Arca bodhoan.
Memasuki sebuah ruang gelap nan sempit, bau bauan minyak serimpi dan dupa menusuk tajam ke hidung. Dua buah arca dengan wajah seram tampak siaga di dalam ruangan tersebut. Ini lah Arca Bodhoan, dua buah arca dwarapala (mbah bodho) yang terletak di lingkungan Bodhoan, Nglegok, Blitar.
Table of Contents
Deskripsi Arca
Dwarapala berasal dari bahasa sansekerta yang terdiri dari dua kata. Dwara berarti “gerbang” atau “pintu” sedangkan pala berarti “penjaga” atau “pelindung”. Arca dwarapala adalah arca penjaga, arca ini sering digambarkan sebagai raksasa yang menakutkan, biasanya bersenjata gada. Arca dwarapala merupakan elemen arsitektur yang tersebar luas di seluruh budaya Hindu, Budha. Keberadaan arca ini biasanya berkaitan dengan tempat suci masa klasik seperti candi, gerbang wilayah, kompleks istana, patirtaan dan lain lain.
Pada Arca Bodhoan ini terdapat dua arca dwarapa dan sabuah dorpel (batu ambang pintu). Ada yang unik dari Arca Bhodhoan Nglegok ini. Salah satu arcanya tampak unfinished, sedangkan yang satunya lagi digambarkan tidak selazimnya dwarapala yang tersebar di Blitar.
Salah satu arca dwarapala memiliki penggambaran menyerupai Dwarapala Singosari
Salah satu Dwarapala Bodhoan memiliki detail yang hampir sama dengan Dwarapala Singosari di Malang. Bentuk gadanya dipahat berulir serupa dengan yang ada di Singosari. Posisi memegang gadanya sama-sama dihujamkan ke bawah. Atribut arcanya juga sama-sama raya dengan ornamen tengkorak. Kesamaan ini hanya sebatas pengamatan DTrav saja, diperlukan penelitian yang lebih komprehensif untuk mengetahui konteks arca ini. Kalau menurut kalian bagaimana gaes? Jangan sungkan untuk menyampaikan pendapat kalian pada kolom komentar di bawah.
Sebuah dorpel diletakkan di depan arca.
Sementara itu, sebuah dorpel yang ditemukan di kekunaan ini menandakan bahwa dulunya pernah ada pintu. Entah pintu gerbang atau pintu bilik candi, bentuk aslinya belum dapat dipastikan.
Riwayat Pelestarian
Keberadaan Arca Bodhoan kemungkinan pernah dilaporkan dalam laporan Knebel tahun 1908. Dalam laporan tersebut hanya diinformasikan mengenai keberadaan sebuah arca raksasa atau siwa di Nglegok. Arca tersebut memiliki ciri-ciri berambut lebat ke arah belakang, mata melotot dengan mulut menyeringai. Anting dan kalung dihiasi ornamen tengkorak. Lengan kanan hilang, lengan kiri bertumpu pada tongkat yang berdiri di atas lempengan. Ciri ciri yang disebutkan dalam laporan tersebut mirip dengan ciri salah satu arca di lingkungan Bodhoan ini.
Legenda
Dalam keseharian arca dwarapala oleh masyarakat memang disebut arca mbah bodho, oleh karenanya tidak menutup kemungkinan jika nama lingkungan Bodhoan diambil dari dua arca mbah bodho ini. Di Minggirsari Kanigoro juga ada arca dwarapala lain yang disebut Situs Mbah Bodho.
Writer : Galy Hardyta
Photographer : Zidny
Sumber:
- Rapporten van de Commissie in Nederlandsch Indie voor Oudheidkundig Onderzoek op Java en Madoera (ROC) 1908
Participant: Galy, Zid




ini lokasinya disebelah mana ? dek
Pasar nglegok ke timur. Agak lupa gang yang keberapa. Lewat sawah dulu dikit kemudian masuk pemukiman.