Skip to content

Wisata Lengkeh Gunung Pegat Blitar

Wisata Lengkeh Gunung Pegat secara administratif masuk dalam wilayah Desa Kawedusan, Kec. Ponggok, Kab. Blitar. Obyek wisata ini dikenal pula sebagai tandem paralayang karena sering digunakan para pecinta olahraga paralayang Blitar untuk lepas landas. Pintu masuk wisata Gunung Pegat ini berada pada lembah diantara Gunung Pegat timur dan Gunung Pegat barat yang lazim disebut Lengkeh oleh warga setempat. Dahulu kawasan Lengkeh ini kental dengan mitos bahwa pasangan suami istri baru yang melintasinya akan bercerai atau dalam bahasa jawa disebut pegatan. Kini kawasan Lengkeh menjadi lebih berwarna dengan dibuka sebagai tujuan wisata.

Daya tarik utama dari Wisata Lengkeh ini dalah puncak timur Gunung Pegat. Selain digunakan sebagai tandem paralayang, pemandangan di puncak begitu menawan. Persawahan yang hijau permai terlihat berpetak-petak denggan rapi mengelilingi gunung. Ekor gunung pegat sebelah barat juga tampak jelas. Puncak Pegat benar-benar menyuguhkan paorama yang tiada duanya. Selain keindahan alam, di puncak ini juga terdapat reruntuhan candi. Kurang jelas apakah reruntuhan candi ini berkaitan dengan Candi Pertapan di puncak barat Pegat, jumlah batu candinya tersisa sangat minim sehingga sulit untuk diidentifikasi.

Bagi kalian yang ingin membuktikan sendiri kedindahan panorama Gunung Pegat dapat mengikuti rute berikut: Dari Kota Blitar arahkan perjalanan ke arah Srengat – Sampai perempatan Poluhan belok kanan mengikuti jalur menuju Pare – Sampai perempatan Desa Kawedusan (sebelum masuk Desa Ponggok) belok ke kiri – Ikuti jalan hingga menjumpai percabangan jalan, ambil percabangan ke kanan yang jalannya sedikit menurun – Wisata Legkeh terletak di kanan jalan. Sekedar tips, lebih baik para travelers sekalian melakukan perjalanan sepagi mungkin atau mendekati sore hari, karena saat mendekati siang hari temperatur di puncak gunung cukup tinggi. Meski ketinggian gunung ini hanya lebih dari 200 mdpl tak ada salahnya kalian mempersiapkan fisik dan perbekalan. Kalau lupa bawa bekal kalian bisa membelinya dikantin-kantin yang berjajar disekitar pintu masuk kawasan wisata. Selamat berpetualang, keep safety travelling. 😀


Writer: Galy Hardyta

Selftraveling

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *