Skip to content

Arca Joko Tarub, Unfinished Statue dari Dataran Tinggi Blitar Selatan

Arca Joko Tarub merupakan Unfinished Statue (arca belum selesai). Hal ini bisa dilihat dari bentuknya yang masih setengah jadi. Secara kasar tampak bahwa arca ini berbentuk tokoh yang sedang duduk bersila. Sayang sekali bagian kepala arca mengalami kerusakan.

arca-joko-tarubAda beberapa versi mengenai kerusakan yang terjadi pada arca ini. Versi pertama mengisahkan bahwa kepala arca ini memang sengaja dipenggal oleh oknum yang tidak menyukainya. Versi ke dua mengisahkan bahwa dahulunya arca ini ditemukan dalam posisi terjungkal. Posisi arca tak bisa dipindah sampai akhirnya kepala arca harus dipenggal terlebih dahulu. Setalah kepalanya hancur barulah arca bisa diletakkan dengan posisinya seperti saat ini.

hutan-jati-blitar

Arca Joko Tarub terletak di dalam hutan tak jauh dari Desa Pandanarum, Kec. Sutojayan, Kab. Blitar. Selain di dalam hutan, letaknya juga berada di dataran tinggi. Berdasarkan pengalaman kami, setiaknya ada tiga rute yang bisa dilalui untuk menuju lokasi arca ini. Bisa via Ngeni, Pandanarum, atau pun Banjarsari Wonotirto. Meskipun demikian tak banyak yang bisa kami bagi mengenai rute arca ini, sebab di dalam hutan ada banyak sekali percabangan jalan yang membingungkan. Tak banyak yang bisa digambarkan dengan jelas.

Sebenarnya letak arca ini tak sebegitu jauh dari Candi Cungkup Wonotirto. Keduanya berada di dalam hutan dan dataran tinggi yang sama. Apakah unfinished statue ini berkaitan dengan Candi Cungkup Wonotirto? Perlu dilakukan pengkajian mendalam untuk menjawabnya.

kedung-klenting-kuning

Tentunya nama Joko Tarub sudah tak asing lagi di telinga, sebab merupakan nama tokoh utama dalam dongeng Joko Tarub. Lantas apa hubungan mengenai arca ini dengan dongen Joko Tarub? Ternyata tak ditemukan kejelasan. Masyarakat setempat malah mengaitkan arca ini dengan kisah Klenting Kuning dan Totok Kerot. Sebab tak jauh dari arca ini bisa dijumpai kedung-kedung yang dipercaya sebagai tempat mandi para Klenting. Bersebelahan dengan kedung-kedung tersebut dijumpai pula jurang Totok Kerot. Padahal baik Joko Tarub, Klenting Kuning, dan Totok Kerot memiliki ceritanya masing-masing. Dongeng-dongen ini juga berasal dari masa yang berbeda pula. Kita mengenal kisah Klenting Kuning berasal dari masa Majapahit, sedangkan Joko Tarub berasal dari Mataram Islam.

arca-joko-tarub-blitarUnfinished statue ini masih menyimpan misterinya rapat-rapat. Semoga kedepan ada kajian yang lebih komperhensif mengenai Arca Joko Tarub ini.


Writer: Feryan Herma Fauzi (Veri)

Participant : Veri, Ceming

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *