Skip to content

Kampung Coklat, Blitar

Kampung Coklat merupakan wisata edukasi yang mengusung coklat sebagai daya tarik andalannya. Berbagai bentuk pemanfaatan coklat dapat kita pelajari di sini, mulai dari pembibitan tanaman kakao, pengolahan biji kakao menjadi coklat, hingga pengolahan coklat menjadi berbagai macam bentuk olahan. Kesemuanya ditata dengan manarik sehingga mampu memberikan pengalaman tak terlupakan bagi para pengunjung.

blitar kampung coklatKampung Coklat berdiri sejak 17 Agustus 2014, setelah sebelumnya berdiri Gapoktan Guyub Santoso pada 1 Januari 2005.

Kampung Coklat beralamat di Jl. Banteng Blorok 18, Desa Plosorejo, Kec. Kademangan, Kab. Blitar. Rute menuju Kampung Coklat dari Blitar adalah sebagai berikut: Dari Blitar kota arah kan perjalanan menuju Tulungagung via Kademangan – Jembatan Kademangan ke kiri mengikuti rute menuju Pantai Tambakrejo – Traffic Light selatan Pasar Kademangan belok ke kiri – Ikuti jalan hingga tiba di lokasi. Tak perlu bingung dengan rute ini, sebab rambu petunjuk arah menuju Kampung Coklat dapat dijumpai hampir di sepanjang jalan di Kademangan.

masuk kampung coklat

Begitu tiba di Kampung Coklat kita akan disambut sebuah lorong yang memajang berbagai keterangan mengenai sejarah coklat. Di lorong ini kita bisa mempelajari sejarah coklat mulai dari penemuannya hingga sejarah masuknya coklat ke Nusantara. Setelah membacanya hingga tuntas, diujung lorong kita sudah ditunggu tiket box.

Di tiket box kita hanya akan dikenai biaya sebesar Rp. 5.000,- per pengunjung. Terjangkau bukan? 😀 Selepas dari tiket box kita akan memasuki bagian utama dari Kampung Coklat.

Wow. Tanaman Kakao ada dimana-mana. Suasananya Coklat baget. 😀 Di area ini kita bisa nongki-nongki sambil menyantap berbagai olahan coklat yang dijual di stand-stand Kampung Coklat. Ada mie coklat, pisang coklat, minuman coklat, dan masih banyak lainnya. Bagi kalian yang ingin makan besar, bisa juga mencoba menu prasmanan. Semua menu harganya terjangkau.

kampung coklat blitarOke dari makan-makan kita bergeser ke wahana. Tentunya untuk mensuport pengembangannya, obyek wisata ini juga dilengkapi dengan berbagai wahana tambahan. Kebanyakan sih wahana permainan anak seperti: Prahu mini, Trampoline, Istana Balon, Mobil mini, hingga area ikan hias. Nah bagi yang remaja hingga dewasa disediakan pula zona foto bersama kendaraan klasik, pelatihan kerajinan batik, live musik, terapi ikan, dan masih banyak lainnya.

permainan anak kampung coklatZona permainan anak

foto kampung coklatZona Foto dengan kendaraan klasik

live musik kampung coklatLive musik

wisata kampung coklatTerapi ikan

Di tempat yang segede ini kita tidak perlu bingung-bingung mencari toilet dan kamar mandi. Fasilitas ini ada banyak. Bagi yang ingin beribadah juga tersedia mushola yang besar. Benar-benar komplit, dan hingga kini pun tempat wisata ini masih terus melakukan pembangunan serta menambah berbagai wahana baru.

pembibitan kampung coklatPembibitan kakao

Setelah puas dengan berbagai menu olahan dan wahananya, jangan lupa untuk membawa oleh-oleh dari Kampung Coklat. Kampung ini punya brand yang cukup dikenal lho, yakni Coklat GuSant (diambil dari singkatan Guyub Santoso, nama Gapoktan yang menaungi Kampung Coklat). Ada coklat yang berbentuk bubuk, coklat batangan, permen coklat, banyak variannya tinggal pilih. Yang keren lagi kita bisa menyaksikan proses pembuatannya dari luar ruang kaca. Kita bisa lihat mesin-mesin pengolah coklat yang digunakan hingga proses pengepakan Coklat GuSant. Produk jadinya bisa kita beli di outlet yang tersedia di Kampung Coklat. Keren 😀

pengolahan coklatPengolahan coklat

kampung coklatProduk coklat

Bagi kalian yang datang ke Kampung Coklat dengan jumlah besar bisa mendapatkan special price. Tersedia pula berbagai harga paket yang bisa dipilih. Untuk ketentuan dan harga paket silahkan mengunjungi website resmi Kampung Coklat di http://www.kampungcoklat.com/

Selamat travelling. Have a nice trip 😀

One Comment

  1. Lebih pas disebut wisata “KULINER COKLAT” /sebutan lain bukan (KAMPUNG)-COKLAT. Krn klu KAMPUNG itu masyarakat dlm jumlah yg lebih banyak, sedangkan Kampung Coklat tdk seperti judulnya dan sejarah sebelumnya milik pribadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *