Skip to content

Waduk Siman Kediri

Waduk Siman terletak di Desa Siman, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri. Waduk ini memegang peranan penting bagi proses irigasi pertanian di Kecamatan Kepung dan sekitarnya.  Selain berfungsi untuk irigasi, waduk ini juga dimanfaatkan sebagai tempat wisata alternatif oleh masyarakat setempat.

Keindahan panorama di Waduk Siman memang tidak diragukan lagi. Lokasinya yang diapit rangkaian pegunungan menyuguhkan pemandangan yang menentramkan hati. Panorama yang disuguhkan begitu dramatis, apa lagi jika pengunjung menyempatkan diri untuk berjalan memutari waduk hingga ke sisi utara. Dengan sejenak memandang ke arah selatan, maka akan terlihat cerobong PLTA Siman dengan latar belakang puncak Gunung Kelud. Sungguh pemandangan yang tiada duanya.waduk siman (2)

waduk siman (1)

waduk siman (3)

waduk siman (4)Cerobong PLTA Siman tampak dari kejauhan berada di sisi kiri. PLTA Siman memperoleh pasokan air dari PLTA Mendalan yang memanfaatkan potensial air Sungai/ Kali Konto (out flow) dari PLTA Selorejo. Dari PLTA Siman air dialirkan lagi menuju Waduk Siman.

monumen bhagawanta bariWaduk Siman dapat dituju melalui beberapa rute antara lain: dari arah Kasembon Malang; dari jalan raya Pare – Kasembon; dan dari arah Plosoklaten Kediri. Berikut detail rute dari arah jalan raya Pare – Kasembon: memasuki Desa Damarwulan perhatikan gapura bertuliskan PLTA Siman dan Mendalan disebelah kanan jalan  – ikuti ruas jalan yang menuju kedua PLTA tersebut – dengan melalui rute ini pengunjung akan melalui Desa Brumbung kemudian tiba di Desa Siman. Berikut detail rute dari arah Plosoklaten Kediri: ikuti ruas jalan Plosoklaten – Pare sampai memasuki Desa Gedang Sewu – sesampai di pertigaan perhutani di Gedang Sewu silahkan berbelok ke kanan (jalan raya Puncu – Kepung) – susuri jalan raya yang menghubungkan Kec Puncu dengan Kec Kepung sampai menjumpai monumen Bhagawanta Bari – dari monumen tersebut silahkan berbelok ke kanan – susuri ruas jalan tersebut sampai menemukan pertigaan kecil setelah melewati pertigaan besar – dari pertigaan kecil tersebut beloklah ke kiri untuk menuju lokasi waduk.

Keberadaan monumen Bhagawanta Bari di dekat Waduk Siman memiliki arti tersendiri bagi masyarakat di sekitarnya. Perlu diketahui bahwa Bhagawanta Bari merupakan salah satu tokoh yang berjasa dari kawasan tersebut. Pada era Mataram Kuno sekitar abad ke 9, Bhagawanta Bari membendung aliran Sungai Konto untuk kepentingan irigasi di lembah utara Gunung Kelud. Berkat jasanya tersebut, maka dianugerahkanlah Prasasti Harinjing pada 25 maret 804 masehi yang sekarang diperingati sebagai hari jadi Kabupaten Kediri. Seolah ingin mengulang kejayaan masa lalu, maka kini dibangunlah Waduk Siman yang memperoleh suplesi dari alian Sungai Konto.

travellers in waduk siman

Be First to Comment

  1. kalau saya di pare suka bingung transportasinya, selain dari motor atau sepeda, saya susah nyari angkutan umum

  2. kalau lg di pare sms kita aja mbak. ntar bisa kita anterin. kita jarang treveling pake kendaraan umum, kita biasa pake motor. 😀

  3. wahhh keren poto2nya, postingan yang bagus. salam kenal yaa…
    btw skedar info td d sebutkan “Aliran air dari waduk ini juga dimanfaatkan untuk pembangkit tenaga listrik oleh PLTA Siman.” kalau gak salah ce aliran air dari PLTA SIMAN dulu kemudian baru pembuangannya di tampung di waduk siman.
    trus ada juga kalimat
    “Dengan sejenak memandang ke arah selatan, maka akan terlihat cerobong PLTA Mendalan” btw kalo gak salah itu PLTA Siman, bukan PLTA Mendalan. tepatnya Surge tank PLTA Siman. kata orang2 ce gtu. itu sih kalau gak salah..

  4. salam kenal juga mas 😀 hehehehe.. trimakasih ya atas koreksinya, langsung kita ralat nih 😀

  5. mas anang di cari kepala PLTA lho ,,hehehehehe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *