Skip to content

Candi Ampel, Tanda Sejarah Di Desa Joho Tulungagung,

Candi Ampel dikenal pula dengan sebutan Candi Ngampel. Candi ini secara administratif masuk dalam wilayah Dusun Ngampel, Desa Joho, Kec. Kalidawir, Kab. Tulungagung. Dari arah Tulungagung, Candi Ampel dapat dituju dengan berpatokan pada Perempatan Pasar Boyolangu, silahkan berbelok ke timur kemudian mengikuti jalanan yang mengelilingi Pegunungan Walikukun. Jalur ini tergolong istimewa bagi para arkeotraveler, pasalnya ada banyak situs peninggalan sejarah di sepanjang jalur ini seperti Candi Sanggrahan, Gua Selomangleng, Candi Dadi, dan Gua Pasir. Jika dari arah Blitar, Candi Ampel bisa dituju dari Kademangan kemudian mengikuti Jalan Raya Tulungagung-Blitar. Pasar Rejotangan ke selatan hingga Jalan Panjerejo-Rejotangan kemudian belok ke kanan (ke barat). Lurus saja sejauh 14 km hingga sampai di Perempatan Pasar Tunggangri kemudian belok kiri mentok. Selanjutnya belok ke kanan kurang lebih 5 km hingga menjumpai plang arah Candi Ampel.

ornamen candi yang masih tersisa

Candi Ampel merupakan sebuah candi tunggal yang tersusun dari bata dan batu andesit. Candi Ampel telah runtuh. Bentuk keseluruhan, denah candi, dan arah hadapnya sudah tidak dapat diketahui lagi. Saat ini bangunan Candi Ampel hanya tersisa bagian dasarnya. Pada bagian selatan candi masih terdapat sedikit ragam hias yang tersisa, seperti sejumlah relief ornamental yang dipahat pada dinding bata, dan pahatan membentuk tubuh manusia. Dari sudut ini terlihat pula sisa bagian pembingkai sisi genta.

Sejumlah umpak batu juga ditemukan di candi ini.

Ada tujuh pohon besar yang tumbuh pada tubuh Candi Ampel yakni Pohon Joho, Winong, Aren, Kendal, Serut, Ingas, dan Leran.

Penelitian awal mengenai Candi Ampel dilakukan pada tahun 1923 oleh N.J. Krom. Berdasarkan catatan ROC 1908, di sekitar candi ini pernah ditemukan arca Parwati dengan inskripsi yang menunjukkan tahun 1331 Saka/ 1409 Masehi. Berdasarkan temuan tersebut diduga Candi Ampel bercorak Hindu dan berasal dari periode Majapahit.


Writer: Galy Hardyta

Sumber:

  • Sedyawati E., Hariani S., Hasan D., Ratnaesih M., Wiwin D. Sudjana R., dan Chaidir A. 2013. Candi Indonesia: Seri Jawa. Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Direktorat Jendral Kebudayaan, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan

Selftraveling

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *