Skip to content

Candi Ngetos dan Mitos Negeri Ngatas Angin

Candi Ngetos. Barangkali candi ini sudah begitu populer bagi kalayak Nganjuk dan sekitarnya. Candi Ngetos merupakan sebuah candi penting dari era Majapahit yang terletak di kawasan Kabupaten Nganjuk. Candi Ngetos terletak di lereng utara Gunung Wilis dan secara administratif berada di Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos. Setelah sekian lama mendengar mengenai ketenaran candi ini, akhirnya pada perjalanan kali ini DTrav berkesempatan untuk menyambanginya. Oke.. sebelum bercerita lebih jauh, terlebih dahulu akan kami ceritakan kronologi perjalanan ini. 😀

road to candi ngetosSeperti biasanya, perjalanan kami selalu diawali dari Blitar. Perjalanan dari Blitar ke Candi Ngetos di Nganjuk lumayan jauh. Jika ditarik garis lurus saja, jaraknya sudah hampir 60 km, itu belum jarak real yang harus kami tempuh lho.. Okelah kami berangkat pagi biar gak kesiangan sampai di tujuan. Mengawali perjalanan pada pukul 09.00 WIB, kami estimasikan sampai di tujuan pada pukul 11.00 WIB. Syukurlah berkat kondisi jalan yang sudah aspal mulus, akhirnya kami bisa sampai di tujuan lebih awal.

Rute yang kami lalui adalah rute standar untuk menuju Nganjuk, rute ini sangat mudah diikuti. Berikut rincian rute dari Blitar menuju Candi Ngetos: Blitar – Srengat – Kediri – Pace (Nganjuk) – Berbek – Ngetos. Poin penting rute ini adalah pada pertigaan Kantor Camat Pace, dari pertigaan tersebut rute yang tercepat berada pada percabangan sebelah kiri. Dengan menyusuri rute tersebut kami sampai di Berbek. Dari Berbek kami melanjutkan perjalanan ke arah Sedudo, tapi tidak sampai jauh kami sudah menjumpai plang menuju Candi Ngetos. Dengan mengikuti petunjuk dari plang tersebut akhirnya kami sampai di Candi Ngetos.

Candi Ngetos

Tidak perlu terlalu mblusuk untuk mencari candi ini, karana lokasinya berada dipinggir jalan. Candinya gede, merah pula. Pokoknya mencolok banget. Hehehe 😀 Sayangnya area candinya sempit, sehingga agak sulit untuk mendapatkan angle yang pas buat foto. Hem.. ndak apa deh, difoto sebisanya.

candi ngetos nganjuk (1)

candi ngetos nganjuk (4)

candi ngetos nganjuk (2)

candi ngetos nganjuk (3)

arca candi ngetosCandi Ngetos merupakan candi langgam Jawa Timur dengan ciri-ciri sebagai berikut: bentuk bangunannya ramping, tersusun dari batu bata, dan insyaAllah menghadap ke barat (maaf kemarin gak bawa kompas, jadi cuma perkiraan). Kondisi candi ini sudah rusak, bentuk tubuh candi yang bisa terlihat sekarang sebagian merupakan hasil pemugaran, bisa dilihat banyak tambalan semen baru di sana-sini. Atap candi ini juga sudah hilang, sehingga bentuk asli candinya belum bisa diketahui. Kerusakan-kerusakan ini sebenarnya wajar, mengingat bahan penyusun candi ini adalah bata, sehingga rentan mengalami kerusakan.

candi ngetos nganjuk (5)Salah satu ornament hiasan dinding yang masih tersisa

candi ngetos nganjuk       candi kalicilik blitar

Bentuk Candi Ngetos (kiri) mirip dengan Candi Kalicilik di Blitar (kanan), tapi tak ada kaitan yang erat antara kedua bangunan ini.

Latar sejarah mengenai Candi Ngetos belum banyak diketahui. Berdasarkan mitos yang berkembang, candi ini dipercaya sebagai tempat pendharmaan Hayam Wuruk, raja terbesar Majapahit yang bergelar Rajasa Negara. Yang mendirikan candi ini adalah paman Hayam Wuruk, yakni Raja Ngabei Siloparwoto dengan patihnya bernama Raden Bagus Condrogeni/ Condromowo dari kerajaan vassal Majapahit yang bernama Ngatas Angin (sekarang di sekitar Nganjuk). Candi ini didirikan di lereng Gunung Wilis yang merupakan salah satu gunung suci di tanah Jawa. Pendirian candi yang terletak di lereng gunung dimaksudkan agar bangunan suci berada lebih dekat dengan kediaman para dewa. Karena menurut kepercayaan pada masa silam, puncak gunung merupakan kediaman para dewa.

