Skip to content

Situs Selomanen Kediri, Kumpulan Lingga Patok di Punden Selomanen

situs selomanen

Di Desa Purwokerto, Kec. Ngadiluwih, Kab. Kediri terdapat sebuah punden yang menyimpan artifak masa klasik. Punden tersebut kerap disebut dengan nama Punden Selomanen karena terletak di Dusun Selomenen. Sementara itu untuk menyebut artifak-artifak masa klasiknya, DTrav menyebutnya Situs Selomanen.

Deskripsi Situs

situs selomanen kediri

Artifak-artifak yang ada di Situs Selomanen berupa empat buah lingga dan batu tugu (umpak). Saat ini artifak-artifak tersebut disimpan dengan aman di Punden Selomanen yang oleh masyarakat setempat dipercaya berkaitan dengan tokoh Kyai Ageng Den Bagus, Nyai Anjaswati dan Nyai Sekargadung.

Lingga merupakan salah satu media yang digunakan untuk melakukan pemujaan terhadap Dewa Siwa, dewa dalam Agama Hindu. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan bahwa lingga dapat berlatar agama Budha. Lingga sebagai ikon dari penis juga dipraktikan dalam ikonografi Budha (khususnya Mahayana dan Vajrayana), namun bersumber pada filosofi yang berbeda dengan agama Hindu. Dalam agama Hindu, lingga dapat digambarkan bersatu dengan yoni. Yoni merupakan representasi shakti/ istri Siwa yakni Dewi Parwati. Pertemuan atau penyatuan lingga dan yoni menggambarkan penyatuan antara laki-laki dan perempuan yang menghasilkan arus atau energi tertentu.

Lingga pada Situs Selomanen tidak dijumpai bersama yoni. Jumlah lingganya juga tidak tunggal. Hal ini memunculkan dugaan bahwa lingga pada Situs Selomanen merupakan lingga semu/ lingga patok yang berfungsi sebagai batas halaman bangunan suci atau batas wilayah sima.

Sejarah

Apabila lingga-lingga pada Situs Selomanen merupakan lingga patok, kemungkinan terdapat bangunan suci atau prasasti penetapan sima disekitar wilayah ini. Dalam laporan peneliti masa kolonial memang didapati informasi mengenai keberadaan batu berinskripsi (beschreven steen) di Desa Puwokerto. Laporan tertua dari Hoepermans tahun 1866, disusul Verbeek tahun 1891 kemudian Knebel tahun 1908.

Dalam laporan Hoepermans, di Desa Purwokerto di depan rumah wedono daerah Jambean (dahulu ada satuan wilayah bernama Djambean) terdapat sebuah batu besar yang panjang entah dari mana, yang di atasnya tampak deretan angka 1148. Verbeek kemudian mengutip kembali informasi Hoepermans dalam laporannya dan menambahkan informasi dari pekerja setempat bernama Van Hamel yang menyatakan bahwa pada tahun 1889 batu berinskripsi tersebut masih ada. Knebel dalam laporannya menginformasikan bahwa batu berinskripsi tersebut sudah tidak ada.

Informasi tersebut cukup menarik bila dikaitkan dengan lingga-lingga patok yang ada di Situs Selomanen. Keberadaanya dapat menjadi salah satu sumber tertulis untuk merunut latar sejarah artifak-artifak di Selomanen. Sayangnya kita tidak tau apakah batu berinskripsi tersebut benar-benar berasal dari Purwokerto. Belum ada keterangan yang memadai, terlebih lagi keberadaanya saat ini sudah tidak diketahui.

Keterangan dalam laporan terdahulu juga sangat sedikit, sehingga konteks dari batu berinskripsi tersebut tidak dapat kita ketahui dengan pasti. Deretan angka pada batu berinskripsi tersebut kemungkinan menunjukkan angka tahun. Tahun 1148 Saka berada pada masa Kerajaan Singhasari masa pemerintahan Ken Arok (Ranggah Rajasa).

Apakah batu tersebut merupakan prasasti dengan keterangan yang panjang, atau inskripsi pendek seperti umumnya inskripsi angka tahun, kita belum dapat mengetahuinya. Istilah beschreven steen dalam laporan Knebel tidak dikhususkan untuk menyebut prasasti atau inskripsi pendek. Sebagai contoh istilah tersebut sama sama digunakan untuk menyebut Prasasti Petung Ombo dan Inskripsi Tuliskriyo.

Riwayat Pelestarian

Keberadaan lingga-lingga di Punden Selomanen telah didata dan diregistrasi oleh instansi yang berwenang. Setidaknya tiga lingga telah diregistrasi pada tahun 1996 dengan nomor registrasi 343/KDR/1996, 344/KDR/1996, dan 345/KDR/1996. Lingga ke empat baru diselamatkan pada oktober 2014 oleh teman teman Pelestari Sejarah dan Budaya Kadhiri (Pasak) yang bekerja sama dengan Wong Ningratan Community beserta perangkat Desa Purwokerto.

Situs Selomanen Kediri, Kumpulan Lingga Patok di Punden Selomanen 4

Dalam upaya pelestarian tahun 2014 diketahui juga sebaran artifak-artifak masa klasik disekitar sungai Dukuh Selomanen. Artifak-artifak yang ditemukan diantaranya fragmen bata kuno, fragmen keramik dan fragmen pipisan.


Writer: Galy Hardyta

Sumber:

Selftraveling

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari D'Travellers

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca