Yoni Mejo Miring Bongkos.
Secara kronologis, perjalanan ini ya hanya seperti yang tertuang di judul. Tidak kurang tidak lebih hehe 😀 . Kami baru saja menelusuri jejak-jejak peninggalan masa klasik di Hutan Brongkos, Desa Siraman, Kesamben, Kab. Blitar. Kami bertandang ke Candi Gumuk dan Situs Yoni Mejo Miring Brongkos. Selepas perjalanan tersebut kami pulang ke Kota Blitar via Selopuro. Sampai di Desa Jeblog, Talun kami mampir di kedai es degan untuk melepas dahaga. Tak disangka di tempat tersebut tertata benda benda cagar budaya. Karena berada di Desa Jeblog, kami menyebutnya Kekunaan Jeblog.
Table of Contents
Riwayat Pelestarian
Benda-benda cagar budaya masa klasik yang ada di Desa Jeblog ini ternyata telah terdata dalam catatan Knebel tahun 1908 pada masa Kolonial Belanda. Dalam catatan tersebut disebutkan adanya dorpel (ambang pintu), arca durga dan arca ganesa. Benda-benda tersebut terpendam (situs) berada di bawah pohon beringin dan kemiri.
Deskripsi Kekunaan
Benda-benda yang disebutkan dalam catatan Knebel memiliki kesamaan dengan benda-benda cagar budaya di Kekunaan Jeblog. Terdapat dorpel dan fragmen arca wanita yang diduga durga. Selebihnya adalah batu batu candi baik polos maupun berpelipit dan jambangan.
Dorpel.
Batu candi.

Jambangan dan batu candi.
Fragmen arca tokoh.
Berdasarkan informasi lisan yang kami peroleh, dulunya benda-benda ini berasal dari area lain di sekitar persawahan. Mungkin informasi lisan tersebut merujuk pada tempat awal mula benda-benda Kekunaan Jeblog berada.
…
Setelah dahaga terpuaskan. Kami melanjutkan perjalanan pulang. 🙂
Writer : Galy Hardyta
Participant : Galy, Kcing




tempat saya maen waktu kecil ,, nggumuk 😀
Bisa minta ancer2 atau mungkin koordinat batuan candi di jalan raya Jeblog? Makasih sebelumnya.
Wah yang terakhir lokasi batuan candi di jeblog sudah direnovasi mas, tak jauh dari perempatan jeblog utara jalan
masih ada satu lagi semacam batu candi atau sejenisnya yang terletak di daerah dusun brongkos Rt 1 Rw1 kec kesamben…..
wah makasih infonya mbak.. kapan-kapan bisa kita sambangi 😀 mbaknya alamate mana?? mungkin ntar bisa nganterin kita hehehe
Mohon maaf boleh ralat, Brongkos itu terletak di dusun Brongkos, Desa Siraman, bukan Desa Kesamben.
monggo. 😀 maturnuwun atas ralatnya
wah,,, kenapa gak terawat ya,,, … sayang banget,, nanti kalau sudah di klaim negri orang,, baru jadi rame,,, he,he so harus dirawat meski kecil,,,
belum dirawat karena adanya kejanggalan persepsi di kalangan warga sekitar.. 😀 ketika kami tanya tentang sejarahnya, mereka menjawab kalau itu bukan suatu sejarah, melainkan suatu kepercayaan.. mungkin hal tersebut perlu diluruskan, agar masyarakat menjadi tau dan mau merawat benda peninggalan sejarah tersebut.. 😀