Skip to content

Arca Ganesha Boro di Tepi Kali Brantas Blitar

arca-ganesha-boro-blitarArca Ganesha Boro secara administratif terletak di Dusun Boro, Desa Tuliskriyo, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar. Letaknya tak seberapa jauh dari Jembatan Kademangan. Tepat sebelum jembatan terpampang papan petunjuk arah bertuliskan Arca Ganesha Boro, ikuti arah yang ditunjuk. Jika bingung dan sulit melihat plangnya, pada pertigaan sebelum jembatan lurus saja, arcanya ada di kanan jalan.

Arca Ganesha ini begitu unik, pada bagian depannya terpahat wujud Ganesha seperti umumnya, namun bagian belakang terpahat Mahakala yang menyeramkan. Ukuran arca ini juga lumayan besar, panjang 107 cm lebar 110 cm dan tinggi 168 cm.

Arca Ganesha dari Blitar ini berasal dari masa Kerajaan Singhasari. Hal ini bisa diketahui dari sengkalan yang berbunyi HANA GANA HANA BUMI. Hana = 1; Gana = 6; Bumi = 1. Jadi sengkalan ini menunjukkan bilangan 1611, dibaca terbalik menjadi 1161 Saka.

arca-ganesha-boroArca Ganesha Boro tampak depan

kala-ganesha-boro-blitarArca Ganesha boro tampak belakang

Ganesha boro digambarkan dalam posisi duduk bersila utkutisana yaitu duduk seperti bayi dengan ke dua telapak kaki saling bertemu. Ia duduk di atas lapik berhias untaian tengkorak. Pemakaian atribut tengkorak ini menunjukkan adanya pengaruh aliran keagamaan yang berkembang pada masa itu yakni aliran Tantrayana. Wajah Ganesha digambarkan dengan mata setengah terpejam. Salah satu gadingnya patah sehingga disebut pula ekadanta yaitu mempunyai satu gading (sayangnya kedua gading Ganesha Boro telah patah). Belalainya menjulur ke dalam mangkok modaka yang dipegang tangan kiri depan. Secara keseluruhan ganesha ini memiliki empat, jika tangan depan memegang gading dan mangkok, tangan belakangnya memegang parasu/kapak di sebelah kiri dan aksamala/tasbih di sebelah kanan.

ganesha-boro-blitarGanesha adalah anak dari Siwa dan Parwati. Secara umum Ganesha dikenal sebagai dewa ilmu pengetahuan. Hal ini digambarkan dengan belalainya yang menghisab isi mangkuk, ibarat orang yang selalu haus ilmu pengetahuan. Ganesha juga dikenal sebagai dewa penghalau rintangan. Oleh karena itu arca ganesha sering diletakkan di perempatan jalan, di tempat-tempat angker,dan di pinggiran sungai. Maka sangat masuk akal apabila arca ganesha ini diletakkan di pinggiran Sungai Brantas. Tapi ternyata dulunya arca ini tidak terletak di Dusun Boro lho. Menurut penuturan juru  pelihara Arca Ganesha Boro, arca ini berasal dari Jimbe (juga tak jauh dari Kali Brantas). Konon setelah dipindahkan ke aloon-aloon Blitar, tiba-tiba saja arca ini menghilang dan berpindah secara misterius ke Dusun Boro.

Arca Ganesha Boro cukup strategis dan terintegrasi dengan beberapa obyek wisata Blitar lainnya lho. Arca ini sejalur dengan Candi Simping, Kampung Coklat, Pantai Tambakrejo dan pantai-pantai lainnya disekitar Bakung dan Wonotirto. Yok mampir 😀

ganesha-boro


Writer: Feryan Herma Fauzi (Veri)

Participant : Veri, Zid

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *