Skip to content

Menelusuri Situs Peninggalan Sejarah di Hutan Brongkos

Brongkos merupakan sebuah dusun di Desa Siraman, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar. Daerah ini dikenal dengan hutan jati dan pasar buahnya. Brongkos juga merupakan jalur transportasi utama yang menghubungkan Blitar dan Malang, sehingga suasananya ramai oleh lalu-lintas kendaraan. Di balik keramaiannya, ternyata Hutan Brongkos menyimpan sejumlah benda cagar budaya bersejarah seperti Yoni Mejo Miring dan Candi Nggumuk (Gumuk).

brongkos

Yoni Mejo Miring

Yoni Mejo Miring tersembunyi di area Hutan Brongkos. Tidak ada petunjuk untuk menuju yoni ini, yang tersedia hanyalah jalan tanah yang menembus hutan. Berikut rute singkat menuju lokasi Mejo Miring: dari pertigaan Pos Polisi Brongkos ke selatan (ke arah Pantai Jolosutro); Menjumpai perempatan pertama lurus saja; Kemudian akan ditemui jalan setapak di kanan jalan: Jalan tanah tersebut mengarah ke Yoni Mejo Miring.

situs mejo miring brongkos blitar (1)

situs mejo miring brongkos blitar (5)Selain yoni, dijumpai juga batu-batu yang sepintas menyerupai batu candi. Batu-batu tersebut memiliki lekukan-lekukan sebagaimana lekukan sistem kunci pada batu candi. Namun anehnya batu-batu tersebut sangat rapuh. Apakah benar ini bagian dari Yoni Mejo Miring? Ataukah hanya serakan bekas bangunan biasa?

situs mejo miring brongkos blitar (2)Sepertinya memang perlu dilakukan penelitian arkeologis yang mendalam pada Yoni dan batu-batu di sini.

travellers at mejo miring

Candi Nggumuk

Candi Nggumuk terletak di area hutan jati di barat daya Dusun Brongkos. Arah menuju lokasi candi sebagai berikut: SMPN Kesamben ke utara; perempatan pertama ke barat (kiri) mentok; Kemudian ke kanan hingga masuk area hutan jati; di barat daya hutan tampak ada rumah kecil, di sanalah bekas Candi Nggumuk berada.

Candi Nggumuk memang sudah tidak berbentuk lagi. Yang dijumpai pada candi ini hanyalah yoni, batu candi, dua buah lingga, dan potongan arca tokoh. Benda-benda tersebut ditata sedemikian rupa pada bidang persegi yang disusun dari bata kuno. Sisa bata kuno yang tidak terpakai digundukkan di samping bangunan rumah.

situs gumuk blitar (1)

situs gumuk blitar (6)

situs gumuk blitar (8)Gumuk / nggumuk bisa diartikan sebagai bukit atau gundukan. Mungkin sebelum di bongkar, candi ini tertutup oleh gundukan.

Tidak dijumpai kronogram pada candi ini, sehingga latar belakang sejarahnya belum bisa diketahui. Yang dapat diketahui adalah latar belakang keagamaannya. Keberadaan yoni dan lingga mengindikasikan bahwa candi ini berlatar agama Hindu.

Lingga

Lingga

Yoni

Yoni

Situs-situs bersejarah di Hutan Brongkos ini mungkin ada kaitannya dengan jalur tanportasi kuno Sungai Brantas. Sebagaimana kita ketahui bahwa, Hutan Brongkos memang terletak tak jauh di utara Sungai Bantas.


Writer : Galy Hardyta

Participant : Galy, Kcing

8 Comments

  1. wah,,, kenapa gak terawat ya,,, … sayang banget,, nanti kalau sudah di klaim negri orang,, baru jadi rame,,, he,he so harus dirawat meski kecil,,,

  2. belum dirawat karena adanya kejanggalan persepsi di kalangan warga sekitar.. 😀 ketika kami tanya tentang sejarahnya, mereka menjawab kalau itu bukan suatu sejarah, melainkan suatu kepercayaan.. mungkin hal tersebut perlu diluruskan, agar masyarakat menjadi tau dan mau merawat benda peninggalan sejarah tersebut.. 😀

  3. ni ni

    Mohon maaf boleh ralat, Brongkos itu terletak di dusun Brongkos, Desa Siraman, bukan Desa Kesamben.

  4. monggo. 😀 maturnuwun atas ralatnya

  5. masih ada satu lagi semacam batu candi atau sejenisnya yang terletak di daerah dusun brongkos Rt 1 Rw1 kec kesamben…..

  6. wah makasih infonya mbak.. kapan-kapan bisa kita sambangi 😀 mbaknya alamate mana?? mungkin ntar bisa nganterin kita hehehe

  7. Fuad Fuad

    Bisa minta ancer2 atau mungkin koordinat batuan candi di jalan raya Jeblog? Makasih sebelumnya.

  8. Wah yang terakhir lokasi batuan candi di jeblog sudah direnovasi mas, tak jauh dari perempatan jeblog utara jalan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *