Skip to content

Menengok Kembali Pesona Air terjun Jumeg di Wates Blitar

air terjun jumeg blitarTerlebih dahulu saya akan menceritakan kronologi perjalanan ini. Semua bermula saat saya ditelpon oleh salah satu teman lama. Dia meminta saya untuk mengantarnya ke Air Terjun Jumeg. Dia sangat tertarik mengunjungi Air Terjun Jumeg karena dulu saya pernah meperlihatkan beberapa foto air terjun tersebut. Menurutnya air terjun tersebut tampak begitu indah sehingga dia tidak sabar untuk segera ke sana.

Perjalan pun kami mulai. Titik awal perjalanan dimulai dari Desa Brongkos dan mengarah ke Pantai Jolosutro. Ya, karena Air Terjun Jumeg kebetulan satu arah dengan Pantai Jolosutro. Sesampainya di perempatan Bantengan kami mengambil arah kanan sampai mentok tikungan, kemudian belok kiri mengikuti jalan sampai ketemu perempatan yang ada pohon beringin, lalu belok kanan mengikuti jalur saja sampai bertemu plang penunjuk menuju Air Terjun Jumeg. Tak seberapa lama akhirnya kami tiba di Jumeg. Air Terjun Jumeg berada di Desa Ringinanyar, Kec. Wates, Kab. Blitar.

peta air terjun jumegDenah rute menuju Air Terjun Jumeg: 1 Puskesmas Ringinrejo; 2 Air Terjun Njumeg; 3 Ke Jolosutro; garis tegas: aspal; garis putus-putus: macadam/ tanah

Oiya… Sekarang ada yang berbeda lho dengan kondisi jalan menuju Jumeg. Jalan yang dulunya masih berupa macadam kini sudah beraspal hingga rumah terakhir. Hanya jalan dari Jalur Lintas Selatan (JLS) hingga ke air terjun saja yang masih berupa jalan tanah. Syukurlah sekarang perjalanan  ke Jumeg menjadi lebih mudah.

Sesampainya di parkiran, ada beberapa perubahan yang terjadi. Sekarang area parkir menjadi lebih luas, walaupun hanya berupa tanah kosong di samping rumah seorang warga. Kendaraan pengunjung akan dijaga pemilik rumah sampai pengunjung pulang, dengan tarif parkir sebesar Rp. 5000,-. Setelah menitipkan kendaraan kami bergegas ke lokasi air terjun.

air terjun jumegKeadaan Air Terjun Jumeg tidak jauh berbeda dengan yang dulu, masih tetap asri dan bersih. Adapun debitnya yang terlihat tak terlalu besar mungkin karena saya berkunjung di penghujung musim hujan. Positifnya, warna air terjun ini jadi tak terlalu keruh seperti saat musim penghujan. Oiya selain air terjun, disekitar lokasi ini juga bisa dijumpai kolam alami Kedung Kidang. Lokasi Kedung Kidang berada di atas air terjun. Beruntung pula saat itu kondisi kedung juga tak terlalu keruh. Dasar kedung yang dangkal dapat terlihat dan tampak berbeda dengan bagian kedung yang dalam. Benar benar mempesona.

kedung kidang jumegKini Jumeg jauh lebih sepi. Hanya tampak satu dua pengunjung saja yang datang meskipun itu akhir pekan. Padahal dulu saat saya pertama kali ke sini, air terjun ini begitu ramai dan viral. Banyak sekali wisatawan baik dari dalam maupun luar Blitar yang datang kemari. Semoga dengan ini Air Terjun Jumeg kembali viral, sehingga memberikan kemanfaatan bagi masyarakat sekitar dan lebih luas lagi untuk Blitar.

Ayo cari waktu yang tepat dan berkunjung kembali menikmati indahnya pesona Jumeg.


Writer: Adon

Participant: Adon, Feri Setiawan dan kawan

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *