Skip to content

D’Travellers Blitar, Inovasi dalam Membangun Masyarakat Sadar Wisata di Blitar

Komunitas dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dijelaskan sebagai suatu kelompok/perkumpulan organisme (orang atau yang lain) yang hidup dan saling berinteraksi di suatu daerah tertentu. Komunitas itu sendiri dalam dunia manusia terbagi kedalam berbagai macam bentuk, ada komunitas berbasis sosial, hobi, oleh raga, serikat profesi dan lain sebagainya. Di sini akan kami paparkan sedikit peran komunitas sebagai bentuk inovasi dalam pemberdayaan masyarakat di bidang pariwisata.

museum saresehan budaya

Komunitas ini bernama D’Travellers Blitar, merupakan inovasi daerah yang digagas muda-mudi Blitar, Jawa Timur. D’Trav Aktif sejak 2009 dalam pengumpulan data wisata dan promosi pariwisata Blitar secara indie. Komunitas ini awalnya hanya digerakkan oleh segelentir orang saja dan hanya berbasis pada jejering sosial di internet. Semakin lama komunitas ini semakin berkembang dan memperoleh partisipasi dari banyak kalangan. Komunitas D’Trav menjelma menjadi wadah insan-insan pecinta wisata di Blitar untuk saling mengenal dan bersosialisasi antar individu. Awalnya antar individu belum saling mengenal dan hanya berkomunikasi dari jejering sosial saja, terkadang kami hanya sesekali bertemu saat ngetrip bersama. Lambat laun banyak member komunitas yang terinisiasi, kemudian menyatukan visi dan menjalankan aksi inovatif yang lebih bermanfaat dari sekedar trip biasa. Ini merupakan kabar baik.

Aksi yang dilakukan oleh komunitas ini terbagi menjadi dua jenis yaitu aksi dasar berupa pemanfaatan media internet sebagai wadah publikasi dalam promosi pariwisata, dan aksi peduli lingkungan wisata. Dengan aksi peduli lingkungan wisata, diharapkan dapat memberikan contoh sekaligus ajakan kepada masyarakat supaya turut berperan dalam mengembangkan pariwisata. Aksi peduli lingkungan wisata pun dikemas dalam wujud yang variatif. Ada “bakti wisata” yang meliputi aksi kepedulian terhadap wisata alam, ada pula “bakti situs” yang meliputi aksi kepedulian terhadap benda cagar budaya, dan pengenalan budaya peninggalan nenek moyang pada generasi muda.

pangi baktiwisataBakti Wisata Pantai Pangi Blitar

serang baktiwisataBakti Wisata Pantai Serang Blitar

Bakti wisata di lingkungan alam lebih menitik beratkan pada masalah kebersihan dan kelestarian lingkungan. Kegiatan ini dilakukan dengan konsep yang sederhana, misalnya saja dengan memunguti sampah yang berserakan di tempat-tempat wisata alam. Pelaksanaan bakti wisata ini, memperoleh respon positif dari masyarakat setempat dan komunitas – komunitas lain untuk turut melakukan hal serupa.

Begitu pula dengan bakti situs, selain memperoleh respon positif dari masyarakat, aksi ini juga mendapat respon dari pihak terkait. Banyaknya benda cagar budaya yang ada di Blitar baik kota maupun kabupaten belum diimbangi dengan infrasrtuktur pendukung yang memadai misalnya papan petunjuk ke candi. Sebenarnya ada, namun beberapa dalam kondisi rusak. Padahal papan petunjuk arah ke candi memegang peranan penting dalam perkembangan wisata minat khusus. Candi biasanya letaknya berada ditempat-tempat yang tersembunyi sehingga diperlukan papan petujuk yang jelas. Papan petunjuk itu bukan hanya bertujuan memberi arah namun juga sekaligus mempromosikan bahwa di sekitar tempat tersebut ada candi. Dalam hal ini aksi yang komunitas D’Trav lakukan adalah dengan memperbaiki papan petunjuk arah ke candi. Papan-papan yang karatan kami bersihkan dan cat ulang. Untuk papan yang hilang atau belum ada juga kami buatkan. Selain kegiatan revitalisasi papan petunjuk arah, dalam bakti situs biasanya kami juga menyisipkan saresehan budaya. Sarasehan budaya adalah duduk bersama untuk berdiskusi antar peserta kegiatan dengan para nara sumber misalnya juru pelihara candi ataupun dari Museum Penataran Blitar.

kotes baktiwisataBakti Situs di Candi Kotes Blitar

candirejo baktiwisataBakti Situs di Candi Kalicilik dan Sumbernanas Blitar

Kegiatan-kegiatan di atas terlaksana atas partisipasi dari banyak kalangan. Tak cuma partisipasi berupa tenaga dan pikiran, namun juga partisipasi donasi. Kadang kami melakukan iuran swadaya dalam pelaksanaan kegiatan, namun tak jarang kami juga memperoleh donasi dari donatur, bahkan pernah pula memperoleh bantuan dari Dinas terkait.

Nah, Dengan adanya aksi-aksi positif yang diwadahi komunitas ini, semoga menjadi motivasi bagi masyarakat untuk peduli terhadap perkembangan pariwisata Blitar. Kami rasa hal ini tidak hanya bisa diterapkan untuk Blitar namun juga untuk Indonesia.

Artikel ini diikutsertakan pada Kompetisi Menulis Blog Inovasi Daerahkuhttps://www.goodnewsfromindonesia.id/competition/inovasidaerahku


Writer: Zid (Ahmad Zidni Ilman Nafi’a)

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *