Skip to content

Gua Selomangleng Kediri, Pertapaan Kuno di Kota Kediri

Gua Selomangleng Kediri merupakan gua pertapaan kuno yang terletak di antara Gunung Klotok dan Bukit Maskumambang. Secara administratif gua ini terletak di Desa Pojok, Kec. Mojoroto, Kota Kediri. Rute menuju Gua Selomangleng adalah sebagai berikut: Masjid Agung Kota Kediri ke barat menyebrangi Sungai Brantas – Lurus saja sampai Terminal Bus Tamanan kemudian belok kanan – Ikuti ruas Jl. Dr. Sahardjo sejauh 2 km hingga menjumpai papan petunjuk arah menuju Selomangleng – Belok kiri sejauh 2 km dan kalian akan tiba di Gua Selomangleng.

Selain di Kediri, Gua Selomangleng juga terdapat di Tulungagung. Di antara keduanya hanya memiliki kesamaan nama saja. Selomagleng berasal dari Bahasa Jawa yang berarti lubang pada batu.

Gua Selomangleng Kediri menghadap ke arah tenggara. Secara keseluruhan gua ini terbagi menjadi empat ruangan. Hanya dua ruangan yang tampak dari luar gua, sementara dua lainnya hanya tampak saat para traveler sekalian memasuki pintu gua. Ruangan-ruangan di Gua Selomangleng Kediri sangat kaya akan relief, baik relief yang memiliki makna religi mupun relief dekoratif.

Relief Naga

Relief Garuda atau Suppana

Saat memasuki pintu gua sebelah kiri kalian akan menjumpai relief pertapa berambut panjang yang dekelilingi relief-relief lainnya. Dari ruangan ini kalian akan menjumpai ruangan lagi namun lebih sempit yang terletak di sebelah kiri. Dalam ruangan ujung kiri ini juga akan dijumpai relief pertapa. Dari pintu gua sebelah kanan kalian akan menjumpai ruangan kosong. Reliefnya hanya dijumpai pada dinding kanan dan kiri, sedangkan pada dinding belakang kosong namun terdapat inskripsi yang ditulis dengan aksara jawa kuno dari periode awal. Pada dinding sebelah kanan terdapat relief kala dan merupakan pintu masuk ke ruangan paling ujung kanan. Sementara pada dinding kiri terdapat pintu tembus menuju pintu gua sebelah kiri. Di dalam ruangan ujung kanan terdapat altar dan sejumlah relief pada dindingnya.

Ruangan pintu sebelah kiri

 Ruangan ujung kiri yang terlihat dari pintu gua sebelah kiri

Relief pertapa pada ruangan ujung kiri

Pintu tembus dari pintu gua sebelah kiri menuju pint gua sebelah kanan. Terlihat keberadaan kala sebagai penanda pintu masuk ruang ujung kanan

Kondisi ruangan ujung kanan

Menurut Lydia Kieven dalam Worshiping Siva and Buddha: The Temple Art of East Java, latar belakang keagamaan Gua Selomangleng Kediri adalah Budha. Hal ini didasarkan pada keberadaan sejumlah relief pertapa yang diidentifikasi sebagai Budha. Sementara itu keberadaan relief Garuda dan Naga tidak menjadi permasalahan, karena kedua makhluk mitologi ini sama sama ada dalam agama Hindu dan Budha. Pertarungan Garuda dan Naga dalam Agama Budha terdapat pada Maha Samaya Sutta.

Berdasarkan cerita rakyat, Gua Selomangleng dipercaya sebagai gua pertapaan dari tokoh bernama Dewi Kilisuci. Tokoh Dewi Kilisuci identik dengan Sangramawijaya Tunggadewi salah satu anggota keluarga Raja Airlangga yang memilih menjadi pertapa dan menepi dari keramaian. Sementara itu berdasarkan kesamaan ornamennya dengan ornamen pada Patirtaan Jolotundo, Mojokerto (977 Masehi) dan berdasarkan keberadaan sejumlah inskripsi pada dinding gua yang ditulis dengan Aksara Jawa Kuno periode awal, diduga gua ini berasal dari abad ke 10 M.

Kurun waktu abad ke-10 memang bertepatan dengan Pemerintahan Raja Airlangga dari Kerajaan Kahuripan. Peristiwa penting lainnya yang juga terjadi pada abad Ke-10 adalah pembagian Kahuripan menjadi Panjalu (Kadhiri) dan Jenggala karena Sangramawijaya Tunggadewi menolak menjadi penerus tahta Airlangga. Kerajaan kemudian dibagi dua untuk keturunan Airlangga lainnya yakni Samarawijaya dan Garasakan.

Di masa kini, Gua Selomangleng telah dikembangkan menjadi sebuah kawasan wisata terpadu. Situs pertapaan kuno ini telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung dan area parkir pengunjung yang luas. Situs ini juga terintegrasi dengan area kolam renang, Museum Airlangga, dan Bukit Maskumambang. Tak ada salahnya para traveler sekalian untuk mampir ke gua ini saat sambang ke Kota Kediri. Bagi DTrav sendiri, Gua Selomangleng adalah obyek wisata yang spesial karena semua perjalanan-perjalanan DTrav diawali dari gua ini pada tahun 2009 silam.


Writer: Riezta Aditya H. (Kcing)

Sumber:

  • Worshiping Siva and Buddha: The Temple Art of East Java

Participant: Galy, Kcing, Meitika

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *