Skip to content

Opini: Blitar, Destinasi Wisata Ziarah Sejak Zaman Majapahit hingga Sekarang

Yan tan mangka mareng palah mareki jong hyang acala pati bhakti sadara, pantes yan panulus dhateng ri balitar mwang-I jimur-I silahritalenggong,

Bila tidak demikian Baginda pergi ke Palah memuja Hyang Acala Pati dengan bersujud, bisa juga terus ke Balitar dan jimur mengunjungi bukit-bukit yang permai,

Ndan ring saka tri tanu rawi ring wesaka, sri na-/-tha muja mara ri palah sabrtya, jambat sing ramya pinaraniran langlitya, ri lwang wentar manguri balitar mwang jimbe

Lalu pada tahun saka Tritanurawi-1283 (1361 Masehi) bulan Wesaka-April-Mei, Baginda Raja memuja (nyekar) ke Palah dengan pengiringnya, berlarut-larut setiap yang indah dikunjungi untuk menghibur hati, di Lawang Wentar Manguri Balitar dan Jimbe

Sah sangke lodhaya sira manganti simping, sweccha nambya mahajenga ri sang hyang dharma,

Baginda Raja meninggalkan Lodoyo menuju desa Simping, dengan rela seraya memperbaiki candi tempat memuja leluhur,

Irikanganilastanah saka nrepeswara Warnnana, mahasahasi simping sang hyang dharma rakwa siralihen,

Pada tahun saka Anilastanah-1285 (1363 Masehi) Baginda Raja dikisahkan, Baginda Raja pergi ke Simping konon akan memindahkan candi

Berdasarkan kutipan dari Kakawin Desa Warnnana/ Negara Krtagama di atas, diketahui bahwa Raja Hayam Wuruk sering melakukan perjalanan ziarah ke Blitar. Keberadaan Candi Palah /Candi Penataran dan Candi Simping telah melatar belakangi perjalanan-perjalanan Baginda ke Blitar. Kedua candi tersebut sangat lah penting bagi Majapahit, di mana Candi Palah merupakan candi agung untuk memuja Hyang Acala Pati, sedangakan Candi Simping merupakan tempat pendharmaan Raden Wijaya (pendiri dan proklamator Kerajaan Majapahit). Ternyata selain mengunjungi kedua candi tersebut, Hayam Wuruk juga menyempatkan diri mampir ke beberapa lokasi lain seperti: Lawang Wentar (ada Candi Sawentar), Manguri (?), Blitar (ada Candi Kapungkuran/ reruntuhan candi di Makam Aryo Blitar), dan Jimbe (ada Kekunaan Jimbe). Melihat banyaknya tempat-tampat yang dikunjungi dan diziarahi Hayam Wuruk di Blitar, sudah sepantasnya Blitar mendapat predikat “Kota Ziarah Kuno”.

candi penataran blitarCandi Palah/ Candi Penataran

candi simping blitarCandi Simping

candi sawentar blitarCandi Sawentar

candi kapungkuran situs candi makam aryoblitarCandi Kapungkuran

kekunaan jimbe blitarKekunaan Jimbe

komplek makam bung karno blitarDi era modern ini sepertinya predikat kota ziarah juga masih melekat pada Blitar. Meski dalam hal ini obyek ziarahnya sudah berganti tidak ke proklamator Majapahit lagi, melainkan ke Proklamator Republik Indonesia, Bung Karno.

Sungguh dengan melihat ke belakang, kita menjadi tahu bahwa Blitar yang  saat ini dikenal dengan Wisata Ziarah Makam Bung Karno, sebenarnya telah memiliki latar belakang kota ziarah yang cukup lama sejak Majapahit. Alangkah baiknya jika semua ini dikesinambungkan.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *