Skip to content

Menengok Candi Tapan di Persawahan Bendosewu Blitar

dwarapala tapanSeperti julukanya “Region Seribu Candi”, Kabupaten Blitar memang memiliki banyak situs peninggalan sejarah seperti Candi Kotes, Sawentar, Gambar Wetan, Kalicilik, dan iconya yaitu Candi Palah Penataran. Namun kali ini saya tidak akan membahas candi-candi tersebut, melainkan membahas candi lain di area persawahan Dusun Bakulan, Desa Bendosewu, Talun, Blitar. Namanya candi TAPAN. Ada juga yang mengatakan percandian dewa penghancur. Hehehehe…. Ngeriiii 😀 Nama candi itu sendiri berasal dari cerita rakyat, bahwa dahulu terdapat orang yang bertapa di area tersebut. (Tapan = tempat bertapa).

Berdasarkan data pada catatan Situs Tapan, benda cagar budaya non bangunan yang ada di sana antara lain yoni, nandi, arca dwarapala, arca tokoh, dan sebuah lingga yang baru ditemukan pada akhir 2015. Dapat dipastikan bahwa pendirian candi pada Situs Tapan di latar belakangi oleh agama Hindu, karena dijumpai adanya yoni, nandi, dan lingga yang merupakan atribut Hindu.

lingga candi tapanLingga Tapan kini disimpan di Museum Penataran

nandi tapanNandi candi Tapan

arca candi tapanDwarapala Candi Tapan

candi tapan blitarTidak seperti awal ditemukannya, arca-arca Candi Tapan yang dulu tersebar kini sudah dikumpulkan jadi satu, agar mudah perawatan dan pengamanannya

candi tapan

Awalnya, tempat ditemukanya struktur candi ini adalah sebuah pekarangan biasa milik warga. Namun setelah ditemukan beberapa batu bata kuno, dan dilanjutkan dengan penggalian pada  tahun 2010, diketahuilah kalau di pekarangan  tersebut terdapat sebuah  candi. Hal itu tidak mengejutkan karena selama ini perkarangan tersebut memang dikasak-kusukkan sebagai tapan, tutur pak Khabid, kakek berusia kurang lebih 63 tahun yang dipercaya juga oleh BPCB Trowulan sebagai jupel Candi Tapan. Penggalian kedua dilakukan pada tahun 2011, lalu dilanjutkan pada tahun 2013, dan pada tahun 2015 berhasil menemukan sebuah lingga yang cukup besar.

Untuk akses sendiri, namanya juga di tengah sawah. Jadi ya hanya tersedia jalan yang sempit. Maksimal hanya bisa dijangkau dengan sepeda motor saja. Kalau rutenya sendiri dapat di tempuh dari perempatan 511 (karang Tengah, Kota Blitar) ketimur; Perempatan Kanigoro lurus ketimur mentok sampai Mts Al-Umron (Lapangan Bendosewu); Kemudian belok kekanan sampai ketemu perempatan belok kiri; lalu lurus aja sampai masuk area persawahan, sampai deh di lokasi Candi Tapan. Motor bisa parkir di lokasi.

Yang penasaran selamat mencoba 😀


Writer: @kanaka139 / Upeck

Photographer: @kanaka139

Self travelling

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *