Skip to content

Situs Selo Terbang Alias Situs Trenceng Selopuro Blitar

Situs Selo Terbang Alias Situs Trenceng Selopuro Blitar 13

Pohon Saman yang menaungi Situs Selo Terbang.

Berada di bawah Pohon Saman raksasa, ditemani heningnya suasana bentangan sawah yang luas, di sana lah letak Petilasan Selo Terbang atau Situs Trenceng berada.

Lokasi dan Rute

Secara administratif Situs Selo Terbang terletak di Dusun Trenceng, Desa Popoh, Selopuro, Blitar. Oleh karenanya situs ini juga disebut dengan nama Situs Trenceng. Rute termudah menuju Situs Seloterbang adalah dengan berpatokan pada SDN Popoh 2. Dari sekolah tersebut silakan ke utara sampai ketemu perempatan, kemudian belok kanan. Jalannya menurun kemudian kembali menanjak. Lurus saja mengikuti jalan. Sampai di area persawahan akan terlihat Pohon Saman raksasa yang menaungi Situs Selo Terbang.

Deskripsi Situs

Suasana di Situs Selo Terbang sangat lengang, mungkin karena letaknya berada di tengah area persawahan. Hampir tidak ada lalu lalang masyarakat kecuali para petani. Itu pun tidak setiap saat kita bisa menjumpai mereka. Suasana lengang yang dipadu kerindangan Pohon Saman membuat lokasi Situs Selo Terbang ini sangat nyaman untuk menenangkan hati.

Situs ini sendiri terdiri dari berapa benda cagar budaya berbahan batu dan bata yang telah hancur. Terdapat bata kuno, batu isian, fragmen batu berukir, dan umpak. Kurang jelas bagaimana bentuk asli dari benda tersebut. Pada beberapa fragmen masih dapat dilihat pahatan yang menampilkan ornamen padma. Padma adalah kelopak bunga teratai. Padma ini biasanya terdapat pada lapik arca, landasan prasasti, maupun stupa. Sayang sekali karena massivenya kerusakan, bentuk asli benda berornamen padma ini masih menjadi misteri.

situs selo terbang

Punden Selo Terbang.

Situs Selo Terbang Alias Situs Trenceng Selopuro Blitar 14

Bata kuno dan batu isian.

Jika ditilik dari nama “Selo Terbang”, selo adalah batu dan terbang adalah salah satu alat musik berbentuk lingkaran (terbang di sini bukan terbangnya superman ya hehehe 😀 ), mungkin bentuk asli dari fragmen-fragmen berornamen padma tersebut adalah lapik lingkaran.

Situs Selo Terbang Alias Situs Trenceng Selopuro Blitar 15

Fragmen dengan ornamen hias yang raya.

Sementara itu, umpak batu biasanya berfungsi sebagai landasan tiang penyangga bangunan. Mungkin umpak tersebut merupakan bagian dari bangunan yang menaungi obyek utama dari situs ini. Sayangnya sekali lagi kita belum tau bentuk asli obyek utama di Situs Trenceng ini. Hem.. Apa ya? Padahal ada fragmen dengan pahatan yang raya lho. Apakah kira-kira berkaitan dengan laporan Hoepermans tentang artifak di Desa Popoh?

Riwayat Pelestarian

Belum ada laporan peneliti yang secara eksplisit mengulas tentang Situs Selo Terbang. Meskipun demikian, nama Popoh pernah termuat dalam Hindoe-oudheden van Java karya Hoepermans tahun 1864. Ciri-ciri Desa Popoh yang termuat dalam laporan tersebut berada tak jauh dari Desa Krakal Wlingi. Desa Popoh tempat Situs Seloterbang berada memang tak jauh dari Krakal. Dalam laporan tersebut diinformasikan mengenai adanya arca gajah berbadan manusia, berlengan empat, bermahkota yang berada di hutan Desa Popoh. Apakah arca tersebut berada di lokasi yang sama dengan Situs Selo Terbang? Atau mungkin ada di sudut Desa Popoh yang lain? Banyak kemungkinan yang bisa dijadikan alternatif, mengingat selain di Dusun Trenceng, terdapat pula benda cagar budaya di daerah Bukur Desa Popoh.

Lokasi Petilasan Selo Terbang tampak dilestarikan oleh masyarakat. Saat kunjungan DTrav di tahun 2015, atap pelindung dari benda-benda peninggalan masa klasik ini telah rusak. Dalam kunjungan tahun DTrav 2025 atap pelindung telah diperbaiki. Susunan benda peninggalan sejarah di situs ini juga telah ditata sedemikian rupa. Terdapat bangunan tambahan dan pagar pelindung yang mengelilingi area petilasan.

Situs Selo Terbang Alias Situs Trenceng Selopuro Blitar 16

Kondisi situs tahun 2015.

Situs Selo Terbang Alias Situs Trenceng Selopuro Blitar 17

Kondisi situs tahun 2025.

Situs Selo Terbang Alias Situs Trenceng Selopuro Blitar 18

Pagar pelindung situs.


Writer : Galy Hardyta

Sumber:

  • Hindoe-oudheden van Java 1864

Participant :

  • Trip tahun 2015 Adon, Galy, Syaiful
  • Trip tahun 2025 Galy, Hadi

10 Comments

  1. Niam Fauzi Niam Fauzi

    Wah bagus mas, Perlu dipetakan situs2 klasik di Blitar, Insyaallah saya akan bantu mas,

    • Terimakasih mas. Silahkan join di grup FB D’Travellers Blitar. Kami sering diskusi disana, baik masalah wisata alam ataupun wisata minat kusus

      • Niam Fauzi Niam Fauzi

        Oya, Ijin Saya mengutip data-data alamat setiap situs,, Saya Orang Ploso Blitar

    • Kami semua orang Blitar. Ada yang doko, talun, garum, sanankulon

  2. au warga trenceng asli… au anak dari yg dlu mnjaga situs itu… dlu itu bentuk nya lingkaran besar seperti mangkok… dlu itu tmpat bermain anak” trrnceng waktu bln puasa…

    • Hem.. kalo gitu kemungkinan ini adalah lapik arca atau bisa juga lapik stupa

      • nggk tau mas wktu dlu sering main kesitu bentuk nya kyak mangkok…. mas kpn dtang nya ke desa saya dan siapa yg mmberitau mas klau ada situs kunu di desa saya

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari D'Travellers

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca