Skip to content

Melancong Watu ke Situs Swangsan di Bendogerit Kota Blitar

Melancong Watu ke Situs Swangsan di Bendogerit Kota Blitar 2

Swangsan sebagai salah satu lingkungan di Kelurahan Bendogerit, Kota Blitar memang cukup tenar. Ketenarannya tak lepas dari mitos-motos horor yang menyelimuti Kuburan Swangsan. Tapi bukan itu yang akan DTrav ulas dalam artikel ini. Ada hal menarik yang patut kita ketahui bersama, yakni mengenai jejak-jejak peninggalan sejarah masa klasik di lingkungan ini. Sebut saja Situs Swangsan.

Keberadaan Situs Swangsan sudah dimuat dalam Rapporten Oudheidkundig Onderzoek tahun 1908. Dalam catatan tersebut dilaporkan mengenai adanya Arca Durga dan Nandi di lingkungan ini. Sejauh penelusuran kami saat melancong watu ke Swangsan, arca-arca yang disebutkan dalam catatan Belanda itu tidak atau belum ditemukan kembali. Mungkin raib, diamankan ditempat tersembunyi, atau kami yang kurang jeli dan getol mencari. 😀

Jejak-jejak masa klasik yang masih dapat kita jumpai di Swangsan adalah dua buah yoni, sebaran bata kuno di rumah warga dan Makam Swangsan, dan batu candi di Makam Swangsan.

Melancong Watu ke Situs Swangsan di Bendogerit Kota Blitar 3

Melancong Watu ke Situs Swangsan di Bendogerit Kota Blitar 4

Ditilik dari adanya yoni, diduga Situs Swangsan ini bercorak Hindu. Yoni merupakan penggambaran Dewi Parwati, salah satu dewi dalam Agama Hindu. Arca-arca yang pernah ditemukan di Swangsan juga bercorak Hindu. Durga merupakan perwujudan lain dari Parwati, sedangkan Nandi adalah kendaraan Dewa Siwa.

Dalam mitologi setempat, Lingkungan Swangsan di Bendogerit bertalian dengan keberadaan Candi Gedog di Kelurahan Gedog. Pertalian tersebut dapat kita simak dalam cerita rakyat Joko Pangon.


Writer: Galy Hardyta

Sumber:

  • Rapporten Oudheidkundig Onderzoek tahun 1908

Participant: Galy, Rendro

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan