Skip to content

Bertemu Inskripsi Kuadrat di Situs Bioro Kediri

Perjalanan kali ini memang kami arahkan ke sekitar Kandangan, Kediri. Titik yang menjadi tujuan utama kami adalah sebuah situs yang berada di Dusun Bioro, Kandangan (Situs Bioro). Perjalan ini sendiri dimulai dari Pare dan langsung menuju Kandangan. Kami sempat nyasar, seharusnya kami belok ke kiri setelah Pasar Kandangan, tapi kami justru berbelok sebelum Jembatan Damarwulan. Setelah tersadar kami segera berbalik dan melanjutkan perjalanan melalui rute yang semestinya. Jika dirangkum rute Pare – Bioro adalah sebagai berikut: Perempatan Pare ke timur (arah Kandangan/ Malang) – Jembatan Damarwulan lurus – Pasar Kandangan ke utara (kiri) – Dusun Bioro berada di kiri jalan raya Jombang.

arca kandangan kediriSebelum sampai di Bioro kami sempat berhenti sejenak di eks Stasiun Kandangan. Di sana kami melihat beberapa arca unfinished yang berjajar dipinggir jalan. Total ada tiga arca. Salah satu arca tampak sebagai Ganesa, dan sebuah lagi adalah arca Siwa karena dilengkapi dengan senjata trisula. Sedangakan arca ketiga belum jelas menggambarkan tokoh apa. Keberadaan arca unfinished ini masih menjadi teka-teki, apakah ini arca baru atau merupakan cagar budaya? Ini masih perlu dipertegas oleh keterangan ahli.

Setelah sempat tertunda, kami memulai kembali perjalanan menuju Bioro. Gang kecil khas perkampungan kami susuri dengan pelan hingga akhirnya kami tiba pada naungan sebuah pohon besar. Berdasarkan praduga atas keberadaan pohon besar yang biasanya menaungi situs keramat, kami pun melangkah dengan yakin. Tebakan kami tidak salah, di sini memang benar lokasi Situs Bioro. Lokasi situs ini berpagar, namun cukup lembab dan gelap karena tertutup Pohon raksasa. Suasana magis pun cukup kuat terasa.

Pada Situs Bioro ini kami menjumpai beberapa benda cagar budaya antara lain: genuk (gentong), batu dakon, dan yang paling menarik adalah sebuah tugu kecil berinskripsi. Keseluruhannya terbuat dari batu andesit.

situs bioro kediriDari tugu berinskripsi ini kita bisa mengetahui latar sejarah dari benda cagar budaya di Situs Bioro. Inskripsi tersebut ditulis manggunakan aksara kuadrat. Aksara Kuadrat adalah jenis aksara yang berasal dari masa Kerajaan Khadiri, namun masih popular hingga masa Kerajaan Tumapel/ Singhasari. Pesan yang termuat dalam inskripsi Situs Bioro ini merupakan sengkalan yang menunjukkan tahun 1171 saka. Tahun 1171 ini masuk dalam timeline sejarah Kerajaan Tumapel. Tepatnya masuk dalam masa pemerintahan Wisnu Wardhana yang kelak memindahkan Kutharaja Tumapel ke Singhasari.

prasasti bioro kediriSelain latar sejarah, kita juga bisa menyaksikan betapa inskripsi ini adalah sebuah mahakarya yang indah. Sejak dulu penggunaan aksara kuadrat memang sudah mengundang kekaguman. Pasalnya, aksara yang sejatinya merupakan aksara kawi ini dipahat lebih menonjol dari permukaan tubuh prasastinya. Bukankah penulisan yang seperti itu lebih berteknik ketimbang aksara-aksara lainnya yang dipahat ke dalam?

inskripsi bioro

prasasti bioroSedikit berbeda dengan prasati kuadrat dari masa Khadiri yang kebanyakan polos, tugu Prasasti Bioro ini justru dihiasi dengan pahatan-pahatan indah. Hal ini tidak mengherankan, karena pada masa Tumapel/ Singhasari adalah puncaknya seni pahat masa klasik. Oleh karenanya sulur sulur pada inskripsi Bioro pun dipahat begitu indah.


Writer : Zidny

Editor: Galy Hardyta

Participant: Galy, Zid

Be First to Comment

  1. Dakonnya sebesar itu? Kondisinya masih pada relatif bagus ya..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *