Skip to content

Candi Kalicilik, Candi Bata Termegah di Blitar

candi kalicilik

Candi Kalicilik di Desa Candirejo, Blitar.

Candi Kalicilik memang bukan satu-satunya candi bata di Blitar. Selain Kalicilik masih ada Candi Bacem, Candi Tapan, Situs Besole, dan Candi Sumbernanas yang sama sama tersusun dari bata. Namun Kalicilik berbeda, candi ini tergolong masih utuh. Candi ini masih memiliki kaki candi, tubuh candi, dan sebagian atap candi. Bukan berarti candi-candi bata lainnya tidak menarik, karena setiap candi memiliki keunikan dan sejarahnya masing-masing. Hanya saja jika arkeotraveler sekalian ingin menyaksikan candi bata yang relatif masih untuh, silahkan kunjungi Kalicilik.

Lokasi dan Rute

Candi Kalicilik secara administratif terletak di Dusun Kalicilik, Desa Candirejo, Kec. Ponggok, Kab. Blitar. Rute menuju Candi Kalicilik adalah sebagai berikut: Blitar – Kalipucung – lanjutkan ke arah Srengat – perempatan Poluhan ke kanan mengikuti jalan raya Blitar Pare – SPBU Bacem masih lurus hingga menjumpai papan petunjuk arah ke Candi Kalicilik – Ikuti arah yang ditunjuk sampai memasuki Desa Candirejo – bangunan Candi Kali Cilik berada di kiri jalan. Selain Kalicilik di Desa Candirejo juga terdapat Candi Sumbernanas. Rute kedua candi tersebut searah.

Diskripsi Candi

Candi yang terletak di Desa Candirejo ini menghadap ke arah barat, bangunannya tersusun dari bata dan sebagian kecil batu andesit. Candi Kalicilik terdiri dari tiga bagian yaitu kaki, tubuh dan atap, dengan panjang bangunan 6.60 m, lebar 6.60 m dan tinggi 8.46 m. Bagian kaki Candi Kalicilik adalah hasil rekonstruksi. Bagian kaki yang asli masih ada namun telah terkikis sehingga sulit untuk menopang bagian lain dari candi, oleh karenanya bagian kaki candi direkonstruksi.

candi kalicilik pemugaran

Bagian kaki candi yang asli terlihat disamping tangga batu

Pada bagian tubuh candi terdapat sejumlah hiasan berupa ornamen tumbuhan yang distilir. Masih pada bagian tubuh, terdapat pula sejumlah relung namun telah kosong, diperkirakan relung-relung tersebut merupakan tempat meletakkan arca. Secara pakem, relung-relung pada bangunan candi merupakan tempat untuk meletakkan arca, relung sisi utara untuk arca Durga Mahisasuramardhini, sisi timur untuk arca Ganesa, dan sisi selatan untuk arca Agastya. Pada candi yang memiliki relung di kanan kiri pintu masuk seperti Candi Sawentar, relung tersebut merupakan tempat untuk arca Mahakala dan Nandiswara.

Dalam foto lama koleksi digital perpustakaan Universitas Leiden memang dijumpai adanya sejumlah arca di sekitar Candi Kalicilik, kini arca-arca tersebut tidak dapat dijumpai. Krom dalam bukunya Inleiding tot de Hindoe-Javaansche kunst tahun 1923 sedikit mengulas arca di Candi Kali Cilik yang menunjukkan ciri-ciri Agastya, yakni berwujud mahaguru memegang trisula dan kendi. Berdasarkan keberadaan arca ini diduga corak keagamaan candi ini adalah Hindu.

Candi Kalicilik, Candi Bata Termegah di Blitar 4

Ornamen surya di langit-langit candi

Bilik candi dalam keadaan kosong. Pada langit-langit bilik candi terdapat ornamen surya. Di atas ambang pintu terdapat inskripsi angka tahun yang dipahatkan pada batu andesit. Inskripsi tersebut menunjukkan angka tahun 1271 Saka (1349 M). Atap candi telah runtuh namun masih menyisakan sejumlah ornamen kala. Ornamen kala tersebut tampak indah meski diukir pada batu bata. Kala di candi ini membuktikan betapa tingginya karya seni dari masa itu.

Sejarah

candi kalicilik angka tahun

Inskripsi angka tahun di atas pintu candi

Berdasarkan inskripsi yang menunjukkan tahun 1271 Saka (1349 M), Candi Kalicilik berasal dari era Majapahit periode pemerintahan Tribuwana Tunggadewi.

Riwayat Pelestarian

Dalam History of Java karangan Raffles pada tahun 1817 Candi Kalicilik disebut Candi Genengan, karena tempat candi ini berada di dekat Desa Genengan. Sedangkan oleh Hoepermans Candi Kalicilik dinamakan Candi Puton, yang dilaporkan dalam bukunya Hindoe-oudheden van Java (1864-1867) dalam ROD 1913. Selanjutnya Knebel mengunjungi dan mendata Candi Kalicilik yang kemudian dilaporkan ke dalam ROC 1908.

Tahun 1913 dilakukan usaha pemugaran oleh Dinas Purbakala (Oudheidkundige Dienst) yang dipimpin oleh Perquin. Pada tahun 1993 kaki candi dikonsolidasi oleh SPSP (sekarang BPCB) Jawa Timur. Selanjutnya SPSP Jawa Timur pada tahun 1995 melakukan kegiatan inventarisasi dan registrasi Candi Kalicilik dengan nomer inventaris 137/BLT/1995.

candi puton


Writer: Riezta Aditya H. (Kcing)

Sumber:

  • Inleiding tot de Hindoe-Javaansche kunst
  • Rapporten van de Commissie in Nederlandsch Indie voor Oudheidkundig Onderzoek op Java en Madoera (ROC)
  • Rapporten van den Oudheidkundigen Dienst in Nederlandsch-Indie (ROD)

Participants: Anggun, Galy, Kcing

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!