Skip to content

Situs Tondowongso, Candi Langgam Jawa Tengah di Kediri

Wilayah Kediri kuno merupakan pusat dari Kerajaan Kadiri yang raja-rajanya adalah penerus dari raja-raja Medang (Mataram Kuno) periode Jawa Timur. Raja-raja Medang periode Jawa Timur memindahkan pusat pemerintahan kerajaan dari Jawa Tengah ke Jawa Timur. Oleh karena itu beberapa ahli mempercayai bahwa arsitektur candi di masa Kadiri merupakan arsitektur peralihan dari langgam Jawa Tengah ke langgam Jawa Timur.

Di Desa Gayam, Kec. Gurah, Kab. Kediri terdapat gugusan struktur bangunan kuno yang memiliki ciri-ciri sesuai dengan bangunan kuno langgam Jawa Tengah. Ini lah yang dikenal dengan Situs Tondowongso. Situs ini meliputi area yang luas, yang berada dalam dua dusun yakni Dusun Tondowongso dan Sumberpetung, keduanya berada di Desa Gayam.

Situs Tondowongso ditemukan pada akhir 2006. Situs percandian ini ditemukan tertimbun materi vulkanik Gunung Kelud pada kedalaman antara satu sampai tiga meter. Pada tahun 2008 dilaporkan adanya struktur bangunan lain yang berada 200 m di barat lokasi Situs. Struktur ini berada di belakang rumah Pak Ponijo. Sementara itu jauh sebelum penemuan Situs Tondowongso, pada tahun 1950an ditemukan gugusan candi lain yang disebut Situs Candi Gurah. Candi Gurah berada 200 m di selatan lokasi Situs Tondowongso (Candi Gurah dipendam kembali dan kini di atasnya telah menjadi pemukiman). Ketiga situs ini diduga berkaitan berdasarkan kesamaan bahan penyusun, kedekatan posisi, dan kesesuaian orientasi.

Situs Tondowongso terdiri dari candi induk yang menghadap ke barat dan tiga candi perwara (pendamping) yang menghadap ke candi induk. Di sebelah barat gugusan bangunan terdapat struktur gapura, dan di sebelah timur bangunan terdapat sisa pagar kuno (kemungkinan pagar ini mengelilingi gugusan candi). Beberapa puluh meter di selatan gugusan candi juga ditemukan struktur lain yang diduga merupakan gapura. Pada kaki candi dijumpai profil belah rotan (half round) dan sisi genta (ojief) yang merupakan ciri bangunan periode Jawa Tengah. Struktur-struktur bangunan ini sebagian dalam kondisi rusak. Sebagian besar bahan penyusun Candi Tondowongso adalah bata, adapun komponen batu andesit hanya sedikit dan digunakan sebagai penyusun anak tangga.

Selain struktur bangunan, pada Situs Tondowongso juga ditemukan sejumlah arca bercorak hindu. Arca-arca tersebut antara lain adalah arca Agastya, Ardhanari, Brahma, Candra, Durga, Nandi, Nandiswara, Surya, lingga dan yoni. Berdasarkan gaya arsitektur bangunan dan arca-arcanya, Candi Tondowongso diperkirakan berasal dari abad XI atau XII Masehi, di mana kurun waktu tersebut adalah masa akhir Kerajaan Medang Periode Jawa Timur yang kemudian dilanjutkan Kerajaan Kadiri.


Writer: Galy Hardyta

Sumber:

  • Riyanto, S., H. Priswanto, dan T.M.R. Istari. 2015. Berita Penelitian Arkeologi Situs Tondowongso. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Balai Arkeologi Yogyakarta.

Participant: Anggun, Galy

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *