini terletak di kaki Gunung Gedang yang merupakan rangkaian dari Gunung Kelud. Desanya cukup terpencil di era modern ini, namun merupakan tempat yang sangat penting di era klasik silam. Hal ini terbukti dengan banyaknya sebaran benda cagar budaya di desa ini. Kali ini DTrav mencoba menelusuri dan mendokumentasikan peninggalan-peninggalan yang terdapat di Desa Gadungan.

Peninggalan sejarah masa klasik yang terdapat di Desa Gadungan antara lain adalah: Candi Wringin Branjang; Komplek Situs Gadungan (Situs Gunung Gedang); Situs Lingga Gadungan; Situs Sukosari; Kekunaan Dermosari; Kekunaan Punden Mbah Jegeg; Kekunaan Punden Mbah Suko; Kekunaan Putukrejo; Kekunaan Rotorejo; Kekunaan Sukomulyo.

Meski terletak dalam satu desa, tapi mencari lokasi peninggalan-peninggalan tersebut bukan lah perkara yang mudah. Oleh karenanya dalam perjalanan ini kami dibantu Mas Sumantri (Juru Pelihara Candi Wringin Branjang).

Candi

Candi Wringin Branjang

Sebagai titik awal perjalanan, candi ini memiliki segudang daya tarik untuk di bahas, mulai dari asal usul, sejarah, arsitektur, hingga orientasi.

candi wringin branjang

Menurut cerita yang berkembang, saat awal mula di temukan, candi ini dililit pohon serupa beringin. Oleh karenanya candi ini dinamai Wringin Branjang. Candi ini memiliki arsitektur dan tata letak yang unik. Bentuk candinya cukup sederhana. Bangunan candi terdiri dari bilik candi berdenah segi empat dengan atap berbentuk limas. Kaki Candi dipercaya masih terpendam di bawah tanah. Bangunan candi tersusun dari batu andesit.

Orientasi candi ini juga unik, kalau kebanyakan candi menghadap timur atau barat, candi ini justru menghadap ke selatan. Asumsinya adalah candi ini diperuntukkan bagi dewa-dewa yang bersemayam di puncak Gunung Kelud di sebelah utara candi. Inilah salah satu ke unikan candi-candi periode Jawa Timur.

Untuk kesejarahannya diduga Candi Wringin Branjang berkaitan dengan SItus Gadungan yang hanya berjarak beberapa puluh meter di belakangnya. Pada Situs Gadungan terdapat inskripsi angka tahun sehingga kronologi kesejarahannya dapat diketahui.

Situs

Situs Gadungan

Situs Gadungan disebut juga Candi Gunung Gedang. Situs ini mencakup lokasi yang cukup luas. Tinggalannya juga sangat beragam, mulai dari struktur bangunan hingga tinggalan-tinggalan lepas yang terbuat dari batu andesit.

Pada halaman depan situs terdapat struktur gapura. Sedikit bergeser kebelakang terdapat beberapa tinggalan lepas, dan struktur berbentuk altar. Pada altar tersebut terdapat sebuah tugu berinskripsi yang manunjukkan tahun 1231 Saka (1309 Masehi). Angka tahun ini dapat dijadikan salah satu sumber kronologi sejarah pada Situs Gadungan dan situs-situs di sekitar Gunung Gedang termasuk Candi Wringin Branjang. Tahun 1231 Saka masuk dalam era Kerajaan Majapahit periode awal pemerintahan Raja Jayanegara.

gapura candi gunung gedang

Struktur Gapura Situs Gadungan.

Menelusuri Peninggalan  Sejarah di Desa Gadungan Gandusari Blitar 2

Tinggalan lepas Situs Gadungan.anka tahun situs gadungan

Inskripsi Angka tahun Situs Gadungan.

desa gadungan

Lapik arca dan beberapa komponen berbahan batu andesit. Salah satu komponen mimiliki bentuk serupa nisan.

situs gadunganAltar Situs Gadungan.

Selain struktur yang tersusun dari batu candi, di sekitar Situs Gadungan juga ditemukan struktur berundak yang disusun dari batu-batu alam. Di utara Situs Gadungan juga masih bisa dijumpai struktur-struktur lainnya, seperti Punden Mbah Semar, dan Punden Gadungan. Cakupan dari situs-situs di seputar Gunung Gedang ini benar-benar luas.

kekunaan punden semarPunden Semar.

kekunaan punden gadunganPunden Gadungan.

Diduga Candi Wringin Branjang, Situs Gadungan, dan punden-punden di sekitarnya merupakan satu komplek percandian yang saling berkaitan. Melihat dari keletakannya yang dekat dengan Gunung Kelud, diduga komplek percandian ini diperuntukkan bagi dewa-dewa yang bersemayam di puncak Kelud.

Situs Lingga Gadungan

Di luar area Gunung Gedang sebaran benda cagar budaya di Desa Gadungan masih sangat banyak. Di dekat Monumen Mastrip Desa Gadungan terdapat sebuah lingga. Lingga ini berukuran sangat besar, Tingginya sekitar 150 cm, belum termasuk bagian yang terpendam. Lingga yang terletak di area persawahan ini diduga merupakan tapal batas desa kuno. Selain lingga, di sekitar persawahan ini juga bisa dijumpai sejumlah batu candi.

lingga tapal batasLingga tapal batas terlihat dari kejauhan.

lingga tapal batas gadunganUkuran lingga dibandingkan dengan ukuran manusia 😀

Menelusuri Peninggalan  Sejarah di Desa Gadungan Gandusari Blitar 3

Batu candi. Dokumentasi DTrav 2019. Updated by Hadi.

Situs Sukosari

situs sukosari

Situs Suko Sari.

Situs Sukosari terletak di Dusun Sukosari. Pada Situs ini ditemukan balok-balok batu candi, umpak, dan kemuncak/ altar yang terbuat dari batu andesit. Ornamen hias pada batu batu Situs Sukosari sangat minimalis serupa dengan ornamen pada situs-situs di Gunung Gedang.

Kekunaan

Kekunaan Dermosari

kekunaan dermosari

Kemuncak Dermosari.

Kekunaan Dermosari terletak di area pemakaman umum. Letaknya berada disekitar makam sesepuh Dusun Dermosari. Benda Cagar Budaya yang terdapat di lokasi ini adalah kemuncak dan inskripsi berangka tahun 1172 Saka (1250 Masehi). Angka tahun Inskripsi Dermosari masuk dalam kurun waktu berkuasanya Kerajaan Singhasari periode pemerintahan Raja Wisnuwardhana.

Menelusuri Peninggalan  Sejarah di Desa Gadungan Gandusari Blitar 4

Inskripsi Dermosari. Dokumentasi DTrav 2020. Updated by Hadi.

Kekunaan Punden Mbah Jegeg

Menelusuri Peninggalan  Sejarah di Desa Gadungan Gandusari Blitar 5

Punden Mbah Jegeg. Dokumentasi DTrav 2019. Updated by Hadi.

Kekunaan Punden Mbah Jegeg terdiri dari beberapa balok batu candi yang digunakan sebagai nisan makam keramat. Selain batu berbentuk balok, dijumpai pula umpak batu polos tanpa ornamen hias.

Kekunaan Punden Mbah Suko

kekunaan punden sukoKomponen miniatur candi yang disebut Punden Mbah Suko.

lingga semu punden sukoLingga semu.

Kekunaan Punden Mbah Suko terletak tak jauh dari Situs Sukosari dan sama sama terletak di Dusun Sukosari.

Kekunaan Putukrejo

kekunaan putukrejoWatu GIlang.

Kekunaan Putukrejo terletak di Dusun Putukrejo. Kekunaan ini dikenal juga dengan nama Watu Gilang. Pada kekunaan ini bisa dijumpai beberapa batu candi, kemuncak, dan umpak. Ornamen hias dari benda-benda ini tidak jauh berbeda dengan ornamen pada Situs Sukosari dan situs-situs di Gunung Gedang.

Kekunaan Rotorejo

arca mbah gimbalArca tokoh berlengan empat, tangan kanan belakang memegang tasbih.

Kekunaan Rotorejo terletak di Dusun Rotorejo. Kekunaan ini lebih popular disebut dengan nama Mbah Gimbal. Mbah Gimbal adalah arca tokoh yang ada di Kekunaan ini. Selain arca tokoh, dijumpai pula beberapa batu candi.

kekunaan rotorejo

Mbah Gimbal.

Letak Kekunaan Rotorejo ini sangat terpencil. Rute menuju kekunaan ini juga lumayan berat karena harus melewati jalanan yang naik turun dan berkelok-kelok. Kekunaan ini terletak tak jauh dari Bendungan Ngusri.

Kekunaan Sukomulyo

Kekunaan Sukomulyo terletak di Dusun Sukomulyo. Kekunaan ini terdiri dari benda-benda cagar budaya yang terdiri dari batu candi berbahan batu andesit, fragmen berbahan batu kapur, fragmen berbahan terakota (tembikar/ tanah liat), umpak, pipi tangga yang ujungnya membentuk ukel, dan yoni. Di sekitar Gunung Kelud jarang dijumpai material alam batu kapur. Apakah mungkin fragmen-fragmen berbahan batu kapur di Kekunaan Sukomulyo ini didatangkan dari luar daerah? Daerah Blitar selatan memiliki sumber daya batu kapur yang cukup melimpah.

kekunaan sukomulyo gadungan

Batu candi dan umpak di Kekunaan Sukomulyo.

kekunaan sukomulyoAneka ragam fragmen.

yoni sukomulyoYoni Sukomulyo.

Di antara situs dan kekunaan yang tersebar di Desa Gadungan, Kekunaan Sukomulyo ini memiliki ragam hias yang paling kaya.

Batu Candi

Menelusuri Peninggalan  Sejarah di Desa Gadungan Gandusari Blitar 6

Batu candi Gadungan.

Selain peninggalan-penggalan yang terletak di situs-situs dan kekunaan, di beberapa titik Desa Gadungan juga dapat dijumpai sejumlah batu candi. Batu-batu tersebut ada yang hanya berbentuk balok polos, ada pula yang berwujud komponen candi seperti kemuncak.

. . .

Demikian lah peninggalan-peninggalan sejarah masa klasik yang terdapat di Desa Gadungan. Sungguh julukan region of thousand temple layak disematkan pada Blitar. Ini baru di satu desa lho. Belum desa-desa yang lain. 😀

kekunaan mbah gimbal

DTravellers Blitar dalam penelusuran peninggalan sejarah di Desa Gadungan.


Writer : Galy Hardyta

Narasumber :

  • Mas Andrik (Pamong Budaya Kab. Blitar 2014 – 2015)
  • Mas Sumantri (Juru Pelihara Wringin Branjang)

Participant: Galy, Upheeck, Syaiful, Aima, Andrik, Anggun, Bagus, Chris, Dafid, Fandi, Ian, Sumantri, Veri, Yui

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!