puncak candi ngetos (1)

puncak candi ngetos (2)Puncak Candi Ngetos dengan Background Gunung Wilis

Kisah yang kami sampaikan di atas memang sebatas mitos, namun ada yang menarik dari mitos tersebut, yakni adanya peranan tokoh Raden Condromowo. Dalam mitos yang lain dikisahkan Condromowo dari Ngatas Angin merupakan saudara dari Prabu Kelono Jati Kusumo dari Kerajaan Bantar Angin (kerajaan vassal Majapahit di Lodoyo Blitar). Wah-wah berdasarkan mitos ini ternyata Blitar dan Nganjuk adalah bersaudara. Hehehe.. rasanya jadi gimana gitu.. Perjalanan kami ke Candi Ngetos jadi serasa mengunjungi saudara sendiri.

Mitos Ngatas Angin ini sepertinya memang sudah lekat dengan Nganjuk, dimana kabupaten ini juga sering disebut kota angin. Entah berkaitan atau tidak tapi ini memang keren.

Setalah merasa cukup akhrinya kami putuskan untuk menyudahai perjalanan ini. Kami pun pulang dengan rute yang sama seperti saat kami berangkat tadi. Ketika melintasi Berbek kami bermaksud untuk Shalat Dzuhur, kebetulan ada Masjid, kami mampir deh. Ndak nyangka kami dapat BONUS perjalanan di sini. 😀

Masjid Al Mubaarok Berbek

Pada plang Masjid yang kami jumpai, tertulis keterangan yang berbunyi makam Pangeran Njimat. Wah.. Sepertinya Masjid ini bukan Masjid biasa. Okelah kita mampir. 😀

masjid al mubaarok berbek nganjukDugaan kami benar. Setalah masuk ke pelataran Masjid kami menjumpai sebuah yoni. Wow keren.. ternyata ini adalah Masjid kuno yang menyimpan bukti akulturasi Islam Hindu. Keberadaan yoni pada Masjid ini tetap terpelihara dan dimanfaatkan sebagai jam matahari untuk menentukan waktu Shalat. Wah jadi kagum nih, ternyata di era modern ini masih ada sisa-sisa bukti awal penyebaran Islam yang pluralis di Jawa.

yoni masjid al mubaarok berbek nganjukSebenarnya di belakang Masjid masih dapat dijumpai beberapa benda cagar budaya, tapi kami agak sungkan mau blusukan ke dalam, mengingat ini adalah tempat Ibadah.

Setelah melewati tengah hari di Masjid ini, akhirnya kami putuskan untuk segera bertolak ke Blitar. Perjalanan kali ini benar-benar memuaskan hati, selain kami dapat mengetahui Candi Ngetos dan mitos Ngantas Angin-nya, kami juga dapat bonus di Masjid Al Mubaarok. Akhrinya kami tutup perjalanan ini dengan rasa puas. 😀

Tulisan terkait candi lain di Nganjuk:


Writer : Galy Hardyta

Participant : Galy, Kcing

Be First to Comment

  1. Wah,
    Jadi kangen kesini lagee…
    pasti, Juni aku akan datang lageee….

  2. Ini yang keren, mari sama-sama mempromosikan peninggalan sejarah Indonesia.

  3. mari-mari 😀
    apa di pulau tidung juga ada peninggalan sejaranya??

  4. kami sebagai warga ngetos sangat berterima kasih banyak.atas promosinya agar cagar budaya sejarah tidak punah di makan jaman modern.
    kalau saya lihat pemuda di sekitarnya aja jarang ada yang mempedulikannya.tapi kami berharap pemuda di desa ngatos bisa menjaga dan merawat peningalan sejarah agar dapat berguna bagi anak cucu kita

  5. putudalang putudalang

    hebat,,2,saya sendiri belum pernah ke sana,dari membaca jadi tertarik,tolong gan di ksh tau rute perjalanan me nuju candi ngetos.

  6. Dari nganjuk atau pun loceret arahnya menuju sedudo. Nanti di percabangan jalan deket jembatan, ada papan arahnya.

  7. SURYANI SURYANI

    Aku bangga dg desa kelahiranku,ngetos dg candinya,dulu saat aku msh kecil di puncak candi itu sering digunakan untuk tarkhim pd setiap mlm bln romadhon,entah sekarang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *