Skip to content

Susur KedungLilo di Perbatasan Blitar Tulungagung

Entah apa namanya, namun masyarakat Desa Maron, Kademangan, Blitar menyebut tempat ini Kedunglilo. Kedung Lilo merupakan sebutan jamak untuk sebuah aliran sungai yang terletak di pinggiran Desa Maron. Sepintas Kedung Lilo hanyalah sungai biasa, namun siapa pun pasti akan tercengang setelah menyusurinya.

air terjun kedung lilo (1)Lokasi Kedung Lilo berada di perbatasan Kabupaten Blitar dan Kabupaten Tulungagung.

Perjalanan ke kedung ini berawal dari rasa penasaran kami atas foto-foto yang di unggah Mas Nung Syarif di Jejaring Sosial. Foto-foto tersebut menggambarkan kondisi Kedunglilo yang sepertinya menarik untuk dikunjungi. Setelah melewati serangkaian per-coment-an dengan beliau, akhirnya kami memberanikan diri untuk menyambangi Kedung Lilo secara langsung.

Secara kasat mata perjalanan ini hanya diikuti oleh saya(Galy), Kcing, dan Mei, namun sesungguhnya Mas Nung Syarif juga menyertai perjalanan kami. Dengan telaten beliau memandu rute kami meski hanya melalui telepon. Sejauh perjalanan dari Kota Blitar hingga Desa Maron, semua berjalan lancar, namun setalah memasuki pedalaman Kedunglilo semuanya menjadi membingungkan. Secara rinci rute menuju Kedung Lilo dari Blitar adalah sebagai berikut : Blitar – Kademangan – Suruhwadang – Kantor Kecamatan Kademangan ke kanan – Maron – perbatasan Maron Panggungduwet berbelok ke kanan mentok – kemudian berbelok ke kanan untuk menuju Kedung Lilo. Dengan menyusuri rute tersebut kami hanya sampai pada sebuah pemandian desa. Dari pemandian tersebut kami melanjutkan perjalanan dengan menyeberangi sungai, naik turun bukit, dan menyusuri jalan setapak menuju sungai.

Sesampai di sungai kami langsung melakukan penyusuran. Baru sekejap menyusur, kami langsung terpukau. Bagaimana tidak? Tempat ini memang keren. Aliran airnya bening sehingga dasar sungai yang berwarna putih dapat terlihat dengan jelas. Keberadaan lumut-lumut berwarna hijau turut mempercantik dan menjadikan sungai ini semakin berwarna.

air terjun kedung lilo (3)Semakin jauh kami menyusur semakin banyak pula hal menarik yang kami jumpai. Berbagai macam bentuk dan warna batuan yang indah menghiasi setiap sudut yang kami pandang. Selain menyajikan keindahan, batuan-batuan tersebut juga memberikan tantangan bagi kami. Konturnya yang terjal mengharuskan kami untuk memanjat berulang kali.

air terjun kedung lilo (2)Semakin jauh lagi kami menyusur, semakin sering kami jumpai adanya air terjun mini. Dan lagi-lagi selain menyuguhkan keindahan, panorama ini juga begitu menantang. Kami harus memanjat tebing-tebing dipinggiran air terjun untuk dapat menyusur lebih jauh.

air terjun kedung lilo (4)

air terjun kedung lilo (5)

kedung lilo

air terjun kedung lilo (6)

air terjun kedung lilo (7)Satu dua air terjun telah kami lalui. Hal ini cukup menguras tenaga dan memacu adrenalin. Dan puncak keberanian saya hanya sampai pada air terjun ke- dua. Selepas itu hanya tersedia jalan kecil tepat di atas air terjun. Saya yang takut ketinggian terpaksa menyerah dan mempercayakan sisa perjalanan pada Kcing dan Mei. Syukurlah mereka bisa sampai pada klimak perjalanan, yakni sebuah air terjun yang letaknya paling atas dari rangkaian air terjun mini di Kedung Lilo. Saya rasa ini bukan lagi porsi saya untuk bercerita, biarlah foto-foto ini yang berbicara.

air terjun kedung lilo (8)Penyusuran ini sungguh manis, karena keindahan, stamina, dan adrenalin semuanya dapat berjalan beriringan.


Writer : Galy Hardyta

Participant : Galy, Kcing, Mei

Be First to Comment

  1. Wah keren
    putih2, kapur dari dasar laut lampau
    *akeh fosil’e ga ya*

    aer terjunnya keren 😀

  2. wah kurang ngerti mas lek fosil e. Iki mberang kidul bagian utara. Masih jauh dari laut. 😀
    masih ada air terjun yg gede dibawahnya. Tapi kita belum susur k sana.

  3. Dereng Pak. Kemarin sempet nyusur ke bawah tp cuma sampek batu2 saja. Lain kali bisa disusur lg Pak 😀
    Yang sempet susur jauh si KelanArt n Riezta pak, celana saya robek buat melangkah nglewatin batu, jadi g banyak berulah. Hehe

  4. mesty mesty

    ada yg cari fosil apa?

  5. Indah banget mas , weh masih alami 🙂 🙂 🙂 maron kui kademamgan yo
    Tak kiro srengat e

  6. bukan kedung lilo tapi kedung nilo wah payah,,,
    itu tmpatnya di desaku,,, 🙂

  7. Makasih koreksinya. Kami dapet info juga dari warga setempat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *