Skip to content

Paket Wisata Perjalanan Hayam Wuruk di Blitar

paket wisata blitarSebuah perjalanan lintas waktu, menapaki  jejak Raja terbesar Nusantara, berdasarkan catatan Nagara Krtagama.

TUJUAN WISATA

1. Candi Penataran

2. Candi Sawentar

3. Candi Simping

4. Pantai Tambakrejo

 

MEKANISME

1. Paket Wisata dibuka setiap hari Sabtu dan Minggu, mulai tanggal 23 April 2016.

2. Peserta (kelompok) telah melunasi biaya administrasi sebesar 50% dari total biaya.

3. Peserta (kelompok) wajib berada di Blitar (Kota) pada pukul 08.00 pagi, pada hari yang bersangkutan

4. Peserta mengkonvirmasi lokasi untuk dijemput team D’Travellers.

5. Mengikuti rundown yang telah disepakati.

 

RUNDOWN PAKET WISATA

1. Berangkat dari lokasi peserta Pukul 08.00 pagi

2. Candi Penataran Pukul 09.15 – 10.45

3. Candi Sawentar Pukul 11.15 – 12.00

4. Ishoma 12.15 – 13.15

5. Candi Simping 14.00 – 14.45

6. Pantai Tambakrejo 16.00 – 18.30 (+sunset & Ishoma)

7. Peserta diantar pulang ke lokasi keberangkatan

 

HARGA PAKET WISATA

Peserta 5 – 6 orang 10 – 12 orang
Harga @ Rp. 250K @ Rp. 150K
Kendaraan Avanza Elf

*tidak termasuk uang makan peserta

FASILITAS

Guide, Merchandise

 

Pendaftaran dan mekanisme pambayaran hubungi: Sdr. Adon (+6281554459693)


Yan tan mangka mareng phalah mareki jong hyang acala pati bhakti sadara, pantes yan panulus dhateng ri balitar mwang-I jimur-I silahritalenggong,

Bila tidak demikian Baginda pergi ke Palah (Penataran) memuja Hyang Acala Pati dengan bersujud, bisa juga terus ke Balitar dan jimur mengunjungi bukit-bukit yang permai,

Ndan ring saka tri tanu rawi ring wesaka, sri na-/-tha muja mara ri palah sabrtya, jambat sing ramya pinaraniran langlitya, ri lwang wentar manguri balitar mwang jimbe

Lalu pada tahun saka Tritanurawi-1283 (1361 Masehi) bulan Wesaka-April-Mei, Baginda Raja memuja (nyekar) ke Palah dengan pengiringnya, berlarut-larut setiap yang indah dikunjungi untuk menghibur hati, di Lawang Wentar (Sawentar) Manguri Balitar dan Jimbe

Janjan sangke balitar angidul tut margga, sangkan poryyang gatarasa tahenyadoh wwe, ndah prapteng lodhaya sira pirang ratryangher, sakterumning jaladhi jinalah tut pinggir.

Tidak peduli dari Blitar menuju ke selatan sepanjang jalan, mendaki kayu-kayu mengering kekurangan air tak sedap dipandang, maka Baginda Raja tiba di Lodaya beberapa malam tinggal disana, tertegun pada keindahan laut dijelajahi menyisir pantai.

Sah sangke lodhaya sira manganti simping, sweccha nambya mahajenga ri sang hyang dharma,

Baginda Raja meninggalkan Lodoyo menuju desa Simping, dengan rela seraya memperbaiki candi tempat memuja leluhur,

~kutipan Kakawin Desa Warnnana/ Negara Krtagama~