Skip to content

Mengintip Yoni Mungil di Situs Mintoragan Blitar

Memang layak jika Blitar menyandang julukan sebagai “regency of thousand temple”, pasalnya sebaran situs-situs bersejarah di wilayah ini cukup merata. Semakin ke timur sebaran situs cagar budaya semakin rapat dan masih banyak yang belum terdokumentasikan. Salah satunya adalah Situs Mintoragan di Dusun Mintoragan, Desa Boro, Selorejo, Blitar.

Konon pada Situs Mintoragan ini kita bisa menjumpai sebuah yoni dengan ukuran mini. Untuk menuntaskan rasa penasaran dan mendokumentasikannya, maka DTrav merancang perjalanan ini. Seperti biasa perjalan dimulai dari Blitar kota. Selanjutnya kami bertolak ke timur mengikuti jalan raya Blitar – Malang. Singkat cerita, sesampai Selorejo kami melanjutkan perjalanan melalui jalan kembar. Memasuki Ngreco kami melanjutkan perjalanan ke Boro. Karena masih belum tahu dimana Situs Mintoragan berada, kami pun bertanya pada warga. Syukurlah setalah sedikit mondar-mandir akhirnya kami bisa menemukannya.

situs mintoragan blitarSitus Mintoragan terletak di tegah pemukiman warga. Situs ini ditandai dengan Pohon Asam dan sebuah bangunan cungkup di sampingnya. Posisi cungkup tidak melindungi situs karena keberadaanya diperuntukan sebagai pesanggrahan para peziarah.

Ternyata mitos mengenai keberadaan yoni mungil di situs ini memang benar. Di sini kami menjumpai sebuah yoni dan dua buah lingga di kanan kiri yoni. Ukuran benda-benda tersebut cukup mini. Lebar yoni saja hanya sekitar 25 cm saat kami ukur. Benar-benar mini dan unik.

yoni mintoragan

yoni mintoragan blitarBerdasarkan keberadaan lingga dan yoni, corak keagamaan Situs Mintoragan adalah agama Hindu.

situs mintoragan boroSelain Yoni, pada situs Mintoragan kami juga menjumpai beberapa bata kuno, dan batu-batu bulat. Mungin batu batu ini merupakan isian candi atau mungkin juga penyusun suatu punden berundak seperti pada Situs Gadungan di Gandusari.

situs mintoraganKenapa ya ukuran yoni di Mintoragan begitu kecil? Apa agar mudah dipindahkan? Atau mungkin ada maksud lain? Ada yang tau jawabannya?


Writer : Galy Hardyta

Participant: Galy, Andrik

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *