Skip to content

Perjalanan Panjang Menuju Pantai Gobitmas di Teluk Gunung Lanang Blitar

pantai gobitmasPantai Gobitmas secara administratif terletak di Desa Ringinrejo, Kecamatan Wates, Kab. Blitar. Letaknya berada di barat Teluk Jolosutro dengan koordinat 8°20’13″S 112°18’30″E. Jadi, pantai ini terletak di barat bukit Pantai Karang Nritep. Meski dekat dari Teluk Jolosutro, tapi menyeberangi belantara sisi barat Jolosutro bukanlan pilihan yang bijak. Pasalnya vegetasi di sana masih sangat rapat, medan yang harus dilalui juga sangat berat. Dalam perjalanan kali ini kami mencoba menjangkau Gobitmas melalui rute lain yang tak kalah menantang.

Minimnya informasi tentang Pantai Gobitmas membuat kami melakukan persiapan extra untuk perjalanan ini. Bukan hanya persiapan fisik tapi mental juga dipersiapkan. Faktor mental ini lah yang sempat menjadi kendala. Banyak di antara teman-teman D’Trav yang mengurungkan niat setelah mengetahui beratnya medan yang diprediksikan. Yang tersisa pada perjalanan ini tinggalah kami yang memiliki tekat bulat. Dengan diantar rapalan doa, perjalanan menuju Pantai Gobitmas pun dimulai.

Dalam perjalanan ini kami membagi meeting point menjadi dua tempat, sebab participant perjalanan ini cukup merata baik dari Blitar barat maupun Blitar timur. Dari meeting point barat di Kota Blitar kami mengambil rute sebagai berikut: Blitar – Kanigoro – Jegu – Ngembul – Binangun. Dari meeting point timur (Doko – Wlingi) kami mengambil rute: Brongkos – Binangun. Rombongan besar kami bertemu di pasar Binangun, kemudian melanjutkan perjalanan ke arah Air Terjun Jumeg. Sesampai di pertigaan JLS Air Terjun Jumeg kami berbelok ke kanan menyusuri JLS hingga menjumpai pemukiman terakhir. Di sana lah titik akhir kami mampu berkendaraan, selanjutnya perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki.

JLS menuju gobitmasPerjalanan dari pertigaan Air Terjun Jumeg hingga tiba di Pemukiman terakhir cukup menantang. Jalan yang tersedia hanyalah jalan tanah yang berkelok-kelok dengan medan yang terjal. Pemukiman terakhir yang kami maksud juga bukan pemukiman yang umum kita jumpai di tempat lain. Pemukiman tersebut tersembunyi dan baru bisa dijumpai setelah melewati hutan. Pemukiman tersebut merupakan kediaman para “boro” atau pengembara.

bu sukatiSesampai di sana kami segera mencari tempat untuk memarkirkan kendaraan. Sempat bingung juga karena suasana di sana sangat sepi. Untung kami bertemu pasangan Bu Sukati dan Pak Rosidi. Kami pun meminta izin sekalian menitipkan motor pada beliau berdua. Biar aman motor kami disembunyikan di kandang sapi. Hehehehe 😀

Selanjutnya kami segera menuju sungai di bawah pemukiman. Prediksi kami, perjalanan akan sangat berat jika harus menembus hutan. Oleh karenanya kami mencoba menyisir sungai yang nantinya akan bermuara di Pantai Gobitmas. Perencanaan ini sudah kami simulasikan sebelumnya, sehingga waktu perjalanan ini dilakukan, kami sudah tidak kebingungan mencari arah.

Menurut Bu Sukati untuk ke sungai ada dua jalan turun, yang satu jalan motor dan yang satu jalan setapak. Kalau lewat jalan motor harus sedikit memutar, motor yang bisa melalui pun harus sudah didesign khusus sesuai dengan keadaan medan di sana. Oke fix, berarti kami harus menyusuri jalan setapak.

perjalanan menuju pantai gobitmasPerjalanan menyusuri jalan setapak ternyata juga tidak mulus. Alih-alih potong kompas kami malah tersesat. Akhirnya kami putuskan untuk mengikuti aliran air yang mengering. Semakin ke bawah medannya semakin ekstrim. Berulangkali kami harus menuruni air terjun yang kering. Setelah melalui itu semua, akhirnya kami sampai di aliran sungai yang nantinya bermuara ke Pantai Gobitmas.

Estimasi jarak yang harus kami tempuh saat susur sungai adalah 2 km, mugkin juga bisa lebih. Karena jauhnya jarak tempuh, kami harus beristirahat beberapa kali selama perjalanan. Untungnya sungainya landai, jadi ya tidak berat-berat amat.

perjalanan menuju gobitmasSetelah sekian km berjalan akhirnya kami bisa melihat puncak Gunung Lanang. Itu artinya Pantai Gobitmas tidak jauh lagi. Dan benar, setelah melewati tikungan terakhir kami bisa melihat Pantai Gobitmas. Eits.. Ternyata masih ada satu penghalang lagi, yakni muara sungai yang tergenang. Dengan berhati-hati kami menyusuri tepian muara, dan Alhamdulillah akhirnya kami bisa menginjakkan kaki di Pantai Gobitmas.

muara gobitmasTak ada kata yang terucap selain puji syukur saat kami menginjakkan kaki di Gobitmas. Pantai ini benar-benar keren.

Pantai Gobitmas terletak pada subuah teluk kecil. Pantai ini memiliki pasir yang kecoklatan. Selain pasir pantai, permukaanya juga di dominasi oleh batu-batu berbentuk bulat. View pantai ini sangat dramatis, kita dapat melihat jajaran karang-karang hampir di setiap sudut. Karang-karang tersebut bak benteng yang menahan gempuran ombak ke bibir pantai. Hantaman antara ombak dan karang itu menghasilkan deburan-deburan yang dramatis. Jikalau ada yang lolos hingga ke bibir pantai, ombak tersebut akan menghantam batu-batu bulat dan mengahasilkan bunyi-bunyian yang “gemblotak”.

pantai gobitmas blitarGunung Lanang, bisa dilihat dari Pantai Gurah di timur dan bisa dilihat pula dari Pantai Umbul Baros di barat.

Baik ujung barat maupun ujung timur Pantai Gobitmas sama-sama menawannya. Dari ujung barat kami bisa melihat megahnya Gunung Lanang di tanjung timur teluk ini. Dari ujung timur kami bisa berjalan digundukan pasir yang diapit samudera di kedua sisinya.

karang gobitmas

pantai gunung lanang

pantai gunung lanang blitar

sisi timur gobitmasAlhamdulillah.. Sekali lagi kami sangat bersyukur bisa menginjakkan kaki di Gobitmas. Apa lagi dalam perjalanan panjang ini kami tidak sendiri, melainkan bersama keluarga besar D’Travellers Blitar. Semoga kelak kami bisa mengulang moment bahagia ini.

travellers at gobitmasKeluarga besar D’Travellers Blitar di Pantai Gobitmas Gunung Lanang

Tips

shalat di sungai

  1. Jangan meninggalkan ibadah di mana pun kau melangkah
  2. Jangan lupa bawa oleh-oleh ya buat para boro 😀

Writer : Galy Hardyta

Photographer : Kcing (Riez Aditya H) & Enny

Participant: Adon, Enny, Galy, Kcing, Upheeck, Syaiful, Aguf, Anggun, Chusna, Dafid, Elli, Lina, Veri, Yuli, Zid

Be First to Comment

  1. sunarto sunarto

    Perjalanan yang menarik. Mohon info ; berapa km jarak yang ditempuh dengan mengendarai motor dari kota Blitar ke desa terakhir? Berapa km yang ditempuh dengan jalan kaki?

  2. Dari Kota Blitar bisa berkendara dgn motor sejauh 43 km. Lanjut jalan kaki 3.5 km.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *