Skip to content

Pendakian Gunung Buthak via Krisik Blitar, Membuka Jalur Pendakian Baru

Gunung Buthak merupakan puncak tertinggi dari rangkaian pegunungan kawi yang memiliki ketinggian 2868 mdpl. Gunung ini berada di perbatasan Kab. Malang, Kota Batu dan Kab. Blitar. Terdapat sejumlah jalur pendakian yang dapat dilalui untuk menuju Gunung Buthak. Jika dari Batu, jalur pendakian yang terkenal adalah via Panderman. Dari Blitar bisa melalui Sirah Kencong, dan menurut beberapa teman bisa juga melalui Resapombo Doko (saya sendiri belum mencobanya). Dalam postingan kali ini saya akan sedikit berbagi pengalaman mengenai pendakian Gunung Buthak melalui Desa Krisik, Kec.Gandusari.

Lokasi dan Rute

Sebelum melakukan pendakian saya bersama teman-teman berkumpul di Basecamp Sekawan di Desa Semen untuk melakukan persiapan. Di pagi hari kami sudah bergegas menuju Desa Krisik.

Rute menuju jalur pendakian Gunung Buthak via Krisik ini secara umum sama dengan jalur menuju Air Terjun Watu Tangis yang baru. Secara umum rute dari Blitar adalah sebagai berikut: Dari Kota Blitar silakan menuju Wlingi. Pertigaan RS Ngudiwaluyo Wlingi belok kiri mengikuti jalan hingga memasuki Desa Krisik. Dari Pasar Krisik silakan ke timur menuju Pura Agung Arga Sunya. Selanjutnya dari Pura ambil arah ke timur menuju Dusun Barurejo. Pertigaan Pos Kamling berbelok ke kanan, kemudian menjumpai Mushola bisa ke kanan lagi untuk menuju jalur baru Air Terjun Watu Tangis.

Jalur pendakian via Krisik searah dengan dengan jalur menuju Air Terjun Watu Tangis yang baru. Jalurnya berpisah saat ada percabangan yang naik ke Gunung Buthak dan yang belok kiri ke arah air terjun. Ikuti jalur yang naik. Oiya sebelum percabangan dengan air terjun, terdapat Situs Gentongan di tengah hutan tempat Inskripsi Krisik ditemukan.

situs gentongan

inskripsi krisik blitar

Lanjut ke cerita pendakian. Sebelum memulai pendakian kami sempatkan untuk mampir di kediaman Pak RT Lingkungan Barurejo untuk meminta izin melakukan pendakian sekaligus menitipkan kendaraan. Kemudian pendakian kami mulai pukul 09.00 pagi dengan jumlah peserta sembilan orang.

Kondisi Medan

Pendakian Gunung Buthak via Krisik Blitar, Membuka Jalur Pendakian Baru 14

Oke guys akan sedikit saya jelaskan mengenai medannya. Jika dibandingkan dengan jalur pendakian Gunung Buthak via Sirahkencong, jalur pendakian Gunung Buthak via Krisik ini lebih landai. Di awal jalur pendakian kita akan melewati ladang penduduk dengan waktu tempuh sekitar satu jam. Setelah itu kita akan mulai masuk hutan. Vegetasinya cukup lebat tapi jalur pendakiannya masih terlihat. Di tengah perjalanan melewati hutan tiba-tiba turun hujan. Kami tetap nekat melanjutkan pendakian dengan mengenakan mantel.

Setelah menembus hutan, kami bertemu dengan area hutan yang habis terbakar, mungkin lebih enaknya saya menyebutnya alas kobong. Mulai dari alas kobong ini jalur pendakian sudah tidak terlihat sama sekali karena tertutup rumput dan tanaman ginseng. Beruntung kami sudah mempersiapkan sabit sebelum berangkat, karena memang telah diprediksi jikalau kami bakal menemui medan yang seperti ini. Ya maklum saja karena jalur ini memang masih jarang dilalui, mungkin hanya para pencari burung yang sering melaluinya. Di area ini kita harus ekstra hati-hati karena diperlukan kejelian untuk memilih dan membuka jalur sendiri.

Pendakian Gunung Buthak via Krisik Blitar, Membuka Jalur Pendakian Baru 15

Hujan turun semakin deras. Oleh karenanya kami sepakat mendirikan tenda dan bermalam di area alas kobong. Kurang lebih enam jam sudah kami melakukan pendakian. Pendakian kami lanjutkan keesokan harinya, kali ini dengan tujuh peserta sementara dua yang lainnya stay di tenda.

Keindahan Jalur Pendakian

Setelah menembus alas kobong kami memasuki area cemoroan (hutan cemara). Dari spot ini panoramanya begitu indah. Di sisi barat, tampak Gunung Kelud yang berdiri dengan gagah. Kami juga bisa menyaksikan Waduk Selorejo dari sini. Satu lagi hal unik yang membedakan jalur Krisik ini dengan jalur Sirah Kencong adalah adanya sejumlah air terjun di kanan kiri area cemoroan. Sungguh indah ciptaan Tuhan.

pendakian gunung buthak

Kami mencoba untuk terus menuju puncak namun sayang Tuhan berkehendak lain. Cuaca masih belum juga bersahabat. Anginnya begitu kencang dan area puncak terlihat terus diselimuti kabut. Akhirnya dalam pendakian ini kami hanya sampai di area cemoroan saja. Menurut Mas Tum pendakian menuju puncak masih harus ditempuh dalam waktu dua jam lagi. Mungkin kali ini kami belum berjodoh dengan puncak, esok lain hari kami coba lagi.

Pendakian Gunung Buthak via Krisik Blitar, Membuka Jalur Pendakian Baru 16

Pendakian Gunung Buthak via Krisik Blitar, Membuka Jalur Pendakian Baru 17

Sebelum turun ke tenda kami sempatkan sebentar untuk mengabadikan momen dengan berfoto-foto dan melihat keindahan air terjun di sekitar cemoroan. Selain keindahan alam di area cemoroan ini kami juga sempat menyaksikan segerombolan monyet yang baru saja mengambil air dari air terjun. Selain itu kami juga menjumpai satwa berwarna orange serupa kucing hutan.

Sesampai di tenda kami makan bersama sembari beres-beres peralatan untuk melakukan perjalanan pulang. Kira-kira pukul 16.30 kami tiba dengan selamat di pemukiman terdekat.

Pendakian Gunung Buthak via Krisik Blitar, Membuka Jalur Pendakian Baru 18

Tips Pendakian

Pendakian Gunung Buthak via Krisik Blitar, Membuka Jalur Pendakian Baru 19

Ada baiknya untuk melakukan persiapan secara matang sebelum melakukan pendakian Gunung Buthak via Krisik. Jangan lupa untuk meminta izin dan meminta bantuan guide dari masyarakat setempat, atau minimal ajak teman kalian yang sudah pernah mendaki via Krisik.


Writer: Hadi

Participants: Hadi, Dana, Gian, Rian (Candu Alam), Ringga, Rio, Tri, Tum, Wahyu

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!