Skip to content

Pantai Bakung di Desa Ngadipuro Blitar, Unik dan Menantang

Pantai Bakung merupakan salah satu pantai dari sebelas pantai yang ada di Desa Ngadipuro, Wonotirto, Kab. Blitar. Pantai ini berjarak 35 km dari Kota Blitar. Untuk menuju Pantai Bakung dari Kota Blitar arahkan perjalanan kalian ke Sutojayan/ Lodoyo. Sampai Pasar Lodoyo lurus saja ke selatan ke arah Ngeni. Tugu Trisula Ngeni lurus saja ke arah Dusun Banyuurip, Ngadipuro. Jika ada plang ke Pantai Pudak ikuti saja. Kondisi jalanan yang akan dilalui adalah jalan menanjak dan berkelok-kelok khas pegunungan Blitar selatan. Setelah melewati tugu PSHT di Banyuurip dan pemukiman terakhir, jalanan akan didominasi makadam.

Setelah memasuki jalan makadam kalian akan menjumpai pertigaan ke arah Pantai Bakung. Pertigaan tersebut telah dilengkapi dengan papan petunjuk jalan menuju Pantai Bakung. Ikuti papan petunjuk yang tersedia sampai menemukan Pantai Dong Dowo. Dari Dung Dowo ambil jalan ke kiri sampai ke pinggiran Pantai Bakung.

Pantai Bakung sangat unik, pantai ini menyuguhkan view dua pulau karang yang berada di tengah laut. Letak kedua pulau tersebut sejajar bagaikan sebuah gerbang. Kedua pulau karang itu adalah pulau yang sama dengan yang terlihat di Pantai Dung Dowo. Pantai Bakung memiliki jarak bentang yang cukup panjang, komposisi pantai nya juga unik mulai dari pasir yang putih, bebatuan kecil-kecil hingga yang besar-besar. Ada pula yang pipih dan menjorok ke laut.

Suasana Pantai  Bakung  masih sangat alami dan belum ada fasilitas pendukung wisata. Tak ada penjual jajan atau minuman, kalian harus membawa bekal dari rumah atau berbelanja di pemukiman terakhir. Medan nya pun juga masih berat. Dari pemukiman terakhir jalannya didominasi makadam dengan jalan yang berkelok dan berlumpur saat musim penghujan.

Kami menghimbau para traveler sekalian agar mempersiapkan diri sebelum melakukan perjalanan ke Pantai Bakung. Siapkan fisik, kendaraan, dan perbekalan. Jangan lupa pula untuk menjaga keselamatan diri karena lokasi yang kalian tuju ini jauh dari mana-mana.


Writer: Ali Moest

Participant: Aima, Ali Moest, Anggun, Vendi, Aguf, Ammar, April, Ceming, Dea Atmaji, Doni, Kancil, Naufal, Nika

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *