Skip to content

D’Travellers Beraksi di Festival Glang-glang Madiun (Numpang Pameran #Lagi)

Terimakasih yang sebesar-besarnya D’Trav sampaikan kepada teman-teman KOMPAS MADYA (Komunitas Pelestari Sejarah Madiun Raya) dan segenap panitia, karena telah mengundang D’Trav untuk ikut memeriah Festival Glang-glang. Berkat kebaikan hati teman-teman, akhirnya D’Trav bisa melakukan promosi wisata Blitar di luar kota kami.

Festival Glang-glang MadiunFestival Glang-glang merupakan sebuah gerakan untuk memperkenalkan potensi arkeologi dan budaya di Madiun, khusunya di kawasan Dolopo. Pergerakan ini meyakini bahwa Dolopo merupakan pusat dari Glang-glang (Gegelang), sebuah kerajaan vasal yang mengakhiri kejayaan Singhasari. Dengan berbagai tinggalan artefak dan toponim, pergerakan ini merasa perlu untuk memperkenalkan Dolopo sebagai Glang-glang ke kalayak luas.

D’Trav atau Blitar turut diundang dalam festival ini karena Blitar merupakan salah satu jalur yang dilalui Glang-glang untuk menyerang kutharaja Singhasari di Malang. Karena tidak adanya artefak tentang penyerangan Glang-glang melalui Blitar, maka dalam festival ini D’Trav mencoba menampilkan seting 69 tahun setelah penyerangan Glang-glang ke Singhasari.

Tema yang kami tampilkan adalah Perjalanan Hayam Wuruk ke Blitar. Seperti kita ketahui bahwa Hayam Wuruk masih merupakan keturunan dari dinasti Singhasari. Hayam Wuruk merupakan Maharaja Majapahit yang berhasil menyamai kejayaan kakek buyutnya Krtanegara, raja terakhir Singhasari. Ketika di masanya Krtanegara telah menaklukkan Dwipantara, maka di masanya Hayam Wuruk telah berhasil menyatukan Nusantara.

perjalanan hayam wuruk ke BlitarTema ini mengisahkan tentang perjalanan Hayam Wuruk dalam menjelajahi candi-candi dan pantai-pantai di Blitar. Tema ini sekaligus merupakan siasat dari kami untuk dapat menampilkan kekayaan Blitar dari sisi arkeologi dan potensi wisata alam. Sehingga kami bisa menampilkan potensi wisata alam di Blitar, tanpa harus keluar dari tema festival yang bergenre arkeologi dan budaya.

Festival Glang-glang yang dikemas dengan apik, di mana panitia lebih menonjolkan Homestay untuk zona pameran.

stand travellers blitar di festival glang-glangStand D’Travellers

pengunjung stand d'travFoto bareng pengunjung dengan punggawa D’Trav

Ragam kegiatan Festival Glang-glang

kesenian desa dolopoKesenian khas Dolopo

pameran artefak situs glang-glangPameran artefak situs Glang-glang

ekskavasi situs glang-glangEkskavasi situs Glang-glang

rumah batik festival glang-glangRumah batik

rumah lukis festival glang-glangRumah lukis

pagelaran wayangPagelaran wayang

Perform bintang tamu (Sujiwo Tejo)Perform bintang tamu (Sujiwo Tejo)

Festival Glang-glang diselenggarakan di Dusun Ngurawan, Desa/Kec. Dolopo, Kab. Madiun. Tanggal 18 – 20 Desember 2014.

Salam Glang-glang i bhumi Ngurawan

9 Comments

  1. Sob, napak tilas Gajah Mada itu berdasarkan temuan armeologis kah?

  2. napak tilas gadjah mada yang mana mas?

  3. Maksudnya perjalanan Hayam Wuruk ke Blitar 🙂

  4. Maaf ada typo di sini, maksudnya arkeologis bukan armeologis. Maaf ya…

  5. Oo itu termuat di Nagara Krtagama atau Kakawin Desa Wanarna. Tempat-tempat yang dimuat dalam kitab tersebut sesuai dengan candi-candi yang ada di Blitar.

    Berikut narasi yang kmi buat untuk pameran:
    Enam puluh sembilan tahun setelah runtuhnya Singhasari akibat serangan Jaya Katwang dari Glang-glang, seorang raja besar tengah melakukan perjalanan ke Blitar. Dari Palah beliau mengunjungi pula Lwang Wentar, Manguri, Balitar, dan Jimbe. Dari Blitar melanjutkan perjalanan lagi menuju Lodhaya untuk menghibur diri menyaksikan pantai-pantai yang indah.Terakhir, sebelum kembali ke istana, beliau menyempatkan diri mengunjungi tempat pendharmaan leluhur di Simping.
    Inilah perjalanan Hayam Wuruk ke Blitar. Perjalanan Raja terbesar Majapahit, penerus kejayaan Singhasari.

    Sumber: Kakawin Desa Warnnana (Nagara Krtagama) wirama 61.

    Teks asli:
    Ndan ring saka tri tanu rawi ring wesaka
    sri natha muja mara ring palah sabrtya
    jambat sing ramya pinaranira langlitya
    ri lwang wentar manguri balitar mwang jimbe

    Lalu pada tahun saka Tritanurawi bulan Wesaka
    Baginda Raja memuja ke Palah dengan pengiringnya
    berlarut-larut setiap yang indah dikunjungi untuk menhibur hati
    di Lwang Wentar Manguri Balitar dan Jimbe

    Janjan sangke balitar angidul tut marga
    sangkan porryang gatarasa tahenyadoh wwe
    ndah prapteng lodhaya sira pirang ratryangher
    sakterumning jaladhi jinajah tut pinggir

    Tidak peduli dari Blitar menuju ke selatan sepanjang jalan
    mendaki kayu-kayu mengering kekurangan air tak sedap dipandang
    maka Baginda Raja tiba di Lodhaya beberapa malam tinggal di sana
    tertegun pada keindahan laut dijelajahi menyisir pantai

    Sah sangke lodhaya sira manganti simping
    sweccha nambya mahajenga ri sang hyang dharma

    Baginda Raja meninggalkan Lodhaya menuju Simping
    dengan rela seraya memperbaiki candi tempat memuja leluhur

    Coba disesuaikan dengan gambar yang kami upload.

  6. Terima kasih atas pencerahannya Sob.. Pasti sangat menarik bila perjalanan Sang Baginda raja dinapaktilasi ya…

  7. Mas, mbak D’Travellers,,, terima kasih banyak untuk partisipasinya di FGG I/2014. Semoga FGG selanjutnya bisa lebih meriah dan sukses, serta bisa memuaskan D’Travellers jika ingin berpartisipasi kembali. Kalau ada event di Blitar, Kompas Madya siap hadir. 🙂

    Salam Budaya

  8. Sama sama. Terimakasih sudah mengundang kami untuk berpartisipasi. Wah kalau buat event seperti FGG tentunya kami belum bisa. Tapi kalau event ngetrip kecil kecilan bisa lah.
    🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *