Pernah dengar tentang Air Terjun Grojogan Sewu?? Tentunya pernah donk.. 😀 Eits.. tapi ini bukan Grojogan Sewu di Karanganyar Jawa Tengah lho.. Yang akan dibahas dalam posting kali ini adalah Grojogan Sewu di Desa Bendosari, Kec Pujon, Kab Malang hehehe. Oke, sudah jelas ya? Sekali lagi ini adalah tentang Grojogan Sewu Malang.
Bagi para musafir Kediri-Malang atau Blitar-Malang via Pujon, tentunya sudah tidak asing dengan Air Terjun Grojogan Sewu. Air terjun ini berada tidak jauh dari jalan raya yang menghubungkan Kab Kediri dengan Kab Malang. Keberadaan air terjun ini begitu mencolok karena terlihat jelas dari jalan raya.
Dari Kediri rute untuk menuju air terjun ini adalah lewat Pare – Kasembon – Ngantang – Bendosari (Kec Pujon). Dari Blitar rute menuju air terjun ini bisa lewat Wlingi – Ngantang – kemudian langsung ke Bendosari.
Air Terjun Grojogan Sewu telah ditunjang dengan infrastruktur pendukung yang memadai. Untuk menuju lokasi air terjun yang berada di seberang sungai, sudah tersedia jembatan besi yang kokoh. Selanjutnya tersedia pula jalan setapak sederhana yang langsung menuju ke air terjun. Jalanan tersebut melintasi area persawahan, sehingga menambah daya tarik di sekitar lokasi air terjun.
Tempat penitipan sepeda motor di rumah warga
Kondisi Air Terjun Grojogan Sewu sendiri masih begitu asri dan terawat. Keberadaan pepohonan di sekitar air terjun yang masih terjaga turut memberikan kesan teduh dan sejuk. Debit airnya yang deras meniupkan udara dingin di sekitar lokasi air terjun, membuat suasana air terjun semakin greget.
Selain karena keasriannya, air terjun ini juga sering dikunjungi karena khasiatnya. Bagi yang percaya, khasiatnya macam-macam. Makanya gak heran kalau di sekitar air terjun ada tempat pemujaannya.
Perihal nama, Air Terjun Grojogan Sewu memang sedikit ambigu karena sudah lebih dikenal di Karanganyar. Untungnya Grojogan Sewu di Malang ini memiliki sebutan lain, yakni Coban Sewu. Nama Coban Sewu ini tampaknya lebih bisa mengesankan Malangnya, karena rata-rata air terjun di sekitar Malang memakai istilah “Coban”. Contohnya banyak sekali, seperti Coban Rondo, Coban Talun, Coban Pelangi, Coban Rais, dan masih banyak coban lainnya. Lalu mau pilih yang mana hehehe?? Ah woles aja, perihal kesamaan nama itu wajar. Dunia ini kan luas. Jadi ya terserah mau pakai nama Grojogan Sewu atau Coban Sewu. Yang penting yang dimaksud jelas. 😀
Pembahasan air terjunnya sekian dulu ya. Selanjutnya kami mau membahas sub judulnya. Ini gak penting, jadi gak usah dibaca. 😀
Hem.. Alhamdulillah akhirnya D’Travellers bisa ngetrip ke Malang setalah sekian tahun hanya berkutat di sekitar Eks Karesidenan Kediri (Blitar, Kediri, Nganjuk, Trenggalek, Tulungagung). Semoga ini menjadi awal yang baik, dan semoga selanjutnya bisa ngetrip lagi ke Malang dengan lancar. Amin..
Malang we will back!! 😀
Writer : Galy Hardyta
Participant : Galy, Kcing, Mei




kemaren pas bulan april mampir ke grojogan sewu tp sayangnya sebagian jembatannya dah rusak kena terjangan lahar dingin gn.kelud,jd separuh jalan jembatan masih oke,yang separuh lagi jembatan bambu. Brrrr ngeri kalo liat ke bawah.. 😀
Tapi keren kan 😀 Don’t stop travelling
pernah ke sini tapi belum qtulis dan qupload di blog…moga2 sempet…sekarang wis keren loh air terjunnnya beberapa sudah direnov gitu
Subhanallah, air terjunnya indah sekali. Suasana alam yang asri dan alami membuat saya dan teman-teman betah disini. Airnya segar, mampu mengobati rasa lelah setelah pulang ke Blitar dari Malang dan Batu.
Semoga ada kesempatan lagi mengunjungi air terjun ini. 🙂
Gede juga air terjun nya, tapi seriusan gw pikir yg di karang anyar. Wajib mampir kalo pulang ke malang 🙂
Gede mas. Deras & dingin hehehehe
Wajib mampir hehehehe 😀
Wah, iya kalo bicara grojogan sewu mesti jawa tengah
Ternyata ben nggak ambigu coban sewu
di papan keterangannya tertulis grojogan sewu, di kotak amalnya tertulis coban sewu hehehe 😀
uapik tenann iki mesti seger adus nek kono
uadem mas 😀