Skip to content

Menelusuri Peninggalan Sejarah Masa Klasik di Desa Kuningan Blitar (Situs Kuningan)

Desa Kuningan secara adminsitratif masuk dalam wilayah Kecamatan Kanigoro, Kab. Blitar. Wilayah yang berbatasan langsung dengan Kota Blitar ini ternyata menyimpan sejumlah peninggalan sejarah masa klasik (Hindu Budha). Sejarah Kuningan memang kental dengan kisah-kisah tokoh sejarah pada masa Kerajaan Islam. Hal ini ditandai dengan adanya makam Ki Ageng Kuning dan Nyai Gadung Melati. Ki Ageng Kuning dipercaya sebagai salah satu tokoh pendiri desa, sementara Nyai Gadung Melati adalah tokoh berpengaruh di seputar Kanigoro dan Blitar. Tokoh ini dipercaya adalah istri dari Ki Kebo Kanigoro, adipati Kadipaten Kanigoro pada masa Kerajaan Islam Pajang. Namun berdasarkan cerita tutur, akhir hayat Nyai Gadung Melati dihabiskan di Sukoharjo Jawa Tengah, sementara sejumlah makam Nyai Gadung Melati yang tersebar di seputar Blitar termasuk di Kuningan ini hanyalah petilasannya saja.

Uniknya di dekat makam Ki Ageng Kuning dan Nyai Gadung Melati terdapat sebuah umpak dan yoni. Umpak adalah bagian penyangga tiang sebuah bangunan, sedangkan yoni adalah penggambaran Dewi Parwati dalam kepercayaan Hindu. Yoni umumnya berbentuk segi empat dan memiliki lubang berbentuk segi empat pula di bagian tengahnya. Pada bagian depannya terdapat cerat. Yoni umumnya merupakan bagian dari kesatuan lingga yoni. Lingga sendiri merupakan penggambaran Dewa Siwa. Lingga berbentuk segi empat pada bagian dasarnya dan segi delapan pada bagian puncaknya. Sayang sekali lingga pada makam ki ageng kunig ini sudah tidak ditemukan. Sementara yoninya juga sudah dalam keadaan rusak. Bagian atasnya telah terkikis dan ceratnya telah hilang.

Selain yoni di makam Ki Ageng Kuning, peninggalan masa klasik di Desa Kuningan juga bisa dijumpai di halaman Masjid Nurul Huda. Sejumlah batu andesit berbentuk persegi tampak ditata memanjang menghubungkan bangunan Masjid dengan tempat wudlu. Pada salah satu batu andesit terdapat batu beraksara jawa kuno. Menurut penuturan salah seorang pengurus Masjid, masih ada lagi batu beraksara namun letaknya berada dilorong rumah panggung yang sempit. Di Masjid Nurul Huda ini pada tahun 2013 juga pernah ditemukan sejumlah uang kuno yang bertuliskan aksara Tiongkok dan memiliki lubang ditengahnya. Bisa jadi pada Situs Kuningan ini terdapat benda cagar budaya peninggalan masa klasik yang masih terpendam.

Tak perlu heran dengan adanya peninggalan masa klasik di Desa Kuningan, sebab tak jauh dari Desa Kuningan, tepatnya di Desa Gaprang juga terdapat peninggalan lainnya yakni Kelompok Arca Gaprang.


Writer: Riezta Aditya H. (Kcing)

Sumber:

  • http://arifmuzayinshofwan.blogspot.co.id/2016/08/sekelumit-kisah-petilasan-jati-kurung.html

Participant: Anggun, Galy, Kcing, Ali Moes, Dodik, Herma, Heru, Meilani, Nika, Nurul, Udin

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *