Skip to content

Makam Keramat Mronjo ini Petilasan Brawijaya di Blitar?

petilasan brawijaya blitar

Petilasan Brawijaya Mronjo.

Kec. Selopuro menyimpan banyak peninggalan sejarah masa klasik. Hal ini cukup wajar karena wilayah ini dilalui aliran Sungai Brantas yang merupakan jalur transportasi kuno. Salah satu situs sejarah yang terkenal di Selopuro adalah Situs Mronjo alias Situs Watu Bonang. Situs ini terletak di Desa Mronjo. Ternyata tak jauh dari situs ini terdapat peninggalan sejarah lain yang disebut sebagai Petilasan Brawijaya.

Petilasan Brawijaya? 😮 Ya benar, kalau travelers sekalian mencari tempat yang disebut Petilasan Brawijaya di Mronjo, ya ini tempatnya. Tapi apakah ini benar benar Petilasan Raja Brawijaya? Berikut ulasan DTrav.

Sejarah

Tokoh Brawijaya

Tokoh Brawijaya sangat populer dalam berbagai karya sastra Jawa era pesisir (era antara Majapahit dengan Mataram Islam sekitar abad 16) dan cerita cerita tutur. Tokoh Brawijaya dikenal sebagai raja terakhir Majapahit yang memerintah dalam waktu lama dan memiliki banyak keturunan yang menjadi penguasa di Jawa baik pada level kadipaten maupun kerajaan. Akan tetapi nama tokoh ini tidak pernah ditemukan di sumber sumber sejarah Majapahit seperti Kawawin Desawarnana (Nagarakrtagama), prasasti prasasti, dan Kitab Pararaton.

Karya sastra yang menyebutkan nama Brawijaya antara lain adalah Babad Tanah Jawi, Serat Kandha, Serat Pranitiradya. Karya karya ini digubah setelah Majapahit runtuh yakni sekitar abad 16 – abad 18 Masehi. Sudut pandang karya karya ini lebih condong kepada Mataram Islam dan penerusnya, sehingga isinya yang mengulas tentang Majapahit sedikit banyak berbeda dengan sumber-sumber sejarah Majapahit.

Pigeaud menyatakan bahwa Serat Kandha mengulas tentang sejarah universal yang diciptakan oleh kebudayaan pesisir Jawa Tengah. Pada jaman pesisir inilah dikatakan bahwa kebudayaan Jawa mengalami pembaruan.

Mengenai Babad Tanah Jawi, de Graaf berpendapat bahwa isi serat ini dapat dipercaya, khususnya mengenai berita dari tahun 1600 sampai era Kartasura pada abad ke-18. Demikian juga dengan berita dari tahun 1580 yang mengulas tentang Kerajaan Pajang. Namun, untuk berita sebelum era itu (Nabi Adam – keruntuhan Majapahit dan berdirinya Demak), beliau tidak berani menyebutnya sebagai data sejarah karena terlalu sarat dengan campuran mitologi, kosmologi, dan dongeng. Perlu diketahui bahwa Babad Tanah Jawi ini memuat silsilah mulai Nabi Adam sebagai nenek moyang dari para nabi dan dewa hingga raja-raja Kartasura.

Sementara itu Serat Pranitiradya memberitakan bahwa raja yang bergelar Brawijaya di Majapahit bukan hanya raja terakhir. Oleh karena itu dikenal istilah Brawijaya I sampai V. Gelar raja yang berseri semacam ini tidak lazim dijumpai pada era klasik. Gelar raja berseri lebih lazim digunakan oleh Raja Jawa baru dan Raja-raja Eropa. Misalnya HB I, HB II dan seterusnya/ Willem I, Willem II, dan seterusnya (Raja Belanda).

Berdasarkan pendapat beberapa peneliti di atas, jelas sudah bahwa kedudukan tokoh Brawijaya dalam fakta sejarah lemah. Akan tetapi dalam Suma Oriental yang digubah pada tahun 1512-1515 oleh Tome Pires (Duta Kerajaan Portugis yang pernah mengunjungi Jawa) disebutkan mengenai raja Jawa yang bernama Batara Vojyaya yang tinggal di Dayo. Batara Vojyaya ini kemungkinan ejaan Portugis untuk Batara Wijaya (Brawijaya) dan Dayo merupakan Daha. Dalam prasasti Jiyu I (Prasasti Trailokyapuri) tahun 1408 Saka/ 1486 M diberitakan mengenai raja Keraton Majapahit Jenggala Kadiri bergelar Girindrawardhana Dyah Ranawijaya. Kemungkinan raja ini lah yang oleh Tome Pires disebut sebagai Batara Vojyaya (Batara Wijaya/ Brawijaya).

Petilasan Brawijaya Mronjo

Belum ditemukan sumber sejarah tertulis baik angka tahun maupun prasasti yang berasal dari Petilsan Brawijaya Mrojo, sehingga sulit diketahui apakah situs ini benar-benar berkaitan dengan tokoh Brawijaya atau tidak. Terlebih lagi keberadaan tokoh Brawijaya dalam sejarah sulit untuk dibuktikan. Jika kalian memiliki pendapat yang berbeda atau memiliki sumber literatur tambahan, silahkan sampaikan pada kolom komentar di bawah ya. 😀

Deskripsi Petilasan

Makam Keramat Mronjo ini Petilasan Brawijaya di Blitar? 2

Balok batu andesit (menyerupai batu candi) dengan ornamen geometris.

Makam Keramat Mronjo ini Petilasan Brawijaya di Blitar? 3

Fragmen jambangan.

Petilasan Brawijaya Mrojo merupakan sebuah makam keramat yang disusun dari balok batu andesit. Batu-batu andesit tersebut ada yang memiliki hiasan pelipit dan ada pula yang memiliki hiasan geometri. Pada lingkungan petilasan ini juga dapat dijumpai fragmen jambangan batu.

Lokasi dan Rute

Petilasan Brawijaya ini secara administratif terletak di Desa Mronjo, Kec. Selopuro, Kab. Blitar. Lokasinya tak jauh dari Situs Mronjo, kira kira ke barat sejauh 300 m.

Tips

Bagi travelers sekalian yang ingin berkunjung ke petilasan ini dapat meminta izin terlebih dahulu kepada juru pelihara yang rumahnya berada tepat di depan petilasan.


Writer: Hadi

Editor: Galy Hardyta

Sumber:

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!