Skip to content

Bendung Waru Turi Kediri

Bendung Waru Turi. Ya demikianlah nama resminya. Jadi ini bukan salah ketik ya. šŸ˜€ Istilah bendung digunakan untuk membedakannya dengan bendungan. Bendung adalah pembatas yang dibangun melintasi sungai untuk mengubah karakteristik aliran sungai, sedangkan bendungan membendung secara total aliran sungai hingga menenggelamkan area luas membentuk suatu waduk. Namun tetap ada saja yang menyebutnya Bendungan Waru Turi. Nama lain yang tak kalah populer dari tempat ini adalah Bendung Gerak Waru Turi. Hal ini merujuk pada tipe bangunannya yang merupakan bendung gerak. Sementara nama Waru Turi diambil karena bendung ini mensuplai air untuk daerah irigasi Warujayeng di sisi kiri Sungai Brantas dan daerah irigasi Turi Tunggorono serta Papar Peterongan di sisi kanan Sungai Brantas. Oiya satu lagi, bendung ini juga disebut Bendung Mrican karena pembangunannya ditujukan untuk menggantikan fungsi intake Mrican lama yang rusak akibat endapan sedimen letusan Gunung Kelud tahun 1951 dan 1966.

Bendung Waru Turi secara administratif terletak di Desa Gampeng, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri. Lokasinya relatif mudah dijangkau karena berada tak jauh dari jalan raya Kediri ā€“ Kertosono. Dari arah Kediri bendung ini terletak di kiri jalan.

Monumen peresmian Bendung Waru Turi. Pembangunan Bendung Waru Turi dimulai pada tahun 1988 sampai dengan tahun 1991 dan diresmikan pada tahun 1992 oleh Menteri Pekerjaan Umum yang menjabat saat itu.

Bendung Gerak Waru Turi memiliki panjang; 159,80 m dan lebar (termasuk apron) ;74,50 m yang bisa dilintasi kendaraan. Namun kawasan ini bukan lah jalan umum, gerbang kawasan Waru Turi hanya dibuka mulai pukul 06.00 hingga pukul 18.00 WIB.

Sebagaimana umumnya bendung dan waduk lain di Indonesia, Bendung Waru Turi juga dijadikan sebagai tujuan wisata. Bendung ini menyuguhkan panorama Sungai Brantas yang menawan, sehingga cocok digunakan untuk melepas penat. Kawasan wisata Bendung Gerak Waru Turi juga dilengkapi dengan berbagai sarana penunjang di antaranya: kolam renang; kandang hewan; camping ground, sepeda air; kolam pancing, dan sejumlah fasilitas lainnya. Pada kawasan ini juga terdapat warung-warung penjaja makanan dengan hidangan khas ikan hasil tangkapan dari Sungai Brantas. Untuk mengunjungi kawasan ini, travelers sekalian hanya akan dikenakan biaya masuk sebesar Rp. 5.000,-. Untuk menjajal wahana kolam renang akan dikenakan biaya lagi sebesar Rp. 5.000,-. Cukup terjangkau bukan?

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *