Skip to content

Candi Kidal, Simbol Bakti Anak pada Ibu

We e e e… Alhamdulillah coy kita sudah sampai di Candi Kidal. Ini merupakan perjalanan pertama D’Travellers menjelajahi candi-candi di Malang. Ternyata ruwet juga nyari candi-candi di sono, jalannya rame banget, terus banyak percabangan pula. Bikin bingung.. Tapi setelah puter-puter cukup lama akhirnya kita sampai juga di TKP 😀

travellers in candi kidalCandi Kidal. Candi ini secara administratif terletak di Desa Rejokidal, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Candinya keren, terlihat utuh, dan tertata. Bentuknya tinggi ramping, khas bentuk candi-candi langgam Jawa Timur. Kalau bagi orang Blitar bentuk ini pasti sudah gak asing lagi, bentuknya mirip dengan bentuk Candi Sawentar di Kanigoro. Nih coba kita bandingain. Sebelah kiri Candi Kidal Malang, sebalah kanan Candi Sawentar Blitar. Seperti saudara kembar hehehehe 😀

candi kidal malang       candi sawentar blitar

Stop. Sudah dulu bercandanya. Judulnya sudah keren tapi prolognya malah absurd 😀 hehehehe.. Okey, sebelum kebablasan mari kita mulai mengulas Candi Kidal secara serius.

candi kidalCandi Kidal yang kita lihat saat ini adalah hasil pemugaran pada tahun 1986 – 1988 dan 1989/1990

kala candi kidalDi dalam bilik candi tidak dtemukan arca. Sebuah arca Siwa di Royal Tripical Institute Amsterdam, diduga berasal dari candi ini. Disamping arca terdapat bunga teratai yang keluar dari bonggol, hal tersebutkan menunjukan ciri arca era Singosari.

makara candi kidalBagian tangga Candi Kidal telah runtuh, namun masih menyisakan makara di kanan-kirinya.

Keberadaan Candi Kidal erat kaitannya dengan tokoh Anusapati, Raja ke dua dari kerajaan Singosari. Keterangan tersebut memang tidak dijumpai pada prasasti manapun, namun Kitab Negarakrtagama sudah menegaskannya. Dalam Negarakrtagama dijelaskan bahwa Raja Anusapati wafat tahun 1170 Saka dan didharmakan sebagai Siwa di Kidal. Tahun pendirian Candi Kidal dapat diperkirakan dari keterangan wafatnya Anusapati. Karena Anusapati wafat pada 1170 Saka/ 1248 M, maka diperkirakan pendirian Candi Kidal selesai pada 1260 Masehi, saat diadakan upacara Sradha yang dilakukan 12 tahun setelah raja wafat.

Sebagai pendarmaan Raja Anusapati, Candi Kidal ini cukup menarik untuk dikaji. Why? Coba perhatikan beberapa relief pada dinding candi ini. Relief tersebut merupakan gambaran dari kisah Garudeya. Garudeya merupakan kisah yang menceritakan bakti Garuda dalam membebaskan ibunya dari perbudakan para Naga. Relief tersebut dapat dibaca secara prasawya dan diperoleh urutan sebagai berikut:

garudeyaSisi selatan. Garuda dalam kekuasaan para Naga. Ibu garuda masih dalam perbudakan.

garudeya candi kidalSisi timur. Garuda mendapatkan Amerta sebagai penebus ibunya. Tirta Amerta direbut Garuda dari para Dewa dan diikatkan pada kuca (rumput).

relief garudeya candi kidalSisi utara. Garuda bersama ibunya meninggalkan para Naga karena telah terbebas dari perbudakan Sang Kadru.

Hem.. Mengapa ada kisah Garudeya pada candi pendharmaan raja? Mengapa bukan kisah-kisah pendarmaan seperti Sundamala? Apakah ini merupakan simbol kebaktian Raja Anusapati pada ibunya? Jika diturut dari kisah Pararaton memang ini ada benarnya. Sebagaimana kita ketahui bahwa Anusapati sebenarnya bukanlah anak Ken Arok dengan Ken Dedes, melainakan anak dari Tunggul Ametung dengan Ken Dedes. Anusapati baru mengetahui bahwa ayah kandungnya dibunuh Ken Arok setelah diberitahu Ken Dedes saat ia sudah dewasa. Kemudian Anusapati menuntut balas dan berhasil menumbangkan Ken Arok yang bergelar Ranggah Rajasa Sang Amurwabhumi. Anusapati berhasil menegakkan dharma bakti pada orang tuanya dan menjadi raja ke dua Singosari.

Apakah seperti ini pesan yang ingin disampaikan dari relief Garudeya di Candi Kidal? Benarkah Garuda itu Anusapati? Jika benar, ini akan sangat menarik. Tapi maaf, kami hanya berusaha memaknai perjalanan ini. 😀


Writer : Galy Hardyta

Sumber : Papan keterangan Candi Kidal

Participant: Galy, Tiko

2 Comments

  1. sutikno sutikno

    Woow keren, kok hanya sampai Candi Kidal Mas, nggak sekalian mampir ke Candi Jago tidak jauh dari situ, Candi Singosari dekat Pasar arah surabaya

  2. Belum sempat pak 😀 lain waktu akan kami sambangi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *